Jumat, 15 April 2016

CDKN melalui Indonesia Climate Change Education Forum & Expo 2016 (ICCEFE) Selenggarakan Dialog Antar Generasi: Tantangan dan Peluang Bagi Kaum Muda


LiputanSatu.Com - Terkait tantangan dan peluang perubahan iklim maka CDKN melalui Indonesia Climate Change Education Forum & Expo 2016 (ICCEFE) akan menyelenggarakan Dialog Antar Generasi: Tantangan dan Peluang Bagi Kaum Muda

Acara ini dilakukan sebagai upaya mendukung advokasi pembangunan selaras perubahan iklim (Climate Compatible Developmentatau CCD) dengan meningkatkan pengetahuan para pihak termasuk pembuat kebijakan, kaum muda, untuk melakukan gerakan secara sinergis bagi mitigasi dan adaptasi perubahan, dengan menggunakan basis pengalaman dan pengetahuan mutakhir. Adapun acara talk show akan dilakukan pada Sabtu, 16 April 2016  di Panggung Lobby Assembly Hall (JCC) Jakarta.


Untuk itu, kami mengundang rekan – rekan media  untuk meliput kegiatan yang kami selenggarakan tersebut.  Adapun Term of  Reference dan sekilas info mengenai CDKN terlampir.

Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.



Hormat Kami,


Mochamad Indrawan


Policy Advisor

Dialog Antar Generasi: Tantangan dan Peluang bagi Kaum Muda Talkshow Climate and Development Knowledge Network (CDKN) Bekerja sama dengan ICCTF (Indonesia Climate Change Trust Fund) untuk INT’L CLIMATE CHANGE EDUCATION FORUM EXPO 2016 A. LATAR BELAKANG Perubahan iklim bukanlah masalah lingkungan semata. Perubahan iklim adalah masalah ekonomi, bahkan persoalan pembangunan dan penanggulangan kebencanaan. Sebagai contoh, studi oleh GCP dan WCS yang di dukung oleh CDKN di tahun 2015-16 menunjukkan bahwa di Aceh ekosistem hutan tropika humida telah memberi perlindungan terhadap tanaman pangan. Tanpa jasa lingkungan itu maka padi sawah saat terjadi banjir dan kekeringan akibat perubahan iklim, akan terjadi kerugian pangan tidak kurang dari 200 juta dollar atau 2,6 trilliun Rupiah per tahun. Selama ini pendekatan kebijakan pembangunan seakan tak beranjak (Business as usual-BAU). Secara global cara membangun yang dilakukan selama ini diakui telah menyebabkan terjadinya pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim. Selama ini pembangunan dengan keseragaman pendekatan dan titik berat pada aspek ekonomi telah membatasi ruang gerak dan kreativitas, sehingga dampak kebijakan itu belum memberikan manfaat yang progresif seperti diharapkan. Melalui pendekatan yang tidak lagi BAU diharapkan praktik pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan. Dengan kata lain kita perlu kritis terhadap kebijakan pembangunan yang telah kita rasakan, agar menumbuhkan inovasi dan konteks yang khas bagi masing masing daerah di Indonesia. Tantangannya adalah bagaimana kaum muda dapat maju untuk menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang yang dibawa oleh perubahan iklim. Termasuk di antaranya menghidupkan kembali berbagai kearifan lokal dan pengetahuan tradisional. Isu yang paling menarik adalah bagaimana memberdayakan kaum muda. Tanpa bermaksud menggurui atau menghakimi maka diperlukan kesiapan untuk belajar dua arah, secara lintas generasi . Kuncinya, bagaimana mewujudkan sikap dan perilaku tanggap iklim yang sesuai dengan alam Indonesia dan menggunakan pendekatan baru. Kesepakatan perubahan iklim sedunia (CoP-21 UNFCCC) di Paris 2015 dapat dimanfaatkan sebagai pemicu untuk melakukan semua itu. B. TUJUAN Sasaran pertemuan ini adalah untuk mendukung advokasi pembangunan selaras perubahan iklim (Climate Compatible Development atau CCD) de


B. TUJUAN Sasaran pertemuan ini adalah untuk mendukung advokasi pembangunan selaras perubahan iklim (Climate Compatible Development atau CCD) dengan meningkatkan pengetahuan para pihak termasuk pembuat kebijakan, kaum muda, untuk melakukan gerakan secara sinergis bagi mitigasi dan adaptasi perubahan, dengan menggunakan basis pengalaman dan pengetahuan mutakhir. Tujuan acara ini memfasilitasi dialog interaktif agar melalui diskusi lintas generasi maka para pihak dan terutama kaum muda dapat membangun pendekatan yang inovatif, dan beragam serta khas bagi masing masing daerah agar efektif menghadapi tantangan dan peluang perubahan iklim secara terstruktur dan sistematik. C. KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN Kegiatan akan dilaksanakan melalui diskusi singkat namun padat dan strategis melibatkan para ahli dan tokoh masyarakat. Pembicara: - Sarwono Kusumaatmadja, Ketua Dewan Pengarah Perubahan Iklim di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pakar lingkungan, dan Menteri Lingkungan Hidup periode 1993-8 - Fabby Tumiwa, Direktur IESR – Institute for Essential Services Reform; dan Anggota Majelis Wali Amanat Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) - Mirantha Kristanty, aktivis youth forum and Climate Reality Project - Moderator: Gracia Paramitha, pengajar di London School of Public Relations, dan UNEP TUNZA Global Youth Advisor on Asia Pacific Stan pameran juga akan disiapkan untuk menyebarluaskan hasil riset dan produk pengetahuan dari CDKN dan ICCTF. D. MATERI Materi akan mencakup 4 hal o UNFCCC CoP-21, dan PR bagi Indonesia: hasil CoP garis besar , peran Indonesia, dan bagaimana youth akan menjalankan tugas tersebut o tantangan dan peluang bagi pembuatan kebijakan ke depan, agar memberi gambaran bagaimana membangun energi (tepat guna, dan off grid). o peran pemuda/i dalam gerakan melawan apa yang harus dilakukan  sebagai anak muda ketika ada PR, apa yang akan di pikirkan; apa yang perlu difasilitasi (harapan apa yang akan di akukan);  gambaran Indonesia di masa depan berdasarkan hasil CoP 21; sharing apa yang di lihat dari UNFCCC, apa yang dilihat terhadap Indonesia  apa yang mungkin di benahi di Indonesia, dan bagaimana caranya o apa yang dapat di lakukan anak muda (membuat buku; peluang dan tantangan anak muda berperan di alam Indonesia di masa mendatang). E. KELUARAN DIHARAPKAN Keluaran yang diharapkan adalah: - Pemahaman apa yang dapat dan perlu ditindak lanjuti dari pertemuan perubahan iklim dunia (CoP-21) di Paris - Pemahaman yang lebih baik terkait pembangunan selaras perubahan iklim (CCD) - Pemahaman mengenai peran kamu muda, dan bagaimana memfasilitasi tantangan dan peluang terkait khususnya dalam menumbuhkan invoasi dan keberagaman F. PESERTA Acara di desain sebagai dialog interaktif. Peserta adalah aktivis, akademisi, media, dan masyarakat umum dengan ruangan yang di desain untuk menampung 100 orang. G. WAKTU DAN LOKASI - Acara akan berlangsung diantara Indonesian Climate Change Education Expo, 14 – 17 April 2016 di Jakarta Convention Center (JCC) Acara diskusi sendiri akan berlangsung pada - Hari, dan tanggal: Sabtu, 16 April 2016 - Waktu: 13.00 – 15.00 - Tempat: Panggung Lobby Assembly Hall (JCC)

*Untuk konfirmasi hubungi : Lady Hafidaty 0857 7828 1582 (Networking Officer)

Tentang CDKN Climate and Development Knowledge Network atau CDKN merupakan program pengetahuan dan pembangunan yang dimulai tahun 2010, dengan tujuan untuk membantu para pengambil keputusan di negara-negara berkembang dalam merancang dan melaksanakan pembangunan selaras iklim (Climate Compatible Development atau CCD). Dalah hal pendanaannya, dari bulan Maret 2010 bulan April 2017, CDKN didukung oleh Departemen Pembangunan Internasional Kerajaan Inggris (UK Department for International Development atau DFID) , serta Direktorat Jenderal Kerjasama Internasional, Kementerian Urusan Luar Negeri Belanda (the Dutch Ministry of Foreign Affairs atau DGIS). Selepas 2017 maka CDKN segera beralih, dari program duet Inggris Belanda menjadi kesatuan yang didukung oleh banyak pihak, atau multi-donor. Siapakah Kami Program pembangunan selaras iklim oleh CDKN dikelola oleh sebuah konsorsium yang dipimpin PricewaterhouseCoopers LLP (PwC). Anggota konsorsium termasuk Fundación Futuro Latinoamericano, sebuah organisasi non pemerintah (NGO) untuk pembangunan berkelanjutan yang bertempat di Ecuador; LEAD Pakistan (NGO yg bertujuan menginspirasi kepemimpinan di negaranegara sedang berkembang di Asia); dan SouthSouthNorth (NGO yg bertujuan mengurangi kemiskinan di Afrika SubSahara). Misi Kami CDKN mendukung para pengambil keputusan dalam mendesain dan menyajikan pembangunan selaras iklim (CCD). Kami melakukannya dengan mengkombinasikan riset, layanan pemberian saran/penasihat dan pengelolaan pengetahuan dalam mendukung proses kebijakan yang dikelola dan dimiliki oleh para pihak setempat. Dalam kegiatannya, CDKN bermitra dengan para pengambil keputusan untuk sektor-sektor publik, non pemerintah, dan swasta, baik berskala nasional, regional dan global. Kami berpegang pada cita-cita pembangunan manusia (human development) dan kelestarian lingkungan (environmental sustainability). Apa yang Kami Upayakan CDKN berupaya menyampaikan saran teknis yang berkualitas, menempa kemitraan efektif yang khusus, dan membangun cara berpikir mutakhir tentang pembangunan selaras iklim. Empat tema strategis yang kami geluti adalah:  Rencana dan strategi pembangunan selaras iklim (CCD)  Memperbaiki akses negara-negara berkembang terhadap pembiayaan perubahan iklim  Memperkokoh ketahanan melalui manajemen resiko terhadap perubahan iklim  Mendukung juru runding dari negara-negara berkembang dan yang paling rentan perubahan iklim. Dimana Kami Bekerja Dengan markas besar di kota London, misi CDKN menjangkau 4 benua, dengan kantor kantor regional di Asia, Amerika Latin, dan Afrika. 

Berdasarkan pertimbangan penting seperti kemauan politik bagi pembangunan selaras iklim, dan dampak yang dapat dihasilkan maka CDKN bekerja di 13 negara yaitu: Karibia, El Salvador, Colombia, Peru, Ethiopia, Rwanda, Kenya, Uganda, India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, dan Indonesia. Kegiatan CDKN di Indonesia CDKN menghadapi perubahan iklim dengan bermitra dengan para pihak terkait. Perhatian besar di berikan pada aspek keuangan perubahan iklim, sebagaimana dicontohkan melalui kerja sama dengan Indonesian Climate Change Trust Fund (ICCTF). Terkait kebijakan energi baru dan terbarukan, maka CDKN mendukung upaya Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan analisis terkait konservasi energi, termasuk terobosan teknologi seperti sistem motor yang sangat efisien. Di Nusa Tenggara Timur, bekerja sama dengan Germanwatch dan Institute for Essential Services Reform (IESR), CDKN mendukung pengembangan kapasitas keuangan perubahan iklim bagi Kota Kupang. Di Nusa Tenggara Barat, bekerja sama dengan Energy Center of the Netherlands (ECN) and para pakar dari Universitas Mataram, CDKN membantu pengembangan kebijakan energi baru dan terbarukan, terutama mikrohidro. DI propinsi Aceh, CDKN mendukung kajian lapangan yang menjelaskan pertimbangan ekonomi mengapa hutan perlu dilestarikan demi memelihara jasa lingkungan yang seringkali terlupakan seperti air-en.

Sabtu, 09 April 2016

The Sponsor of Destination Europe 2016

SPONSORS


.
The Platinum Sponsor Package EUR 10.000 / IDR 143.000.000
The Gold Sponsor Package EUR 6.500 / IDR 92.950.000
The Silver Sponsor Package EUR 3.500 /IDR 50.050.000
The Contributions of Sponsors
For each category of sponsorship, the contributions of Sponsors can consist of a combination of the following indicative elements:
  • Direct funding to the event budget
  • Free airline tickets to be raffled off amongst the visitors
  • Preferential airfares or travel packages for fair visitors or exhibitors
  • Complementary products to be raffled off amongst the visitors
  • Inclusion of Destination Europe in your corporate visibility plan
  • Funding of media exposure
  • On-site entertainment for visitors
  • Other contributions in kind

Jumat, 08 April 2016

LIPUTANSATU.COM: BMW Group Indonesia lends its full support to the ...

LIPUTANSATU.COM: BMW Group Indonesia lends its full support to the ...:   BMW Group Indonesia today presented twenty-one units of the BMW 520d to the Presidential Guard, to be used as official vehicles for the...

BMW Group Asia appoints Preeti Gupta as new Corporate Affairs Director.



BMW Group Asia has appointed Ms. Preeti Gupta as Director of Corporate Affairs for BMW Group Asia, effective 11 April 2016. Ms. Gupta succeeds Mr. Sethipong Anutarasoti.


LIPUTANSATU - Singapore. BMW Group Asia has appointed Ms. Preeti Gupta as Director of Corporate Affairs for BMW Group Asia, effective 11 April 2016.  Ms. Gupta succeeds Mr. Sethipong Anutarasoti. Mr. Sethipong Anutarasoti has taken on a new position as General Manager Marketing of BMW Thailand.

Ms. Gupta brings with her more than 15 years of experience in corporate communications from the United States, India and Southeast Asia. Prior to her appointment at BMW Group Asia, Ms. Gupta was a Senior Consultant at Text100, a leading integrated communications consultancy with an illustrious clientele including: Adobe, American Express, DBS, DHL, Lenovo, Maserati and Microsoft. Some of Ms. Gupta’s expertise include multi-market project management, senior executive relations, and integrated content development. She has also consulted to BMW Group Asia and BMW India previously.

We wish Mr. Sethipong Anutarasoti and Ms. Preeti Gupta every success in their new roles.

-

The BMW Group
With its three brands BMW, MINI and Rolls-Royce, the BMW Group is the world’s leading premium manufacturer of automobiles and motorcycles and also provides premium financial and mobility services. As a global company, the BMW Group operates 30 production and assembly facilities in 14 countries and has a global sales network in more than 140 countries.
In 2015, the BMW Group sold approximately 2.247 million cars and nearly 137,000 motorcycles worldwide. The profit before tax for the financial year 2015 was approximately € 9.22 billion on revenues amounting to € 92.18 billion. As of 31 December 2015, the BMW Group had a workforce of 122,244 employees.
The success of the BMW Group has always been based on long-term thinking and responsible action. The company has therefore established ecological and social sustainability throughout the value chain, comprehensive product responsibility and a clear commitment to conserving resources as an integral part of its strategy.
Facebook: http://www.facebook.com/BMWGroup
Twitter: http://twitter.com/BMWGroup
YouTube: http://www.youtube.com/BMWGroupview
Google+: http://googleplus.bmwgroup.com

Issued by:
BMW Group Asia
Corporate Affairs Department
Daniel Chan
Tel: +65 6838 9639; Fax: +65 6838 9611
Email: Daniel.chan@bmwasia.com
Media Website: www.press.bmwgroup.com

BMW Group Indonesia lends its full support to the staging of the 5th Extraordinary OIC Summit on Palestine and Al-Quds Al-Sharif.

 

BMW Group Indonesia today presented twenty-one units of the BMW 520d to the Presidential Guard, to be used as official vehicles for the Extraordinary Summit of the Organization of Islamic Cooperation (OIC) 2016 on the 6-7 March. While the representatives of the OIC member states are in Jakarta, their mobility will be supported by the dynamic driving experience typical of a BMW.

LIPUTANSATU - Jakarta. BMW Group Indonesia today presented twenty-one units of the BMW 520d to the Presidential Guard, to be used as official vehicles for the Extraordinary Summit of the Organization of Islamic Cooperation (OIC) 2016 on the 6-7 March. While the representatives of the OIC member states are in Jakarta, their mobility will be supported by the dynamic driving experience typical of a BMW. This is not all - a series of intelligent BMW road safety systems will be providing them with a better view so as to maximize driving comfort.

Jodie O'tania, Head of Corporate Communications, BMW Group Indonesia, said that the BMW 5 Series Advanced Diesel is the premium vehicle most perfectly suited to this 5th Extraordinary Summit. This is because, in addition to an elegant exterior design and luxurious interior ambience, the BMW 5 Series has been recognized globally for its leading-edge quality in various aspects, including its supremely powerful engine. In combination with the new generation 8-speed Steptronic transmission, the BMW 520d can sprint from 0 to 100 km/h in a mere 7.7 seconds. Equipped with the BMW TwinPower Turbo Diesel engine, the BMW 520d also clearly demonstrates exceptional engine performance complemented by great fuel efficiency. “We hope our support will help the 5th Extraordinary Summit of the OIC on Palestine and Al-Quds Al-Sharif to run more smoothly, by providing the guests of honor with a sense of comfort, both during the conference as well as when driving the streets of Jakarta. The combination of design, craftsmanship and high-class materials, especially prevalent in the interior of the BMW 5 Series, unquestionably creates an attractive look and harmonious atmosphere which ensures the utmost in comfort and relaxation,” added Jodie.### The BMW GroupWith its three brands BMW, MINI and Rolls-Royce, the BMW Group is the world’s leading premium manufacturer of automobiles and motorcycles and also provides premium financial and mobility services. As a global company, the BMW Group operates 30 production and assembly facilities in 14 countries and has a global sales network in more than 140 countries. In 2015, the BMW Group sold approximately 2,247 million cars and 137,000 motorcycles worldwide. Profit before tax for the financial year 2014 was € 8.71 billion on revenues amounting to approximately € 80.40 billion. As of 31 December 2014, the BMW Group had a workforce of 116,324 employees. The success of the BMW Group has always been based on long-term thinking and responsible action. The company has therefore established ecological and social sustainability throughout the value chain, comprehensive product responsibility and a clear commitment to conserving resources as an integral part of its strategy.

www.bmwgroup.com
Facebook: http://www.facebook.com/BMWGroup
Twitter: http://twitter.com/BMWGroup
YouTube: http://www.youtube.com/BMWGroupview
Google+: http://googleplus.bmwgroup.com  

BMW Group Indonesia
BMW Group Indonesia is a wholly-owned subsidiary of Munich-based Bayerische Motoren Werke (BMW) AG in Germany. The establishment of this subsidiary in April 2001 reflects the BMW Group’s confidence in the long-term future of Indonesia. BMW Indonesia Group activities cover the wholesale of BMW and MINI vehicles, spare parts and accessories, as well as the overall planning of sales, marketing, after-sales, and related activities in Indonesia. Its dealership network covers 18 new-car dealers and 5 BMW Premium Selection facilities spread out in various cities in Indonesia. Selected models of the BMW 3 Series, BMW 5 Series, BMW X1, BMW X3, and BMW X5 are assembled in Indonesia by a local partner. 

www.bmw.co.id
Facebook: http://www.facebook.com/BMW.Indonesia
Twitter: http://twitter.com/BMW_IndonesiaYouTube: http://www.youtube.com/BMWIndonesia 

For further information please contact:
Corporate Communications DepartmentJodie O‘tania
Tel: +62 -21- 2992 3000 ext 21732
Mobile: +62-8111534962
Email: jodie.otania@bmw.co.id 

Senin, 04 April 2016

ENAM WIRAUSAHA SOSIAL INDONESIA TERGABUNG DENGAN JARINGAN INTERNASIONAL PEMUDA PEMBAWA PERUBAHAN DUNIA UNTUK MEREALISASIKAN VISI WIRAUSAHA SOSIAL BERKELANJUTAN

Jakarta, LiputanSatu - Enam tim wirausahawan sosial muda asal Indonesia, dari total 16 tim dari berbagai negara, baru-baru ini berhasil dikumandangkan lolos maju ke babak final kompetisi wirausahawan muda “Young Social Entrepreneurs 2016” yang diselenggarakan oleh Singapore International Foundation. 

Kompetisi bisnis berskala internasional ini menyeleksi 16 tim dengan nilai teratas dari total 50 tim yang mendaftar (118 orang peserta) dan dari 15 negara  akan menjalani program inkubasi selama 8 bulan yang terdiri dari lokakarya, bimbingan intensif dengan konsultan bisnis terkemuka dan penasihat profesional, dan kunjungan studi luar negeri sebelum puncak acara di Singapura. 

Peserta yang berhasil memenangkan kompetisi pada puncak acara selanjutnya berkesempatan untuk mendapatkan sponsor pendanaan untuk pengembangan kewirausahaan mereka pada bulan Oktober tahun ini.
Di akhir pelaksanaan lokakarya pembukaan yang diselenggarakan di Singapura dari tanggal 16-19 Maret, 16 tim terpilih untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya di kegiatan Young Social Entrepreneurs yang diselenggarakan oleh Singapore International Foundation. Enam tim diantaranya berasal dari Indonesia, berjumlah 17 orang dari total 38 anak muda yang berhasil maju ke babak final. Kini mereka akan menjalani program inkubasi selama 8 bulan yang terdiri dari lokakarya, bimbingan intensif dengan konsultan bisnis terkemuka dan penasihat profesional, dan kunjungan studi luar negeri sebelum puncak acara di Singapura dimana para peserta berkesempatan untuk mendapatkan sponsor pendanaan atas pengembangan kewirausahaan mereka pada bulan Oktober tahun ini.

Enam tim terpilih berhasilkan melanjutkan perjalanan Young Social Entrepreneurs selamadelapan bulan ke depan. Keenam tim dari Indonesia adalah:

1. Cognoscente – memberdayakan petani lokal dengan proses produksi garam yang lebih efektif dan efisien dari segi biaya.

2.  IWAK – memberdayakan petani lokal di Desa Kebonagung melalui peternakan ikan airtawar sebagai sumber penghasilan tambahan.

3. KAMA BATIK – membantu memecahkan masalah pengelolaan sampah di industri batikdan memberdayakan perempuan-perempuan Indonesia dengan keterampilan yangberguna bagi industri.

4. MorBi+ – mengembangkan produk makanan terjangkau untuk anak-anak danmenyediakan pekerjaan untuk perempuan-perempuan di wilayah pedesaan diMarcos, Sulawesi Selatan.

5. Riliv – sebuah platform daring yang menghubungkan penderita depresi denganpsikolog dan mahasiswa psikologi.

6. Valour Footwear – bertujuan untuk menjadi produsen sepatu kanvas anti air pertamadi Indonesia.

Di tahun ke-tujuhnya saat ini, kegiatan yang berbasis di Singapura ini mengalami peningkatan tiga kali lipat dalam jumlah wirausahawan muda dari seluruh dunia yang mendaftar untuk memperbesar bisnis sosialnya mereka – sebanyak 258 pendaftar dari 26 negara. Young Social Entrepreneurs bertujuan untuk menginspirasi, menopang dan mendukung generasi muda yang memiliki kemauan membuat perubahan untuk memulai usaha sosial di seluruh dunia. 50 tim yang berasal dari 118 peserta dan dari 15 negara dan wilayah berpartisipasi di lokakarya pembukaan tahun ini yang terdiri dari klinik bisnis dialog, pembelajaran sebaya, dan sesi berbagi dengan pengusaha sosial untuk membantu mereka dalam perjalanan usaha sosialnya. Seluruh peserta, yang kini menjadi bagian 480 jaringan kuat pembuat perubahan global Young Social Entrepreneurs, mempresentasikan proposal bisnis sosial mereka di hadapan tim panel juri. Tim juri memilih 16 tim yang akan menciptakan dampak positif bagi komunitas di Indonesia, Singapura, India, Filipina, Thailand dan Malaysia, untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya kegiatan ini.

Singapore International Foundation (SIF) menjalin pertemanan untuk dunia yang lebih baik dengan menghubungkan Singapura dan masyarakat dunia untuk memungkinkan kolaborasi yang memperkaya kehidupan dan perubahan positif. Diluncurkan pertama kali pada 2010, program Young Social Entrepreneurs (Wirausahawan Sosial Muda) merupakan bagian dariinisiatif bisnis SIF bertemakan “usaha berlandaskan perbuatan baik” mengenai pengembangan penghidupan melalui pemberdayaan ekonomi.

MENGENAI SINGAPORE INTERNATIONAL FOUNDATION
Singapore International Foundation menjalin persahabatan demi dunia yang lebih baik. SIF bertujuan menjalin hubungan erat antara Singapura dan masyarakat serta mengarahkan hubungan tersebut demi meningkatkan persahabatan dan membawa perubahan positif.Kegiatan yang kami lakukan berpusat pada keyakinan bahwa interaksi antar budaya dapat memberikan masukan yang akan menguatkan pemahaman bersama. Bertukar pikiran dapat menginspirasi aksi serta mempererat kolaborasi demi kebaikan bersama. Program-program kami mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang untuk saling bertukar pikiran, keahlian dan pengalaman dalam berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, seni dan budaya serta ekonomi dan bisnis. Semua ini kami lakukan dengan suatu keyakinan bahwa kita semua bisa dan harus menjalankan peran masing-masing untuk membangun sebuah dunia yang lebih baik dimana terdapat kedamaian dan kesempatan yang merata bagi semua.

Temukan informasi lebih lanjut di www.sif.org.sg.

Untuk informasi lanjut dan kesempatan wawancara, harap hubungi:Ms Nessi NasrudinSenior Executive, CommunicationsCommunications & Corporate Development Division, SIF
DID: +65 6690 6325Email: nessi.nasrudin@sif.org.sg





Jumat, 01 April 2016

Peluncuran Buku Menyunting Manual Wikipedia Bahasa Indonesia Di Goethe-Institute Jakarta


                              


Jakarta, LiputanSatu. Goethe-Institut Jakarta bekerjasama dengan Wikimedia Indonesia menyelenggarakan acara peluncuran "Buku Pedoman I: Menyunting Manual Wikipedia Bahasa Indonesia." Acara berlangsung, Kamis, 31 Maret 2016 di Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta  Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 9-15, Menteng, Jakarta. 

Christel Mahnke, Kepala Bagian Informasi dan Perpustakaan  Goethe Institut dalam sambutannya menyatakan  bagaimana perpustakaan di Jerman mendukung Wikipedia bahasa Jerman dengan aktif. Memulai menyunting artikel saat situs tersebut diluncurkan pada bulan Juni 2001. Ide informasi untuk semua dan akses bebas untuk konten pengetahuan adalah misi utama perpustakaan sebelum jaman digital dan masih relevan hingga kini.  Goethe-Institut bangga dengan tetap mendukung akses pada penegtahuan saat masyarakat bertransformasi memasuki era digital.

Sementara Siska Doviana sebagai penulis buku paduan manual Wikipedia bahasa Indonesua dan juga mantan Ketua Umum Wikipedia Indonesia menyambut baik kerjasama ini. Menurut Siska, perpustakaan adalah sangat penting untuk Wikipedia karena buku memiliki informasi dan referensi yang penting bagi penulis dalam menciptakan konten yang berkualitas tinggi.  Wikipedia melalui kompetensi  "Bebaskan Pengetahuan" yang dilangsungkan pada tahun 2010 dan 2014.

Buku Panduan Wikipedia bahasa Indonesia pembuatannya didanai oleh hibah Making All Voice Count  (MAVC) sebagai bagian dari upaya tranparansi informasi di Kalimantan. Ria Ernunsari dan Hivos yang juga menjadi salah satu pembicara  menyatakan pentingnya inisitip global yang mendukung inovasi penggunaan massal inovasi tersebut. Riset menemukan teknologi baru yang memungkinkan warga negara serta pemerintah untuk lebih terlibat merespon kebijakan . Karenanya MAVC mendukung Wikipedia dan open Street Map dalam menyediakan informasi mengenai geo-spasi dan teks yang dapat diakses orang dengan mudah. 

Peluncuran buku ini disetai dengan pelatihan, dimana 30 peserta dari berbagai latar belakang dan lokasi mencoba untuk membuat artikel Wikipedia yang mengunakan Buku paduan untuk pertama kalinya.

Buku pedoman ini merupakan buku modul pertama dari rangkaian tiga modul yang tersedia dengan topik yang berbeda. Modul pertama ditujukan untuk pengguna Wikipedia pemula yang ingin menyunting secara manual. Modul ini memuat penjelasan mengenai cara memulai penyuntingan yang disesuaikan dengan aturan, pedoman dan kebijakan Wikipedia. 

Modul kedua ditujukan untuk pengguna yang ingin berkontribusi lebih lanjut dengan menggunakan bot di Wikipedia.   Modul ketiga ditujukan untuk pengguna yang ingin membuat artikel secara otomatis dengan menggunakan data-data dari OpenStreetMap.

Pada 2016 ini, Wikpedia Indonesia dan Goethe-Institut Indonesien berencana untuk mengundang pembicara dari Jerman dan penulis buku Paduan Praktis Pengugunaan Creative Commons, Till Kreutzer yang bukunya telah diterjemaahkan ke dalam Bahasa Indonesia. (PR - RAC).