Sabtu, 16 April 2016
Perubahan Iklim Bukan Hanya Jargon, Perlu Aksi Nyata ‘
‘Kita adalah generasi pertama yang dapat mengakhiri kemiskinan, sekaligus generasi terakhir yang dapat mengakhiri (bencana) perubahan iklim” (Ban Ki Moon, Sekjen PBB, 2015).
LIPUTANSATU.COM - Pentingnya pemberdayaan dan komunikasi lintas generasi mengingat generasi muda turut menjadi penentu keberhasilan umat manusia lolos dari perubahan iklim menjadi semangat talk show Dialog Antar Generasi: Tantangan dan Peluang bagi Kaum Muda yang diselenggarakan CDKN (Climate and Development Knowledge Network) bekerja sama dengan Indonesia Climate Change Trust Fund. Diskusi yang diselenggarakan di JCC ini menghadirkan pembicara Sarwono Kusumaatmadja (Ketua Dewan Pengarah Perubahan Iklim Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Fabby Tumiwa (Direktur Institute for Essential Service Reform), dan Gracia Paramitha (pengajar London School of Public Relations) serta Mirantha Kristanty (aktivis Climate Reality Project).
Sarwono mengungkapkan tanggal 20 Desember 2015, rembuk dunia menghadapi bencana perubahan iklim (CoP - Conference of Parties) di Paris menghasilkan sejumlah kesepakatan baru. Peserta mewakili 196 negara sepakat bahwa sejak 2020 kenaikan suhu udara di muka bumi perlu dibatasi agar jangan sampai melebihi 2 derajat Celcius, dan kalau dapat hanya 1.5 derajat Celcius.
Komitmen 187 negara dari keseluruhan 196 peserta CoP juga berhasil mentargetkan 96% penurunan emisi yang di perlukan agar suhu naik tidak melebihi 2 derajat Celcius. Rencana yang diumumkan secara terbuka mengenai upaya tanggap iklim masing-masing Negara ini di sebut sebagai INDC, atau Intended Nationally Determined Contribution( Kontribusi yang Ditentukan secara Internal oleh Masing masing Negara). “INDC merupakan instrumen penting bagi perencanaan tanggap iklim di dunia termasuk dengan menghitung mitigasi dan adaptasi yang di sampaikan oleh masing masing Negara guna menghidari (kenaikan) dua derajat,” lanjut Sarwono.
Para panelis sepakat bahwa tanggap perubahan iklim bukan hanya jargon, namun tindak nyata perlu di lakukan. Yang paling penting adalah praktiknya. Siebe Schuur, diplomat senior dan perwakilan dari Kedutaan Belanda yang turut berpartisipasi dala acara itu berkisah bahwa di Eropa dan Afrika telah di bangun gerakan meninggalkan kantung plastik. Salah satu cara kita meningkatkan kualitas hidup adalah dengan mencermatinya. “Hidup berkualitas adalah berjalan kaki di udara segar alami bukan berkendara dalam mobil mewah ber AC,” ungkap Sarwono.
Fabby menekankan, inovasi teknologi sangat berperan dalam tanggap perubahan iklim. IESR (Institute for Essential) telah menciptakan carbon calculator yaitu suatu alat pengukur untuk membantu menyadari dampak dari kegiatan yang kita lakukan sehari hari terhadap emisi karbon sebagai penyebab perubahan iklim.
“Carbon calculator ini akan membantu setiap orang menyesuaikan gaya hidup agar hemat energy,” ungkap Fabby. Carbon calculator ini dapat diakses di http://www.iesr.or.id/kkv3/
Dari seluruh dunia, Generasi muda sendiri telah mulai membangun gerakan membangun kesadaran perubahan iklim. Berbagai forum dan komunikasi kreatif di kerahkan “tiga hal aterbukti penting, yaitu pendidikan kreativitas dan sikap kritis”, menurut Gracia.
www.cdkn.org; http://cdkn.org/wp-content/uploads/2015/09/INDONESIA_Outlook_newsletter_final1.pdf
Narahubung: Lady Hafidaty, CDKN, nomor telepon 085778281582
Jumat, 15 April 2016
CDKN melalui Indonesia Climate Change Education Forum & Expo 2016 (ICCEFE) Selenggarakan Dialog Antar Generasi: Tantangan dan Peluang Bagi Kaum Muda
LiputanSatu.Com - Terkait tantangan dan peluang perubahan iklim maka CDKN melalui Indonesia Climate Change Education Forum & Expo 2016 (ICCEFE) akan menyelenggarakan Dialog Antar Generasi: Tantangan dan Peluang Bagi Kaum Muda.
Acara ini dilakukan sebagai upaya mendukung advokasi pembangunan selaras perubahan iklim (Climate Compatible Developmentatau CCD) dengan meningkatkan pengetahuan para pihak termasuk pembuat kebijakan, kaum muda, untuk melakukan gerakan secara sinergis bagi mitigasi dan adaptasi perubahan, dengan menggunakan basis pengalaman dan pengetahuan mutakhir. Adapun acara talk show akan dilakukan pada Sabtu, 16 April 2016 di Panggung Lobby Assembly Hall (JCC) Jakarta.
Untuk itu, kami mengundang rekan – rekan media untuk meliput kegiatan yang kami selenggarakan tersebut. Adapun Term of Reference dan sekilas info mengenai CDKN terlampir.
Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.
Hormat Kami,
Dialog Antar Generasi:
Tantangan dan Peluang bagi Kaum Muda
Talkshow
Climate and Development Knowledge Network (CDKN)
Bekerja sama dengan ICCTF (Indonesia Climate Change Trust Fund)
untuk
INT’L CLIMATE CHANGE EDUCATION FORUM EXPO 2016
A. LATAR BELAKANG
Perubahan iklim bukanlah masalah lingkungan semata. Perubahan iklim adalah masalah
ekonomi, bahkan persoalan pembangunan dan penanggulangan kebencanaan. Sebagai contoh,
studi oleh GCP dan WCS yang di dukung oleh CDKN di tahun 2015-16 menunjukkan bahwa di
Aceh ekosistem hutan tropika humida telah memberi perlindungan terhadap tanaman pangan.
Tanpa jasa lingkungan itu maka padi sawah saat terjadi banjir dan kekeringan akibat perubahan
iklim, akan terjadi kerugian pangan tidak kurang dari 200 juta dollar atau 2,6 trilliun Rupiah per
tahun.
Selama ini pendekatan kebijakan pembangunan seakan tak beranjak (Business as usual-BAU).
Secara global cara membangun yang dilakukan selama ini diakui telah menyebabkan terjadinya
pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim.
Selama ini pembangunan dengan keseragaman pendekatan dan titik berat pada aspek ekonomi
telah membatasi ruang gerak dan kreativitas, sehingga dampak kebijakan itu belum memberikan
manfaat yang progresif seperti diharapkan. Melalui pendekatan yang tidak lagi BAU diharapkan
praktik pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan.
Dengan kata lain kita perlu kritis terhadap kebijakan pembangunan yang telah kita rasakan, agar
menumbuhkan inovasi dan konteks yang khas bagi masing masing daerah di Indonesia.
Tantangannya adalah bagaimana kaum muda dapat maju untuk menjawab tantangan dan
memanfaatkan peluang yang dibawa oleh perubahan iklim. Termasuk di antaranya
menghidupkan kembali berbagai kearifan lokal dan pengetahuan tradisional.
Isu yang paling menarik adalah bagaimana memberdayakan kaum muda. Tanpa bermaksud
menggurui atau menghakimi maka diperlukan kesiapan untuk belajar dua arah, secara lintas
generasi . Kuncinya, bagaimana mewujudkan sikap dan perilaku tanggap iklim yang sesuai
dengan alam Indonesia dan menggunakan pendekatan baru.
Kesepakatan perubahan iklim sedunia (CoP-21 UNFCCC) di Paris 2015 dapat
dimanfaatkan sebagai pemicu untuk melakukan semua itu.
B. TUJUAN
Sasaran pertemuan ini adalah untuk mendukung advokasi pembangunan selaras
perubahan iklim (Climate Compatible Development atau CCD) de
B. TUJUAN
Sasaran pertemuan ini adalah untuk mendukung advokasi pembangunan selaras
perubahan iklim (Climate Compatible Development atau CCD) dengan meningkatkan
pengetahuan para pihak termasuk pembuat kebijakan, kaum muda, untuk melakukan
gerakan secara sinergis bagi mitigasi dan adaptasi perubahan, dengan menggunakan basis
pengalaman dan pengetahuan mutakhir.
Tujuan acara ini memfasilitasi dialog interaktif agar melalui diskusi lintas generasi maka
para pihak dan terutama kaum muda dapat membangun pendekatan yang inovatif, dan
beragam serta khas bagi masing masing daerah agar efektif menghadapi tantangan dan
peluang perubahan iklim secara terstruktur dan sistematik.
C. KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN
Kegiatan akan dilaksanakan melalui diskusi singkat namun padat dan strategis melibatkan para
ahli dan tokoh masyarakat.
Pembicara:
- Sarwono Kusumaatmadja, Ketua Dewan Pengarah Perubahan Iklim di Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pakar lingkungan, dan Menteri Lingkungan
Hidup periode 1993-8
- Fabby Tumiwa, Direktur IESR – Institute for Essential Services Reform; dan
Anggota Majelis Wali Amanat Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF)
- Mirantha Kristanty, aktivis youth forum and Climate Reality Project
- Moderator: Gracia Paramitha, pengajar di London School of Public Relations, dan
UNEP TUNZA Global Youth Advisor on Asia Pacific
Stan pameran juga akan disiapkan untuk menyebarluaskan hasil riset dan produk pengetahuan
dari CDKN dan ICCTF.
D. MATERI
Materi akan mencakup 4 hal
o UNFCCC CoP-21, dan PR bagi Indonesia: hasil CoP garis besar , peran
Indonesia, dan bagaimana youth akan menjalankan tugas tersebut
o tantangan dan peluang bagi pembuatan kebijakan ke depan, agar memberi
gambaran bagaimana membangun energi (tepat guna, dan off grid).
o peran pemuda/i dalam gerakan melawan apa yang harus dilakukan
sebagai anak muda ketika ada PR, apa yang akan di pikirkan; apa yang
perlu difasilitasi (harapan apa yang akan di akukan);
gambaran Indonesia di masa depan berdasarkan hasil CoP 21; sharing
apa yang di lihat dari UNFCCC, apa yang dilihat terhadap Indonesia
apa yang mungkin di benahi di Indonesia, dan bagaimana caranya
o apa yang dapat di lakukan anak muda (membuat buku; peluang dan tantangan
anak muda berperan di alam Indonesia di masa mendatang).
E. KELUARAN DIHARAPKAN
Keluaran yang diharapkan adalah:
- Pemahaman apa yang dapat dan perlu ditindak lanjuti dari pertemuan perubahan
iklim dunia (CoP-21) di Paris
- Pemahaman yang lebih baik terkait pembangunan selaras perubahan iklim (CCD)
- Pemahaman mengenai peran kamu muda, dan bagaimana memfasilitasi tantangan dan
peluang terkait khususnya dalam menumbuhkan invoasi dan keberagaman
F. PESERTA
Acara di desain sebagai dialog interaktif. Peserta adalah aktivis, akademisi, media, dan
masyarakat umum dengan ruangan yang di desain untuk menampung 100 orang.
G. WAKTU DAN LOKASI
- Acara akan berlangsung diantara Indonesian Climate Change Education Expo, 14 –
17 April 2016 di Jakarta Convention Center (JCC)
Acara diskusi sendiri akan berlangsung pada
- Hari, dan tanggal: Sabtu, 16 April 2016
- Waktu: 13.00 – 15.00
- Tempat: Panggung Lobby Assembly Hall (JCC)
*Untuk konfirmasi hubungi : Lady Hafidaty 0857 7828 1582 (Networking Officer)
Tentang CDKN
Climate and Development Knowledge Network atau CDKN
merupakan program pengetahuan dan pembangunan yang
dimulai tahun 2010, dengan tujuan untuk membantu para
pengambil keputusan di negara-negara berkembang dalam
merancang dan melaksanakan pembangunan selaras iklim
(Climate Compatible Development atau CCD).
Dalah hal pendanaannya, dari bulan Maret 2010 bulan April
2017, CDKN didukung oleh Departemen Pembangunan
Internasional Kerajaan Inggris (UK Department for
International Development atau DFID) , serta Direktorat
Jenderal Kerjasama Internasional, Kementerian Urusan Luar
Negeri Belanda (the Dutch Ministry of Foreign Affairs atau
DGIS). Selepas 2017 maka CDKN segera beralih, dari
program duet Inggris Belanda menjadi kesatuan yang
didukung oleh banyak pihak, atau multi-donor.
Siapakah Kami
Program pembangunan selaras iklim oleh CDKN dikelola
oleh sebuah konsorsium yang dipimpin
PricewaterhouseCoopers LLP (PwC). Anggota konsorsium
termasuk Fundación Futuro Latinoamericano, sebuah
organisasi non pemerintah (NGO) untuk pembangunan
berkelanjutan yang bertempat di Ecuador; LEAD Pakistan
(NGO yg bertujuan menginspirasi kepemimpinan di negaranegara
sedang berkembang di Asia); dan SouthSouthNorth
(NGO yg bertujuan mengurangi kemiskinan di Afrika SubSahara).
Misi Kami
CDKN mendukung para pengambil keputusan dalam
mendesain dan menyajikan pembangunan selaras iklim
(CCD). Kami melakukannya dengan mengkombinasikan
riset, layanan pemberian saran/penasihat dan pengelolaan
pengetahuan dalam mendukung proses kebijakan yang
dikelola dan dimiliki oleh para pihak setempat. Dalam
kegiatannya, CDKN bermitra dengan para pengambil
keputusan untuk sektor-sektor publik, non pemerintah, dan
swasta, baik berskala nasional, regional dan global. Kami
berpegang pada cita-cita pembangunan manusia (human
development) dan kelestarian lingkungan (environmental
sustainability).
Apa yang Kami Upayakan
CDKN berupaya menyampaikan saran teknis yang
berkualitas, menempa kemitraan efektif yang khusus, dan
membangun cara berpikir mutakhir tentang pembangunan
selaras iklim. Empat tema strategis yang kami geluti
adalah:
Rencana dan strategi pembangunan selaras iklim
(CCD)
Memperbaiki akses negara-negara berkembang
terhadap pembiayaan perubahan iklim
Memperkokoh ketahanan melalui manajemen
resiko terhadap perubahan iklim
Mendukung juru runding dari negara-negara
berkembang dan yang paling rentan perubahan
iklim.
Dimana Kami Bekerja
Dengan markas besar di kota London, misi CDKN
menjangkau 4 benua, dengan kantor kantor regional di
Asia, Amerika Latin, dan Afrika.
Berdasarkan pertimbangan
penting seperti kemauan politik bagi pembangunan selaras
iklim, dan dampak yang dapat dihasilkan maka CDKN
bekerja di 13 negara yaitu: Karibia, El Salvador, Colombia,
Peru, Ethiopia, Rwanda, Kenya, Uganda, India, Pakistan,
Nepal, Bangladesh, dan Indonesia.
Kegiatan CDKN di Indonesia
CDKN menghadapi perubahan iklim dengan bermitra
dengan para pihak terkait. Perhatian besar di berikan pada
aspek keuangan perubahan iklim, sebagaimana
dicontohkan melalui kerja sama dengan Indonesian Climate
Change Trust Fund (ICCTF). Terkait kebijakan energi baru
dan terbarukan, maka CDKN mendukung upaya Kementrian
Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan analisis terkait
konservasi energi, termasuk terobosan teknologi seperti
sistem motor yang sangat efisien. Di Nusa Tenggara Timur,
bekerja sama dengan Germanwatch dan Institute for
Essential Services Reform (IESR), CDKN mendukung
pengembangan kapasitas keuangan perubahan iklim bagi
Kota Kupang. Di Nusa Tenggara Barat, bekerja sama
dengan Energy Center of the Netherlands (ECN) and para
pakar dari Universitas Mataram, CDKN membantu
pengembangan kebijakan energi baru dan terbarukan,
terutama mikrohidro. DI propinsi Aceh, CDKN mendukung
kajian lapangan yang menjelaskan pertimbangan ekonomi
mengapa hutan perlu dilestarikan demi memelihara jasa
lingkungan yang seringkali terlupakan seperti air-en.
Sabtu, 09 April 2016
The Sponsor of Destination Europe 2016
SPONSORS
PLATINUM SPONSORS
AIR FRANCE KLM is a major player in the air transport industry. From its dual Paris-Charles de Gaulle and Amsterdam-Schiphol hubs, the Group operates the leading schedule of long-haul flights on departure from Europe and serves 231 destinations. AIR FRANCE and KLM are members of the SkyTeam alliance which has 20 member airlines, offering customers access to a global network of over 15,500 daily flights to 1,064 destinations in 178 countries.
GOLD SPONSORS
Deutsche Lufthansa AG is a global aviation group with its headquarters based in Germany, employing more than 120,600 staff worldwide. During the summer schedule 2016, Lufthansa, Austrian Airlines, Brussels Airlines, SWISS jointly serve 295 destinations in 100 countries on four continents. In 2015, more than 107 million air passengers were welcomed on board. With 23 gateways in Asia/Pacific, the airline group is leading in the region. In Asia-Pacific, Lufthansa Group flies to 18 destinations in 6 countries, offering a total of 141 weekly flights from Asia-Pacific to Europe. Lufthansa connects key cities within Indonesia via our partner airlines through Singapore and Bangkok to Europe and beyond.
Swiss International Air Lines (SWISS) is Switzerland’s national airline, serving 104 destinations in 48 countries from Zurich and Geneva and carrying more than 16 million passengers a year with its 93-aircraft fleet. As “The Airline of Switzerland”, SWISS embodies the country’s traditional values, and is committed to delivering the highest product and service quality. With its workforce of some 8,250 personnel, SWISS generated total operating income of CHF 5.2 billion in 2014. SWISS is part of the Lufthansa Group, and is also a member of Star Alliance, the world’s biggest airline grouping.
Swiss International Air Lines (SWISS) is Switzerland’s national airline, serving 104 destinations in 48 countries from Zurich and Geneva and carrying more than 16 million passengers a year with its 93-aircraft fleet. As “The Airline of Switzerland”, SWISS embodies the country’s traditional values, and is committed to delivering the highest product and service quality. With its workforce of some 8,250 personnel, SWISS generated total operating income of CHF 5.2 billion in 2014. SWISS is part of the Lufthansa Group, and is also a member of Star Alliance, the world’s biggest airline grouping.
MEDIA PARTNERS
Getaway! Magazine is Indonesia’s leading monthly printed travel magazine for the urban, hip and adventurous travelers. From our first publication in July 2011, Getaway! Magazine continuously brings unique and fresh travel content for our readers.
GO-TIX is a mobile-ticketing service which provides information on events such as music, sports, art and culture, attractions or workshops.
InClover magazine influences, educates and inspires with a creative, unique and upscale format. InClover magazine strive to present publications to the most affluent audience. Creative design that emphasizes on notable photography makes the magazine a valued guide of progressive and luxurious lifestyle.
AIRPORTEVE consists of television stations & broadcast companies that specialize in airing programmes at airports across Indonesia. AIRPORT TC has more than 140 units of digital television located at strategic locations such as check-in areas, corridors, boarding and arrival lounges. “We produce great programme and are committed to always improve our digital products and services to attract visitors at the airports”.
PROGRAMME
9 APRIL, 11:50
Cooking Demo | Slovakia
9 APRIL, 13:40
Studying in France
9 APRIL, 16:00
The Magic of Opera | Italy
10 APRIL, 12:20
Traditional Dance Horo | Bulgaria
10 APRIL, 15:30
Game Show | Germany
10 APRIL, 16:00
Dutch Language Class
.
|
The Platinum Sponsor Package EUR 10.000 / IDR 143.000.000
The Gold Sponsor Package EUR 6.500 / IDR 92.950.000
The Silver Sponsor Package EUR 3.500 /IDR 50.050.000
The Contributions of Sponsors
For each category of sponsorship, the contributions of Sponsors can consist of a combination of the following indicative elements:
|
Jumat, 08 April 2016
LIPUTANSATU.COM: BMW Group Indonesia lends its full support to the ...
LIPUTANSATU.COM: BMW Group Indonesia lends its full support to the ...: BMW Group Indonesia today presented twenty-one units of the BMW 520d to the Presidential Guard, to be used as official vehicles for the...
BMW Group Asia appoints Preeti Gupta as new Corporate Affairs Director.
BMW Group Asia has appointed Ms. Preeti Gupta as Director of Corporate Affairs for BMW Group Asia, effective 11 April 2016. Ms. Gupta succeeds Mr. Sethipong Anutarasoti.
LIPUTANSATU - Singapore. BMW Group Asia has appointed Ms. Preeti Gupta as Director of Corporate Affairs for BMW Group Asia, effective 11 April 2016. Ms. Gupta succeeds Mr. Sethipong Anutarasoti. Mr. Sethipong Anutarasoti has taken on a new position as General Manager Marketing of BMW Thailand.
Ms. Gupta brings with her more than 15 years of experience in corporate communications from the United States, India and Southeast Asia. Prior to her appointment at BMW Group Asia, Ms. Gupta was a Senior Consultant at Text100, a leading integrated communications consultancy with an illustrious clientele including: Adobe, American Express, DBS, DHL, Lenovo, Maserati and Microsoft. Some of Ms. Gupta’s expertise include multi-market project management, senior executive relations, and integrated content development. She has also consulted to BMW Group Asia and BMW India previously.
We wish Mr. Sethipong Anutarasoti and Ms. Preeti Gupta every success in their new roles.
-
The BMW Group
With its three brands BMW, MINI and Rolls-Royce, the BMW Group is the world’s leading premium manufacturer of automobiles and motorcycles and also provides premium financial and mobility services. As a global company, the BMW Group operates 30 production and assembly facilities in 14 countries and has a global sales network in more than 140 countries.
In 2015, the BMW Group sold approximately 2.247 million cars and nearly 137,000 motorcycles worldwide. The profit before tax for the financial year 2015 was approximately € 9.22 billion on revenues amounting to € 92.18 billion. As of 31 December 2015, the BMW Group had a workforce of 122,244 employees.
The success of the BMW Group has always been based on long-term thinking and responsible action. The company has therefore established ecological and social sustainability throughout the value chain, comprehensive product responsibility and a clear commitment to conserving resources as an integral part of its strategy.
Facebook: http://www.facebook.com/BMWGroupTwitter: http://twitter.com/BMWGroup
YouTube: http://www.youtube.com/BMWGroupview
Google+: http://googleplus.bmwgroup.com
Issued by:
BMW Group Asia
Corporate Affairs Department
Daniel Chan
Tel: +65 6838 9639; Fax: +65 6838 9611
Email: Daniel.chan@bmwasia.com
Media Website: www.press.bmwgroup.com
BMW Group Indonesia lends its full support to the staging of the 5th Extraordinary OIC Summit on Palestine and Al-Quds Al-Sharif.
BMW Group Indonesia today presented twenty-one units of the BMW 520d to the Presidential Guard, to be used as official vehicles for the Extraordinary Summit of the Organization of Islamic Cooperation (OIC) 2016 on the 6-7 March. While the representatives of the OIC member states are in Jakarta, their mobility will be supported by the dynamic driving experience typical of a BMW.
LIPUTANSATU - Jakarta. BMW Group Indonesia today presented twenty-one units of the BMW 520d to the Presidential Guard, to be used as official vehicles for the Extraordinary Summit of the Organization of Islamic Cooperation (OIC) 2016 on the 6-7 March. While the representatives of the OIC member states are in Jakarta, their mobility will be supported by the dynamic driving experience typical of a BMW. This is not all - a series of intelligent BMW road safety systems will be providing them with a better view so as to maximize driving comfort.
Jodie O'tania, Head of Corporate Communications, BMW Group Indonesia, said that the BMW 5 Series Advanced Diesel is the premium vehicle most perfectly suited to this 5th Extraordinary Summit. This is because, in addition to an elegant exterior design and luxurious interior ambience, the BMW 5 Series has been recognized globally for its leading-edge quality in various aspects, including its supremely powerful engine. In combination with the new generation 8-speed Steptronic transmission, the BMW 520d can sprint from 0 to 100 km/h in a mere 7.7 seconds. Equipped with the BMW TwinPower Turbo Diesel engine, the BMW 520d also clearly demonstrates exceptional engine performance complemented by great fuel efficiency. “We hope our support will help the 5th Extraordinary Summit of the OIC on Palestine and Al-Quds Al-Sharif to run more smoothly, by providing the guests of honor with a sense of comfort, both during the conference as well as when driving the streets of Jakarta. The combination of design, craftsmanship and high-class materials, especially prevalent in the interior of the BMW 5 Series, unquestionably creates an attractive look and harmonious atmosphere which ensures the utmost in comfort and relaxation,” added Jodie.### The BMW GroupWith its three brands BMW, MINI and Rolls-Royce, the BMW Group is the world’s leading premium manufacturer of automobiles and motorcycles and also provides premium financial and mobility services. As a global company, the BMW Group operates 30 production and assembly facilities in 14 countries and has a global sales network in more than 140 countries. In 2015, the BMW Group sold approximately 2,247 million cars and 137,000 motorcycles worldwide. Profit before tax for the financial year 2014 was € 8.71 billion on revenues amounting to approximately € 80.40 billion. As of 31 December 2014, the BMW Group had a workforce of 116,324 employees. The success of the BMW Group has always been based on long-term thinking and responsible action. The company has therefore established ecological and social sustainability throughout the value chain, comprehensive product responsibility and a clear commitment to conserving resources as an integral part of its strategy.
www.bmwgroup.com
Facebook: http://www.facebook.com/BMWGroup
Twitter: http://twitter.com/BMWGroup
YouTube: http://www.youtube.com/BMWGroupview
Google+: http://googleplus.bmwgroup.com
BMW Group Indonesia
BMW Group Indonesia is a wholly-owned subsidiary of Munich-based Bayerische Motoren Werke (BMW) AG in Germany. The establishment of this subsidiary in April 2001 reflects the BMW Group’s confidence in the long-term future of Indonesia. BMW Indonesia Group activities cover the wholesale of BMW and MINI vehicles, spare parts and accessories, as well as the overall planning of sales, marketing, after-sales, and related activities in Indonesia. Its dealership network covers 18 new-car dealers and 5 BMW Premium Selection facilities spread out in various cities in Indonesia. Selected models of the BMW 3 Series, BMW 5 Series, BMW X1, BMW X3, and BMW X5 are assembled in Indonesia by a local partner.
www.bmw.co.id
Facebook: http://www.facebook.com/BMW.Indonesia
Twitter: http://twitter.com/BMW_IndonesiaYouTube: http://www.youtube.com/BMWIndonesia
For further information please contact:
Corporate Communications DepartmentJodie O‘tania
Tel: +62 -21- 2992 3000 ext 21732
Mobile: +62-8111534962
Email: jodie.otania@bmw.co.id
Senin, 04 April 2016
ENAM WIRAUSAHA SOSIAL INDONESIA TERGABUNG DENGAN JARINGAN INTERNASIONAL PEMUDA PEMBAWA PERUBAHAN DUNIA UNTUK MEREALISASIKAN VISI WIRAUSAHA SOSIAL BERKELANJUTAN
Jakarta, LiputanSatu - Enam tim wirausahawan sosial muda asal Indonesia, dari total 16 tim dari berbagai negara, baru-baru ini berhasil dikumandangkan lolos maju ke babak final kompetisi wirausahawan muda “Young Social Entrepreneurs 2016” yang diselenggarakan oleh Singapore International Foundation.
Kompetisi bisnis berskala internasional ini menyeleksi 16 tim dengan nilai teratas dari total 50 tim yang mendaftar (118 orang peserta) dan dari 15 negara akan menjalani program inkubasi selama 8 bulan yang terdiri dari lokakarya, bimbingan intensif dengan konsultan bisnis terkemuka dan penasihat profesional, dan kunjungan studi luar negeri sebelum puncak acara di Singapura.
Peserta yang berhasil memenangkan kompetisi pada puncak acara selanjutnya berkesempatan untuk mendapatkan sponsor pendanaan untuk pengembangan kewirausahaan mereka pada bulan Oktober tahun ini.
Di akhir pelaksanaan lokakarya pembukaan yang diselenggarakan di Singapura dari tanggal 16-19 Maret, 16 tim terpilih untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya di kegiatan Young Social Entrepreneurs yang diselenggarakan oleh Singapore International Foundation. Enam tim diantaranya berasal dari Indonesia, berjumlah 17 orang dari total 38 anak muda yang berhasil maju ke babak final. Kini mereka akan menjalani program inkubasi selama 8 bulan yang terdiri dari lokakarya, bimbingan intensif dengan konsultan bisnis terkemuka dan penasihat profesional, dan kunjungan studi luar negeri sebelum puncak acara di Singapura dimana para peserta berkesempatan untuk mendapatkan sponsor pendanaan atas pengembangan kewirausahaan mereka pada bulan Oktober tahun ini.
Enam tim terpilih berhasilkan melanjutkan perjalanan Young Social Entrepreneurs selamadelapan bulan ke depan. Keenam tim dari Indonesia adalah:
1. Cognoscente – memberdayakan petani lokal dengan proses produksi garam yang lebih efektif dan efisien dari segi biaya.
2. IWAK – memberdayakan petani lokal di Desa Kebonagung melalui peternakan ikan airtawar sebagai sumber penghasilan tambahan.
3. KAMA BATIK – membantu memecahkan masalah pengelolaan sampah di industri batikdan memberdayakan perempuan-perempuan Indonesia dengan keterampilan yangberguna bagi industri.
4. MorBi+ – mengembangkan produk makanan terjangkau untuk anak-anak danmenyediakan pekerjaan untuk perempuan-perempuan di wilayah pedesaan diMarcos, Sulawesi Selatan.
5. Riliv – sebuah platform daring yang menghubungkan penderita depresi denganpsikolog dan mahasiswa psikologi.
6. Valour Footwear – bertujuan untuk menjadi produsen sepatu kanvas anti air pertamadi Indonesia.
Di tahun ke-tujuhnya saat ini, kegiatan yang berbasis di Singapura ini mengalami peningkatan tiga kali lipat dalam jumlah wirausahawan muda dari seluruh dunia yang mendaftar untuk memperbesar bisnis sosialnya mereka – sebanyak 258 pendaftar dari 26 negara. Young Social Entrepreneurs bertujuan untuk menginspirasi, menopang dan mendukung generasi muda yang memiliki kemauan membuat perubahan untuk memulai usaha sosial di seluruh dunia. 50 tim yang berasal dari 118 peserta dan dari 15 negara dan wilayah berpartisipasi di lokakarya pembukaan tahun ini yang terdiri dari klinik bisnis dialog, pembelajaran sebaya, dan sesi berbagi dengan pengusaha sosial untuk membantu mereka dalam perjalanan usaha sosialnya. Seluruh peserta, yang kini menjadi bagian 480 jaringan kuat pembuat perubahan global Young Social Entrepreneurs, mempresentasikan proposal bisnis sosial mereka di hadapan tim panel juri. Tim juri memilih 16 tim yang akan menciptakan dampak positif bagi komunitas di Indonesia, Singapura, India, Filipina, Thailand dan Malaysia, untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya kegiatan ini.
Singapore International Foundation (SIF) menjalin pertemanan untuk dunia yang lebih baik dengan menghubungkan Singapura dan masyarakat dunia untuk memungkinkan kolaborasi yang memperkaya kehidupan dan perubahan positif. Diluncurkan pertama kali pada 2010, program Young Social Entrepreneurs (Wirausahawan Sosial Muda) merupakan bagian dariinisiatif bisnis SIF bertemakan “usaha berlandaskan perbuatan baik” mengenai pengembangan penghidupan melalui pemberdayaan ekonomi.
MENGENAI SINGAPORE INTERNATIONAL FOUNDATION
Singapore International Foundation menjalin persahabatan demi dunia yang lebih baik. SIF bertujuan menjalin hubungan erat antara Singapura dan masyarakat serta mengarahkan hubungan tersebut demi meningkatkan persahabatan dan membawa perubahan positif.Kegiatan yang kami lakukan berpusat pada keyakinan bahwa interaksi antar budaya dapat memberikan masukan yang akan menguatkan pemahaman bersama. Bertukar pikiran dapat menginspirasi aksi serta mempererat kolaborasi demi kebaikan bersama. Program-program kami mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang untuk saling bertukar pikiran, keahlian dan pengalaman dalam berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, seni dan budaya serta ekonomi dan bisnis. Semua ini kami lakukan dengan suatu keyakinan bahwa kita semua bisa dan harus menjalankan peran masing-masing untuk membangun sebuah dunia yang lebih baik dimana terdapat kedamaian dan kesempatan yang merata bagi semua.
Temukan informasi lebih lanjut di www.sif.org.sg.
Untuk informasi lanjut dan kesempatan wawancara, harap hubungi:Ms Nessi NasrudinSenior Executive, CommunicationsCommunications & Corporate Development Division, SIF
DID: +65 6690 6325Email: nessi.nasrudin@sif.org.sg
Kompetisi bisnis berskala internasional ini menyeleksi 16 tim dengan nilai teratas dari total 50 tim yang mendaftar (118 orang peserta) dan dari 15 negara akan menjalani program inkubasi selama 8 bulan yang terdiri dari lokakarya, bimbingan intensif dengan konsultan bisnis terkemuka dan penasihat profesional, dan kunjungan studi luar negeri sebelum puncak acara di Singapura.
Peserta yang berhasil memenangkan kompetisi pada puncak acara selanjutnya berkesempatan untuk mendapatkan sponsor pendanaan untuk pengembangan kewirausahaan mereka pada bulan Oktober tahun ini.
Di akhir pelaksanaan lokakarya pembukaan yang diselenggarakan di Singapura dari tanggal 16-19 Maret, 16 tim terpilih untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya di kegiatan Young Social Entrepreneurs yang diselenggarakan oleh Singapore International Foundation. Enam tim diantaranya berasal dari Indonesia, berjumlah 17 orang dari total 38 anak muda yang berhasil maju ke babak final. Kini mereka akan menjalani program inkubasi selama 8 bulan yang terdiri dari lokakarya, bimbingan intensif dengan konsultan bisnis terkemuka dan penasihat profesional, dan kunjungan studi luar negeri sebelum puncak acara di Singapura dimana para peserta berkesempatan untuk mendapatkan sponsor pendanaan atas pengembangan kewirausahaan mereka pada bulan Oktober tahun ini.
Enam tim terpilih berhasilkan melanjutkan perjalanan Young Social Entrepreneurs selamadelapan bulan ke depan. Keenam tim dari Indonesia adalah:
1. Cognoscente – memberdayakan petani lokal dengan proses produksi garam yang lebih efektif dan efisien dari segi biaya.
2. IWAK – memberdayakan petani lokal di Desa Kebonagung melalui peternakan ikan airtawar sebagai sumber penghasilan tambahan.
3. KAMA BATIK – membantu memecahkan masalah pengelolaan sampah di industri batikdan memberdayakan perempuan-perempuan Indonesia dengan keterampilan yangberguna bagi industri.
4. MorBi+ – mengembangkan produk makanan terjangkau untuk anak-anak danmenyediakan pekerjaan untuk perempuan-perempuan di wilayah pedesaan diMarcos, Sulawesi Selatan.
5. Riliv – sebuah platform daring yang menghubungkan penderita depresi denganpsikolog dan mahasiswa psikologi.
6. Valour Footwear – bertujuan untuk menjadi produsen sepatu kanvas anti air pertamadi Indonesia.
Di tahun ke-tujuhnya saat ini, kegiatan yang berbasis di Singapura ini mengalami peningkatan tiga kali lipat dalam jumlah wirausahawan muda dari seluruh dunia yang mendaftar untuk memperbesar bisnis sosialnya mereka – sebanyak 258 pendaftar dari 26 negara. Young Social Entrepreneurs bertujuan untuk menginspirasi, menopang dan mendukung generasi muda yang memiliki kemauan membuat perubahan untuk memulai usaha sosial di seluruh dunia. 50 tim yang berasal dari 118 peserta dan dari 15 negara dan wilayah berpartisipasi di lokakarya pembukaan tahun ini yang terdiri dari klinik bisnis dialog, pembelajaran sebaya, dan sesi berbagi dengan pengusaha sosial untuk membantu mereka dalam perjalanan usaha sosialnya. Seluruh peserta, yang kini menjadi bagian 480 jaringan kuat pembuat perubahan global Young Social Entrepreneurs, mempresentasikan proposal bisnis sosial mereka di hadapan tim panel juri. Tim juri memilih 16 tim yang akan menciptakan dampak positif bagi komunitas di Indonesia, Singapura, India, Filipina, Thailand dan Malaysia, untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya kegiatan ini.
Singapore International Foundation (SIF) menjalin pertemanan untuk dunia yang lebih baik dengan menghubungkan Singapura dan masyarakat dunia untuk memungkinkan kolaborasi yang memperkaya kehidupan dan perubahan positif. Diluncurkan pertama kali pada 2010, program Young Social Entrepreneurs (Wirausahawan Sosial Muda) merupakan bagian dariinisiatif bisnis SIF bertemakan “usaha berlandaskan perbuatan baik” mengenai pengembangan penghidupan melalui pemberdayaan ekonomi.
MENGENAI SINGAPORE INTERNATIONAL FOUNDATION
Singapore International Foundation menjalin persahabatan demi dunia yang lebih baik. SIF bertujuan menjalin hubungan erat antara Singapura dan masyarakat serta mengarahkan hubungan tersebut demi meningkatkan persahabatan dan membawa perubahan positif.Kegiatan yang kami lakukan berpusat pada keyakinan bahwa interaksi antar budaya dapat memberikan masukan yang akan menguatkan pemahaman bersama. Bertukar pikiran dapat menginspirasi aksi serta mempererat kolaborasi demi kebaikan bersama. Program-program kami mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang untuk saling bertukar pikiran, keahlian dan pengalaman dalam berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, seni dan budaya serta ekonomi dan bisnis. Semua ini kami lakukan dengan suatu keyakinan bahwa kita semua bisa dan harus menjalankan peran masing-masing untuk membangun sebuah dunia yang lebih baik dimana terdapat kedamaian dan kesempatan yang merata bagi semua.
Temukan informasi lebih lanjut di www.sif.org.sg.
Untuk informasi lanjut dan kesempatan wawancara, harap hubungi:Ms Nessi NasrudinSenior Executive, CommunicationsCommunications & Corporate Development Division, SIF
DID: +65 6690 6325Email: nessi.nasrudin@sif.org.sg
Langganan:
Postingan (Atom)


