LIPUTANSATU.COM

Selasa, 29 Oktober 2013

AGNEZ MO MEMBUAT GEBRAKAN LIFESTYLE DI INDONESIA MELALUI NINETOLOGY U9


LIPUTANSATU-Jakarta, 25 Oktober 2013 - Ninetology Indonesia, perusahaan ASEAN yang bergerak di bidang teknologi perangkat ponsel, secara resmi memasuki pasar smartphone premium di Indonesia dengan meluncurkan rangkaian produk U9 smartphone. U9 smartphone menyatukan teknologi canggih dan urbanite profile melalui 3 tipe smartphone baru dan stylish yaitu X1, Q1, dan P1, yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kecepatan, presisi dan tingkat keterlibatan yang
tinggi.


Sean Ng, CEO Ninetology ASEAN mengatakan, "Kami bangga dengan peluncuran U9 smartphone hari ini. Indonesia adalah negara yang sangat dinamis dan memiliki potensi yang sangat besar dalam hal pasar ponsel. Oleh karena itu, kami berharap dapat merebut pangsa pasar dalam kategori smartphone premium dengan meluncurkan tiga model: X1, Q1 dan P1. Ponsel Ninetology dikembangkan sesuai dengan gaya hidup individu-individu yang senantiasa aktif dan berjiwa muda”.



"Sebelum menggagas pembuatan ponsel ini, tim Research & Development kami telah mempelajari budaya, kehidupan, dan kepribadian masyarakat perkotaan sehingga kami dapat menciptakan smartphone yang sesuai dengan minat, gaya hidup, dan perilaku setiap individu," tambah Sean.



U9 Smartphone hadir untuk memenuhi tiga selera utama konsumen, yaitu desain yang unik, ukuran yang pas, serta teknologi premium. Solusi teknologi terbaik ditambahkan untuk melengkapi pengembangan produk guna memaksimalkan kepuasan penggunanya.

"Dikembangkan sebagai hasil dari kemitraan strategis dengan MediaTek Inc, perusahaan semi konduktor fabless terkemuka untuk solusi komunikasi nirkabel dan multimedia digital, U9 mampu memberi pengalaman smartphone yang lebih kaya dengan harga yang kompetitif. Pelanggan dapat menikmati akses ke ribuan aplikasi termasuk social network, aplikasi dan program penunjang produktivitas, hiburan, sekaligus applications store," kata Sumarto, Wakil CEO Ninetology Indonesia. "Ninetology Indonesia didirikan untuk meningkatkan standar bisnis ponsel di Indonesia. Jika perusahaan lain hanya fokus pada keuntungan dan kuantitas, maka kami adalah perusahaan ASEAN yang berkomitmen untuk membawa kualitas, gaya hidup, dan kebanggan diri yang dapat pelanggan nikmati lewat produk-produk kami."

Dalam peluncurannya, Ninetology juga mengumumkan brand ambassador resmi mereka, Agnez Mo, seorang superstar Indonesia dan pengusaha muda sukses. Agnez Mo juga merupakan salah satu pemegang saham terbesar Ninetology Indonesia melalui SA Management Indonesia. Agnez mengekspresikan bakat dan kemampuannya dalam setiap perangkat lifestyle yang akan diproduksi oleh Ninetology Indonesia.
"Saya sangat senang dan bangga menyaksikan peluncuran U9 di Indonesia. Namun, ini hanya lah sebuah permulaan," kata Agnez Mo. “Dalam waktu dekat, kami berencana untuk memasuki segmen pasar yang lebih beragam melalui integrasi pengembangan produk yang mendalam. Kami juga akan lebih fokus pada personalisasi dan platform user friendly yang dapat disesuaikan dan dimodifikasi oleh penggunanya."


X1 didukung dengan prosesor quad core MediaTek terbaru dan layar Super AMOLED HD. Dua produk lainnya, Q1 dan P1, didukung oleh prosesor dual-core 1.3 GHz. Perangkat ini juga dilengkapi dengan aplikasi eksklusif Ninetology, Agnez Mo Apps. Aplikasi ini memungkinkan penggemar dan pengguna untuk berinteraksi dengan Agnez Mo dan artis lainnya, baik lokal maupun internasional, melalui one- stop platform dalam semua saluran media sosial. Hal ini mencakup feed berita interaktif yang menampilkan artis di Twitter, Instagram, Video Musik, serta Merchandise Online Store yang memberikan pengalaman terbaik dari urban entertainment world. Semua fitur tersebut menjadikan perangkat ini pendamping yang cerdas, seksi, dan stylish bagi mereka yang memiliki upbeat lifestyle.
X1 hadir dengan pilihan warna merah dan hitam, Q1 dengan warna hitam, dan P1 akan tersedia dalam pilihan warna hitam dan abu-abu. Ketiga model tersebut akan tersedia dengan harga Rp.3.399.000 (X1), Rp.1.399.000 (Q1) dan Rp.999.000 (P1). U9 smartphone akan tersedia di toko-toko retail smartphone mulai bulan November 2013. 

Keterangan Foto:
Pic 1: Pidato sambutan Soemarto, Deputy CEO Ninetology Indonesia
Pic 2: Pidato sambutan Sean Ng, CEO Ninetology Indonesia
Pic 3: Pidato sambutan Jeff Ng, Senior Manager Southeast Asia MediaTek
Pic 4: Sean Ng mempresentasikan teknologi Ninetology
Pic 5: Jeff Ng mempresentasikan teknologi MediaTek
Pic 6: Agnez Mo, salah satu pemegang saham terbesar di Ninetology
Pic 7: Agnez Mo berpose dengan produk Ninetology U9
Pic 8: Agnez Mo dan Daniel Mananta on stage
Pic 9: Ninetology Girls dengan rangkaian Ninetology U9 Smartphone: P1, Q1, dan X1.


Pidato sambutan Soemarto, Deputy CEO Ninetology Indonesia

 Pidato sambutan Sean Ng, CEO Ninetology Indonesia

Pidato sambutan Jeff Ng, Senior Manager Southeast Asia MediaTek

Sean Ng mempresentasikan teknologi Ninetology

 Jeff Ng mempresentasikan teknologi MediaTek

Agnez Mo, salah satu pemegang saham terbesar di Ninetology

Agnez Mo, salah satu pemegang saham terbesar di Ninetology


Agnez Mo dan Daniel Mananta on stage

 Ninetology Girls dengan rangkaian Ninetology U9 Smartphone: P1, Q1, dan X1.

Diposting oleh Ruslan Andy Chandra di 05.35 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 23 Oktober 2013

Hebat..!! Film Animasi 3D Karya Anak SMK Diputar di 34 Bioskop di Indonesia


Jakarta-Mulai hari ini para pengunjung bioskop akan mendapatkan tontonan yang berbeda dari biasanya. Mereka akan disuguhi sebuah maha karya film animasi tiga dimensi atau 3D, yang berkisah tentang petualangan seorang anak. Lalu apa istimewanya? 

Film ini bukan film Hollywood garapan orang barat, yang selama ini sering menghiasi layar lebar tanah air, tetapi 100 persen karya anak bangsa. Film berjudul Petualangan Si Adi ini berdurasi 90 menit. Lebih istimewa lagi, film ini dibesut oleh para pelajar SMK. Wow..hebatt..!!

Film bergenre action komedi ini menceritakan tentang petualangan seorang anak SMK mencari pusaka-pusaka di nusantara. Ditemani oleh robotnya yang canggih B10 mereka menumpas kejahatan, yang ditebarkan oleh Raja Kegelapan Kokar. Film ini diproduksi oleh Batavia Pictures bekerja sama dengan Castle Production.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kemdikbud Anang Tjahjono mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendukung penuh penayangan film ini mulai proses pengembangan sampai eksekusi akhir. Lebih dari itu, kata dia, dukungan yang diberikan dimulai dari memberikan bantuan komputer ke sekolah sampai kepada bimbingan yang diberikan oleh guru. “Prosesnya beberapa tahun, mulai dari film serial sampai menjadi film besar,” katanya di Kemdikbud, Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Anang mengatakan, pihaknya mendorong para pelajar SMK untuk terus berkarya menghasilkan produk bermutu. Dengan terus mengasah kemampuannya, kata dia, para siswa akan semakin pandai dan dapat bekerja sama dengan industri. “Kalau bisa produknya tidak hanya untuk konsumsi praktikum, tapi bisa dinikmati (masyarakat),” ujarnya.

Sekolah yang terlibat dalam pembuatan film ini adalah SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, SMKN 5 Yogyakarta, SMKN 2 Wonosobo, SMKN 2 Jepara, SMKN 9 Surakarta, SMKN Tunas Harapan Pati, SMKN 11 Surabaya, SMKN 4 Malang, SMKN Bina Informatika Tangerang, dan SMK Pelita YNH Sukabumi.

Anang menambahkan, setelah membuat film ini para pelajar SMK tentunya mempunyai pengalaman lebih banyak. Hal ini , kata dia, bisa dijadikan sebagai modal untuk bekerja di industri animasi atau bahkan berwirausaha sendiri. “Jadi siswanya membuat industri perusahaan animasi dengan bimbingan guru-gurunya. Targetnya anak jadi wirausaha,” katanya.

Jadi tunggu apalagi segera sambangi bioskop XXI dan 21 di kota anda, serta terus dukung kreasi anak bangsa. Kota-kota yang hari ini sudah mulai menayangkan adalah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Batam, Pekanbaru, dan Banjarmasin. Akan tayang juga di Kota Bogor, Semarang, Solo, Malang, Binjai, Palembang, Samarinda, dan Makassar.***
__._,_.
Diposting oleh Ruslan Andy Chandra di 23.37 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 22 Oktober 2013

NINETOLOGY HADIR DI INDONESIA

Jakarta - LIPUTANSATU. NINETOLOGY, perusahaan Mobile Lifestyle ASEAN kini hadir di Indonesia dengan meluncurkan serangkaian ponsel terbaru mereka. Dengan memperhatikan hal detail, ketelitian, seni, dan keindahan dengan unsur-unsur teknologi, NINETOLOGY selalu mengedepankan kepentingan dan keinginan masyarakat untuk menjadi setara dengan perkembangan teknologi global dan standar internasional.

Dalam memperkenalkan produk terbaru dan tercanggih untuk pasar Indonesia, NINETOLOGY mengundang media untuk menghadiri acara Grand Launching seri ponsel terbaru pada Jumat,  25 Oktober 2013 di Jakarta.

Pada acara tersebut, selain dihadiri oleh CEO NINETOLOGY, Sean NG, juga akan dihadiri oleh Agnes Monica.




Diposting oleh Ruslan Andy Chandra di 01.24 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Daftar Dugaan Nama Penerima Aliran Dari Dari Fathanah



  • Berikut nama 40-an wanita yang diduga mendapatkan aliran dana dari Fathanah,berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, Kamis (23/5/2013).

    1. Dewi Kirana: Rp 156 juta lewat Bank BCA 30 kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober2005. Rp 6,75 juta lewat Bank BCA, 4 kali per 9 Februari 2004-15 Juni 2005. Rp 265 juta lewat Bank Mandiri, 8 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    2. Yulia Puspitasari: Rp 110 juta lewat Bank Mandiri, 1 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    3. Evi Anggraini: Rp 525 juta lewat Bank Mandiri, 3 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013, PT Swakarya Adi Indah. Dan Rp 600 juta lewat Bank Mandiri sebanyak 12 kali.

    4. Ade Raechani: Rp 6 juta lewat Bank BCA, 3 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    5. Amelia Oktrivina: Rp 30 juta lewat Bank BCA, 1 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    6. Andi Marniaty: Rp 47,5 juta lewat Bank BCA, 7kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    7. Fatimah Samsi: Rp 16,5 juta lewat Bank BCA, 8 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    8. G Irena Wiradiputri: Rp 11,7 juta lewat Bank BCA, 1 kali per 16 Maret 2004-14 oktober 2005.

    9. Elly: Rp 64,5 juta lewat Bank BCA, 2 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    10. Mimin Mintarsih: Rp 7,25 juta lewat Bank BCA, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005. Rp14,875 juta lewat Bank BCA, 1 kali per 9 Februari 2004-15 Juni 2005.

    11. Nurmala Sari Dewi: Rp 1,1 juta lewat Bank BCA, 1 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    12. Hanny Surawati: Rp 3,5 juta lewat Bank BCA, 2 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    13. Kiki Rizki Amalia: Rp 7,5 juta lewat Bank BCA, 2 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    14. Eveline J: Rp 4,25 juta lewat Bank BCA, 1 kali antara 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    15. Rina Remilya: Rp 120 juta lewat Bank BCA, 9 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    16. Novia Ardhanariswa: Rp 128,5 juta lewat Bank BCA, 8 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    17. Rika Setiati: Rp 5 juta lewat Bank BCA, 2 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    18. Siti Asmala: Rp 496 juta lewat Bank BCA, 47 kali per 16 Maret 2004-14 oktober 2005. Dan Rp 28,5 juta lewat Bank BCA, 2 kali per 9 Februari 2004-15 Juni 2005.

    19. Soleha: Rp 13,7 juta lewat Bank BCA, 3 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    20. Virdavid Chandra: Rp 725 juta lewat Bank BCA, 1 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    21. Yuandi Tjandra: Rp 9,4 juta lewat Bank BCA, 2 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    22. Sukesi: Rp 52 juta lewat BCA, 3 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    23. Yulaikha S Bany: Rp 3,15 juta lewat Bank BCA, 1 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    24. Yulia Rivani Yusuf: Rp 10 juta lewat Bank BCA, 1 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    25. Wiwik Ermanto: Rp 500 juta satu kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    26. Shela Aprilliana: Rp 3 juta lewat Bank BCA, 1 kali per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

    27. Amel Fadly: Rp 1,271 miliar lewat Bank Mandiri, 2 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    28. Vivi Rosita Polandi: Rp 100 juta lewat Bank Mandiri, 2 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013. Rp 50 juta lewat Bank Mandiri, 2 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    29. Amalia Malik: Rp 372 juta lewat Bank Mandiri, 8 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    30. Putri Devani Kusumasari: Rp 150 juta lewat Bank Mandiri, 1 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    31. Fitri: Rp 90 juta lewat Bank Mandiri, 1 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    32. Dian Cendayani: Rp 50 juta lewat Bank Mandiri, 1 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    33. Etti Sukaeti: Rp 45 juta lewat Bank Mandiri, 1 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    34. Linda Silviana: satu kali Rp 1,025 miliar.

    35. Dewi Akmalia: Rp 150 juta lewat Bank Mandiri, 3 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    36. Maryano: Rp 24,9 juta lewat Bank Mandiri, 1 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    37. Ruliana Rebecca: Rp 46 juta lewat Bank Mandiri, 1 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    38. Sefti Sanustika: Rp 269 juta lewat Bank Mandiri, 9 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    39. Srikandi Rohani: Rp 50 juta lewat Bank Mandiri, 1 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    40. Tri Kurnia Rahayu: Rp 35 juta lewat Bank Mandiri, 1 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    41. Surtini Gulyanti, Rp 17 juta lewat Bank Mandiri, 6 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    42. Yulia Puspitasari R Sose: Rp 170 juta lewat Bank Mandiri, 4 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    43. Elsya Putri Adiyanti: Mandiri overbooking Rp 2 miliar lewat Bank Mandiri, 2 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    44. Erna Komalaningrum: Rp 25 juta lewat Bank Mandiri, 1 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

    45. Erna: Rp 53 juta lewat Bank Mandiri, 1 kali per 1 Januari 2011-1 Februari 2013. (Tnt/

Diposting oleh Ruslan Andy Chandra di 01.18 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 20 Oktober 2013

STOP LIBERALISASI APEC, JALANKAN KEMANDIRIAN NASIONAL



Rilis Pers
Resistance and Alternatives to Globalization (RAG)
atas Konperensi APEC, 1-8 Oktober 2013, di Bali Indonesia

STOP LIBERALISASI APEC,
JALANKAN KEMANDIRIAN NASIONAL

Forum APEC yang diselenggarakan di Bali, Indonesia pada tanggal 1-8 Oktober 2013 merupakan forum tahunan dari para pengambil keputusan negara dan para pimpinan korporasi (di APEC lewat APEC Business Advisory Council/ABAC) dalam menyetir agenda perdagangan bebas di wilayah Asia Pasifik. Forum APEC juga seringkali dijalankan untuk memenuhi hasrat dominasi Amerika Serikat di wilayah Asia Pasifik.
Tahun ini agenda perdagangan bebas mendominasi agenda pertemuan. Ini karena dunia sedang mengalami perubahan besar kepada perdagagan abad-21. Saat ini secara definitif hendak ditetapkan agenda perdagangan Rantai Pasokan untuk menjadi tema utama dari puncak pertemuan perdagangan bebas di APEC dan di WTO pada Desember 2013 nanti. APEC akan menjadi pendorong utama agar perundingan Putaran Doha di WTO yang mengalami kemacetan dan kebuntuan, dapat kembali bergerak dinamis, mengarah kepada pengadopsian rantai pasokan sebagai perspektif utama model perdagangan abad 21 ini. Karenanya tujuan APEC dan WTO kali ini sangat bersesuaian, karena sama-sama akan diadakan di Bali dalam rentang waktu yang pendek. Ini tidak lepas juga dari peran Indonesia yang secara sukarela menjadi relawan dalam mengatasi kebuntuan ini dengan menawarkan menjadi tuan rumahnya. Padahal Indonesia sebenarnya tidak mempunyai kepentingan utama dalam mempromosikan ekonomi rantai pasokan, karena Indonesia tidak terintegrasi secara penuh ke dalamnya.
Kami bertanya, apakah ada kepentingan nasional Indonesia yang akan diperjuangkan, ketika menjadi tuan rumah pertemuan APEC? Apa maksud ucapan presiden SBY yang menyatakan dirinya sebagai “Chief Salesperson Indonesia Inc.? Apakah mau menjual dan menggadaikan Indonesia? Karena Indonesia sampai saat ini ekonominya masih bersifat primitif, yaitu lebih banyak didominasi ekspor bahan mentah dan komoditas pertanian. Indonesia dalam era rantai pasokan hanya menjadi pemasok bahan-bahan mentah di bagian hulu dan pasar serba terbuka di bagian hilir. Indonesia bahkan oleh badan PBB (UNIDO/United Nations Industrial Development Organization) belum dapat disebut sebagai Negara industri, karena sumbangan sektor industrinya terhadap PDB masih sangat lemah (di bawah 25%). Indonesia menurut pemerintah berkepentingan terhadap dijalankannya agenda konektivitas dan proyek-proyek infrastruktur. Akan tetapi bisa dilihat bahwa hal ini hanyalah untuk kepentingan elit-elit Indonesia yang bersifat pemburu rente (rent-seekers) yang berkepentingan atas proyek-proyek infrastruktur dan konektivitas, dan bukan untuk membangun bangsa dan negaranya.
Oleh karena itu kami hendak menyampaikan pandangan-pandangan kami berikut ini:
1.       Bahwa pertemuan APEC kali ini di tengah-tengah krisis ekonomi, justru akan memperkuat terjadinya krisis ekonomi lanjutan. Hal ini bisa dilihat dari batalnya kedatangan presiden AS Barrack Obama dikarenakan krisis ‘shutdown’ negaranya. AS sebenarnya sedang menghadapi krisis utang yang luar biasa besarnya, yang terutama dikarenakan dampak dari liberalisasi keuangan dan utang.
2.      Agenda APEC yang berusaha mendorong pencapaian semangat Bogor Goals (rezim perdagangan dan investasi yang semakin terbuka dan bebas) justru membuktikan bahwa Bogor Goals adalah jalan sesat yang memperkuat krisis semakin besar, karena liberalisasi perdagangan dan investasi merupakan penyebab utama krisis global 1997/98, 2008/09 dan sekarang ini (2012/13).  Liberalisasi import telah menjadi penyebab terjadinya kelangkaan bahan-bahan pangan dan naiknya harga-harga di Indonesia, akibat pasar yang tidak bisa dikontrol oleh Negara, dan dijalankannya skema import besar-besaran sebagai alat penanggulangan krisis.
3.      Agenda APEC mendorong diadakannya perdagangan rantai pasokan, yang akan dibawa ke dalam forum WTO Desember mendatang. Perdagangan rantai pasokan ini sejatinya hanya akan memperkuat jaringan rantai produksi korporasi-korporasi global yang akan mengikat negara-negara untuk menjadi ‘pelayan’ di dalam titik-titik mata rantai produksi barang, jasa dan modal. Ini akan memperkuat kekuatan korporasi dunia atas negara-negara berdaulat. Langkah pertamanya adalah menjalankan kesepakatan Trade Facilitation (fasilitasi perdagangan) baik di APEC maupun yang akan dibawa ke WTO, sebagai alat membebaskan perdagangan dari segala hambatan perbatasan serta memaksakan subsidi Negara dalam membiayai berbagai modernisasi aspek-aspek logistik yang baru untuk kepentingan korporasi.
4.      Agenda APEC bagi peningkatan konektivitas dan pembangunan infrastruktur juga terkait dengan perdagangan rantai pasokan, yaitu agar Negara membiayai kelancaran arus distribusi barang, jasa, modal dan gerak kaum bisnis, sehingga pihak korporasi dapat menjalankan operasi usahanya dengan lebih efisien dan efektif serta meningkatkan keuntungan (profit) lebih banyak lagi. Hal ini dapat dilihat dari program MP3EI yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia, yang menambah utang baru bagi pemerintah untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur maupun memfasilitasi penguasaan swasta atas fasilitas dan aset publik untuk dikuasai pihak korporasi. Contohnya adalah proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) yang sebenarnya dijalankan untuk kepentingan pihak swasta tertentu dan proyek rente birokrat.
5.      Karenanya resep yang dibawakan oleh APEC bagi rezim perdagangan dan investasi yang semakin bebas akan menjerumuskan kembali dunia dan kawasan kedalam krisis yang akan terus berulang. Pernyataan presiden SBY untuk melanjutkan liberalisasi perdagangan adalah salah-kaprah. Liberalisasi adalah jalan kepada krisis tak berujung, akan tetapi justru dipakai sebagai obat untuk menyembuhkan krisis. Akibatnya malah krisis akan semakin sering terjadi dan terus berulang tiada henti.
6.      Kami meminta agar pemerintah RI menyadari kekeliruan kebijakannya selama ini, dan harus berganti arah kepada penguatan kemandirian nasional. Indonesia harus kembali kepada amanat konstitusi sebagai Negara berdaulat yang mandiri dan tidak terus menerus didikte ke dalam arus liberalisasi seperti sekarang. Liberalisasi perdagangan dan investasi sebagaimana yang dibawakan oleh APEC adalah bertentangan dengan konstitusi Negara - UUD 1945 dan Pancasila.  
Jakarta, 8 Oktober 2013
Bonnie Setiawan, 081315540553
Edy Burmansyah, 08192277637
Diposting oleh Ruslan Andy Chandra di 09.51 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Bank Indonesia Gelar "Bukan Sekedar Stand Up Commedy"


 



Jakarta,  LiputanSatu-Bank Indonesia akan menggelar acara audisi "Bukan Sekedar Stand Up Comedy." Dengan Tema: "Edutaiment Nilai-Nilai Sumpah Pemuda dalam Sejarah Kelembagaan & Kebijakan BI serta Wisata Kota Tua. Sabtu, 26 Oktober 2013.




 https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10202323487988919&set=a.1143322863601.111837.1243375435&type=1&theater
Diposting oleh Ruslan Andy Chandra di 09.39 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

"Framework Convention on Tobacco Control (Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau) untuk Ketahanan Bangsa"

AJI JAKARTA

 

No          : 144/AJIJAK/X/2013
Hal         : Undangan workshop FCTC untuk Ketahanan Bangsa
 
 
 
Kepada Yth
Koordinator Liputan
Media Massa
Di Jakarta
 
 
Dengan hormat, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau akan menyelenggarakan workshop jurnalistik dengan tema "Framework Convention on Tobacco Control (Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau) untuk Ketahanan Bangsa" Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas jurnalis dalam meliput isu FCTC.
 
Untuk itu, melalui surat ini kami mengundang reporter media Bapak/Ibu menjadi peserta workshop yang akan dilaksanakan pada :
 
Hari/tanggal          : Senin, 21 Oktober 2013
Pukul                      : 08.30 WIB s/s selesai
Tempat                  : Hotel Royal Kuningan (seberang hotel Four Season),
Jl. Kuningan Persada Kav II, Setiabudi, Jakarta
 
Peserta workshop terbatas untuk 25 orang jurnalis dan tidak dipungut biaya. Selain mengikuti workshop, para jurnalis juga diberi kesempatan mengikutsertakan karyanya ke lomba jurnalistik tentang FCTC. Dewan juri akan memilih tiga karya terbaik dengan hadiah masing-masing Rp. 5 juta.
 
Pendaftaran workshop dapat melalui email ajijak@cbn.net.id dengan menyebutkan nama, media dan nomor HP sebelum tanggal 20 Oktober pukul 23.00 WIB.
 
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi sekretariat AJI Jakarta di 021 7984105 atau ajijak@cbn.net.id dengan Sdr. Ade Herdiana (HP.0898 8978 456)
 
Demikian undangan ini kami sampaikan, atas kesediaannya kami mengucapkan terima kasih.
 
Jakarta, 17 Oktober 2013
 
Salam,
 
 
 
 Yus Ardhiansyah
 
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Agenda Workshop FCTC
 
08.30 – 09.00   Registrasi
09.00 – 09.30   Pembukaan dan perkenalan
 
09.45 – 10.30   Sesi 1: Pemutaran film Sex Lies and Cigarette disertai dengan paparan dari sosiolog Imam B. Prasodjo
 
10.30 – 12.30   Sesi 2:
Diskusi Panel:
1. Hasil survei nasional tentang prevalence perokok oleh Bambang Sulistomo (Kementerian Kesehatan)
2. Sejarah FCTC dan isi FCTC  oleh Widy Wibisana (WHO)
3. FCTC  untuk Ketahanan Bangsa oleh Tuti Soerojo (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia)
4. FCTC dan HAM  oleh Ifdhal Kasim (KOMNAS HAM)
5. Hasil survey Pandangan Masyarakat  tentang FCTC oleh Deni Wahyudi K (Indonesia Institute for Social Development)
 
12.30 – 13.30    Makan siang
 
13.30 – 15.00    COUNTERING MYTHS
Diskusi mengenai mitos apa saja dan apa key messages yang perlu dikumandangkan untuk melawan mitos
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
 
15.00 – 15.30    Coffee break
 
15.30 – 16.00    Pengumuman lomba jurnalistik
 
16:00 – 17:00    Press Briefing
1. Mawarwati (Mantan Delegasi RI pada pembahasan FCTC)
2. Hakim Sorimuda Pohan (Anggota Komisi Nasional Pengendalian Tembakau)
 
Diposting oleh Ruslan Andy Chandra di 08.53 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
CONTENT TWITTER HERE
CONTENT FACEBOOK HERE

Arsip Blog

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Juni (1)
      • Stadion Mini Baru Irekap Dekat Griya Jati Asri Depok
  • ►  2021 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (22)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (11)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (24)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (4)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2018 (49)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (12)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2017 (24)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Maret (10)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (65)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (11)
    • ►  Juni (14)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (14)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2015 (278)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (18)
    • ►  Agustus (23)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (15)
    • ►  Mei (33)
    • ►  April (57)
    • ►  Maret (52)
    • ►  Februari (41)
    • ►  Januari (25)
  • ►  2014 (367)
    • ►  Desember (58)
    • ►  November (66)
    • ►  Oktober (59)
    • ►  September (32)
    • ►  Agustus (21)
    • ►  Juli (18)
    • ►  Juni (11)
    • ►  Mei (18)
    • ►  April (26)
    • ►  Maret (27)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (17)
  • ►  2013 (372)
    • ►  Desember (12)
    • ►  November (10)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (9)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Juli (26)
    • ►  Juni (40)
    • ►  Mei (53)
    • ►  April (39)
    • ►  Maret (63)
    • ►  Februari (50)
    • ►  Januari (52)
  • ►  2012 (295)
    • ►  Desember (41)
    • ►  November (60)
    • ►  Oktober (21)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (15)
    • ►  Juni (26)
    • ►  Mei (27)
    • ►  April (26)
    • ►  Maret (26)
    • ►  Februari (32)

Mengenai Saya

Foto saya
Ruslan Andy Chandra
Saya Relawan Indonesia di Google Maps Level - 10. Mendirikan Komunitas Indonesia Berbagi Jalan dan saat ini bersosialisasi secara langsung di jalan maupun di media online seperti di: https://www.facebook.com/notes/ruslan-andy-chandra/sosialisasi-satu-meter-untuk-roda-dua/10150701926603296, https://www.facebook.com/notes/yayasanpromosijori/mohon-dukungan-kita-semua-sosialisasi-satu-meter-untuk-roda-dua-one-for-two/147508898674420 dan lainnya. Media online ini kami persembahkan dalam rangka ikut mencerdaskan bangsa dan memberi informasi dan menggalang dana kegiatan kami. Jika Anda ingin mengirimkan berita/artikel ataupun release, silahkan kirim melalui email ke yayasanps@gmail.com. Dukungan dan sumbangsih untuk kegiatan dan aktivitas kami dapat disalurkan melalui Yayasan Promo Sijori/Ruslan Andy Chandra, CIMB Niaga Rek. 704227620000. Selain itu saat ini kami sedang mensosialisasikan Matikan Motor Saat Antri BBM (MMSAB) dengan 7 Manfaat melalui mesia sosial, seminar dan stiker nasional Terima kasih dan salam hormat, Tim Relawan Indonesia Berbagi Jalan, Satu Meter untuk Roda Dua -One for Two dan MMSAB Ruslan Andy Chandra Ketua Tim 081294004611
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.