Jumat, 20 April 2012

GEISHA & LYLA SEMARAKKAN PUNCAK KOMPETISI BAND REMAJA 9 KOTA BESAR


SHINZUI GELAR FINAL PESONA MUSIK MENUJU BINTANG
GEISHA & LYLA SEMARAKKAN PUNCAK KOMPETISI BAND REMAJA 9 KOTA BESAR


Jakarta, 2 Maret 2012. Shinzui, produsen produk kecantikan dari Jepang yang sudah mendunia menggelar Grand Final band Pesona Musik Menuju Bintang, sebuah perhelatan puncak dari rangkaian program road show Pesona Putih Shinzui yang merupakan ajang pencarian bakat musik remaja. Babak penyisihan Pesona Musik Menuju Bintang telah diselenggarakan di 9 Kota besar di Indonesia; Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Denpasar, Pekanbaru dan Medan di bulan Juni 2011. Perhelatan Grand Final ini akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 2 sampai 4 Maret 2012 di Mal Taman Anggrek Jakarta.

S. Soenario, EVP Marketing PT. Focus Group (Shinzui Indonesia) menyampaikan, “Final Pesona Musik Menuju Bintang ini akan menampilkan finalis paling berbakat dari wakil juara masing-masing kota dan disemarakkan pula dengan penampilan istimewa dari Lyla, Princess dan Geisha.” Lebih jauh Soenario mengatakan bahwa lewat perhelatan kompetisi band nasional, Shinzui yang dikenal sebagai produk pencerah kulit dengan bahan alami dari Jepang sehingga aman dipakai ini, berkomitmen kuat untuk mengembangkan bakat generasi muda sekaligus menjalin hubungan yang erat dengan konsumennya di seluruh Indonesia. Sementara itu Denny Sakrie, sebagai juri kompetisi dan pengamat musik terkemuka menyampaikan, “Lewat Grand Final Shinzui Pesona Musik Menuju Bintang ini, dapat dilihat begitu besar dan beragam bakat musik yang dimiliki oleh remaja Indonesia dari penjuru negeri. Kita begitu optimis dengan generasi muda yang akan melahirkan musik terbaik Indonesia.”
9 Finalis Pesona Musik Menuju Bintang ini seluruhnya adalah; 1. Jakarta / Orind Band, 2. Bandung / Syafiera Project, 3. Yogjakarta / Sake band, 4. Semarang / Black Vanilla, 5. Surabaya / Cute Band, 6. Makasar / X Project band, 7. Denpasar / D' Xplode, 8. Pekanbaru / Makachi band dan 9. Medan / Shine Like The Sun.
Rangkaian perhelatan Pesona Putih Shinzui juga menghadirkan Japanese-style photo booth + Japanese cover magazine  yang memungkinkan pengunjung berfoto ala Jepang dan menjadi cover majalah ala Jepang. Dalam acara tersebut pengunjung dapat lebih mengenal budaya kesenian Jepang dengan belajar seni membuat boneka kertas Washi Ningyo dan Origami. Serta tidak kalah seru, Japanese Handmassage booth yang memanjakan audiens dengan perawatan Shinzui scrub dan body lotion.

Program-program menarik lainnya dari Pesona Putih Shinzui yang bisa diikuti antara lain:

·   Sesi gratis konsultasi kecantikan dengan beauty consultant
·   Games social media berhadiah menarik di Facebook fanpage Putih itu Shinzui dan twitter account @putihitushinzui:
·   Facebook Status Contest - Aku, Shinzui dan Artis Idolaku : 21 - 29 Feb 2012 (http://bit.ly/AkuShinzuidanArtisIdola)

·   Twitpic Gaya Seru Shinzui ku : 28 Feb - 04 Mar 2012
·   Facebook Photo Contest- Gaya Pesona Putih Ku : 02 - 09 Maret 2012
·   "Apa Ceritamu Tentang Acara Pesona Putih Shinzui" on the spot testimoni contest with twitter : 02 - 04 Maret 2012

Selain itu yang patut dinantikan adalah Shinzui bagi-bagi Hadiah Spesial kepada pengunjung acara berupa kalung emas putih!!!



Keterangan lebih lanjut hubungi:
Hilda Alatas (02157936999 ext 136)
hilda@focusgroupjkt.com

Irman : Tingkatkan Kualitas Hubungan Bilateral Indonesia-Azerbaijan melalui Kerjasama Ekonomi






Duta Besar Republik Azerbaijan untuk RI, Y.M. Tamerlan Elmar Oglu Karayev dalam pertemuan dengan Ketua DPD RI, Irman Gusman di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta


Irman : Tingkatkan Kualitas Hubungan Bilateral Indonesia-Azerbaijan 

melalui Kerjasama Ekonomi

Republik Azerbaijan mendorong upaya peningkatan kerjasama ekonomi dengan Indonesia. Hal ini dikatakan Duta Besar Republik Azerbaijan untuk RI, Y.M. Tamerlan Elmar Oglu Karayev dalam pertemuan dengan Ketua DPD RI, Irman Gusman di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta (9/4).
Pada kesempatan tersebut, Y.M. Tamerlan Elmar Oglu Karayev mengungkapkan keinginan Azerbaijan untuk menjalin kerjasama yang erat dengan Indonesia. Adapun, kerjasama yang ingin dijajaki Azerbaijan dengan Indonesia adalah dalam bentuk investasi. “Pelaku bisnis di Azerbaijan sangat tertarik berinvestasi di Indonesia, namun informasi yang dimiliki tentang investasi di Indonesia sangat minim,” ujarnya.
Tamerlan Karayev menambahkan Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat dan banyak sektor ekonomi yang dinilai sangat prospektif, salah satunya sektor pertambangan dan minyak bumi“Investasi di semua sektor memiliki prospek yang bagus, seperti kita ketahui Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak dan potensi tambang batubara yang menjanjikan,” jelasnya.
Lebih lanjut  Tamerlan Karavey mengatakan Ketua Parlemen  Republik Azerbaijan merencanakan untuk mengadakan kunjungan ke Indonesia guna mendorong upaya peningkatan hubungan kerja sama bilateral kedua negara khususnya di bidang ekonomi.

Pada kunjungannya tersebut, Tamerlan Karayev  mengundang Ketua DPD RI, Irman Gusman untuk mengunjungi Azerbaijan guna melihat pesatnya perkembangan Industri di Azerbaijan. “Kami memiliki investor-investor yang menjanjikan dan tehnologi yang mumpuni. Kami berharap DPD RI dapat  menyampaikan peluang investasi untuk kemajuan kedua negara,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD RI Irman Gusman mengatakan Indonesia memiliki kedekatan dengan Azerbaijan, tidak hanya dari sisi budaya namun juga kesamaan keyakinan. Dirinya berharap, investor dari Azerbaijan tertarik untuk bekerja sama dengan Indonesia. “Bayak sekali potensi di Indonesia dan kami senang mendengar investor dari Azerbaijan tertarik untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Irman.
Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar. Irman berharap kerjasama antara Indonesia dan Azerbaijan dapat menguntungkan kedua belah pihak. Pemerintah Indonesia membuka peluang sebesar-besarnya untuk masuknya investasi ke Indonesia, diantara nya dengan memperlonggar aturan usaha untuk para investor. ***

Kamis, 19 April 2012

KISAH HEROIK CAPT. ABDUL RIVAI PADA TRAGEDI KAPAL TAMPOMAS II


Api menjalar dari sebuah kapal
Jerit ketakutan keras melebihi
Gemuruh gelombang yang datang
Sejuta lumba-lumba mengawasi cemas
Risau camar membawa kabar Tampomas terbakar
Risau camar memberi saran Tampomas Dua tenggelam
Syair di atas merupakan penggalan lagu dari Iwan Fals yang berjudul Celoteh Camar Tolol dan Cemar dari album Sumbang menggambarkan tragedi tenggelamnya kapal motor penumpang KMP Tampomas II milik PT. PELNI yang cukup tragis di sekitar kepulauan Masalembo (114°25′60″BT — 5°30′0″LS) Laut Jawa (termasuk ke dalam wilayah administratif provinsi Jawa Timur). KM Tampomas II terbakar di laut dan karam pada tanggal 27 Januari 1981, merenggut ratusan nyawa penumpangnya.
 KISAH HEROIK CAPT. ABDUL RIVAI PADA TRAGEDI KAPAL TAMPOMAS IIKM Tampomas II milik Pelni ini baru melakukan pelayaran perdananya pada bulan Mei 1980. Tapi bukan berarti ini kapal baru. KM Tampomas II dengan bobot mati 2420 ton dan mampu mengangkut penumpang 1250 sampai 1500 orang ini adalah kapal bekas yang dibeli oleh PT. PANN (Pengembangan Armada Niaga Nasional, BUMN) dari Komodo Marine Jepang. Dan PT. Pelni membeli secara mengangsur selama sepuluh tahun kepada PT. PANN. Kapal ini sebelumnya bernama MV. Great Emerald dibuat di Jepang tahun 1956 dan dimodifikasi tahun 1971. Dibeli dengan harga 8.3 juta dollar AS, yang menurut beberapa pihak terlalu mahal untuk sebuah kapal bekas yang sudah berusia sepuluh tahun. Begitu dioperasikan, kapal penumpang ini langsung digeber abis untuk melayani jalur Jakarta-Padang dan Jakarta-Ujung Pandang yang memang padat. Setiap selesai pelayaran, kabarnya kapal ini hanya diberi waktu istirahat 4 jam saja dan harus siap untuk pelayaran berikutnya. Perbaikan dan perawatan rutin terhadap mesin dan perlengkapan kapal pun cuma bisa dilaksanakan sekedarnya, padahal mengingat usianya kapal ini butuh perawatan yang jauh lebih cermat.
Tampomas II berlayar dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta  hari Sabtu. 24 Januari 2008 pukul 19.00 menuju Sulawesi dengan membawa 191 kendaraan roda empat, sekitar 200-an sepeda motor dan 1054 penumpang terdaftar serta 82 kru kapal. Perkiraan mengatakan total manusia di kapal tersebut adalah 1442 orang (perkiraan tambahan penumpang gelap). Bahkan koki kapal yang selamat mengaku diperintahkan atasannya agar memasak untuk 2000 orang. Dalam kondisi badai laut di malam hari tanggal 25 Januari, beberapa bagian mesin mengalami kebocoran bahan bakar, diduga percikan api timbul dari puntung rokok yang melalui kipas ventilasi yang menjadi penyebab kebakaran. Para kru melihat dan gagal memadamkannya dengan tabung pemadam kebakaran portable. Api menjalar ke dek lain yang berisi muatan yang mudah terbakar, asap menjalar melalui jalur ventilasi dan tidak berhasil ditutup. Api semakin menjalar ke kompartemen mesin karena pintu dek terbuka. Selama dua jam tenaga utama mati, generator darurat pun gagal dan usaha memadamkan api seterusnya sudah tidak mungkin.
Tiga puluh menit setelah api muncul para penumpang diperintahkan untuk segera menaiki sekoci, hal ini pun sangat lambat sebab hanya satu jalan bagi penumpang untuk diturunkan ke sekoci. Sebagian penumpang terjun bebas ke laut menghindari kobaran api, sebagian lagi menunggu di dek dan panik menunggu pertolongan selanjutnya. Syahbandar pelabuhan Ujung Pandang mendapat berita dari KM Wayabula meneruskan informasi dari KM Sangihe yang tengah melakukan evakuasi bahwa Tampomas II terbakar di kepulauan Masalembo sekitar 220 mil dari Ujung Pandang. Ombak besar setinggi 7 – 10 meter dan angin kencang 10 – 15 knot menyulitkan penyelamatan sehingga KM Sangihe hanya dapat memindahkan 149 penumpang Tampomas II ke kapalnya. Saat kapal sudah mulai miring, Capt. Abdul Rivai (Nahkoda Kapal) masih tampak sibuk membagikan pelampung ke para penumpang yang tidak berani terjun ke laut. Bahkan di detik2 terakhir saat kapal mulai tenggelam, Capt. Abdul Rivai masih terlihat berada di anjungan kapal sambil berpegangan pada kusen jendela.
 KISAH HEROIK CAPT. ABDUL RIVAI PADA TRAGEDI KAPAL TAMPOMAS II
Tampomas 2 miring dan perlahan tenggelam
Di tanggal 26 Januari Laut Jawa mengalami hujan deras, api menjalar ke ruang mesin di mana terdapat ruang bahan bakar yang tidak terisolasi. Pagi hari 27 Januari terjadi ledakan dan membuat air laut masuk ke ruang mesin (ruang propeler dan ruang generator terisi air laut), yang membuat kapal menjadi miring 45° dan tenggelam 30 jam sejak percikan api pertama menjalar.
Kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi, KM Sangihe, KM Adiguna Kurnia, KM Istana VI, KM Ilmamui, KM Niaga XXIX, dan beberapa kapal lain berusaha semampunya untuk menyelamatkan penumpang Tampomas II yang terapung-apung di laut setelah melompat dari kapal.
Sampai tanggal 29 Januari tim SaR gagal melakukan pencarian karena besarnya badai laut, dan 5 hari kemudian 80 orang yang selamat dalam sekoci ditemukan 150Km dari lokasi kejadian karamnya Tampomas. Estimasi tim menyebutkan 431 tewas (143 ditemukan mayatnya dan 288 hilang/karam bersama kapal) dan 753 berhasil diselamatkan. Sumber lain (pemerintah?) menyebutkan 666 tewas.
Berbagai cerita tragis dari penumpang yang selamat pun dituturkan. Ada seorang ibu yang terjun ke laut dengan anaknya yang masih bayi. Ketika tahu bayinya tak bernyawa lagi, ia pun tidak berusaha mengapung lagi membiarkan dirinya tenggelam. Tapi ketika ingat anaknya yang lebih besar masih hidup, ia tersadar dan berusaha tetap hidup. Lantai geladak luar kapal yang hanya terbuat dari plat baja tanpa pelapis kayu juga banyak memakan korban. Banyak penumpang panik yang tidak memakai alas kaki menjadi korban plat panas yang sedang terbakar itu. Proses penyelamatan yang lambat dan berlangsung selama 37 jam hingga kapal tenggelam membuat penumpang yang bertahan di geladak kapal harus bertahan tanpa makanan dan minuman. Dropping makanan dari udara tidak semuanya tepat pada lokasi penumpang.
Penumpang yang sempat menaiki sekoci penyelamat ternyata juga harus menjalani penderitaan. Selama 5 hari mereka terapung-apung di lautan di atas sekoci bersama sekitar 80-100 orang lainnya tanpa makanan. Sekoci yang kelebihan muatan itu bahkan sempat terbalik. Ketika berhasil dikembalikan ke posisi semula hanya tersisa 70 orang. Pada hari kelima barulah mereka menemukan daratan yaitu pulau Doang-doangan Sulawesi Selatan. Sesampai di darat 2 orang menghembuskan nafas terakhir.
Tak ada pejabat yang bertanggung jawab, semuanya berujung dengan kesalahan awak kapal. Hasil penyidikan Kejaksaan Agung yang menugaskan Bob Rusli Efendi Nasution sebagai Kepala Tim Perkara pun tidak ada tuntutan kepada pejabat yang saat itu memerintah. Skandal ini kemudian ditutup-tutupi oleh pemerintahan Suharto, kendati banyak tuntutan pengusutan dari sebagian anggota parlemen. Dalam suatu acara dengar pendapat yang diadakan oleh DPR-RI tentang kasus ini, Menteri Perhubungan menolak permintaan para wakil rakyat untuk menunjukkan laporan Bank Dunia yang merinci pembelian kapal bekas seharga US$8.5juta itu. Makelar kapal Tampomas II — Gregorius Hendra yang mengatur kontrak pembelian antara Jepang dan pemerintah Indonesia itu juga lepas dari tuntutan Kejaksaan Agung.
Semoga saja kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dan seluruh rakyat Indonesia dapat berpergian tanpa kekhawatiran timbulnya musibah yang dapat merenggut nyawa mereka-mereka yang tidak tahu apa-apa.
Costa Concordia dan Tampomas II, Antara Kepengecutan dan Kepahlawanan
Costa Concordia dan Titanic
Ketika berita karamnya Kapal Costa Concordia menjadi headline di media cetak lengkap dengan fotonya, seketika ingatan kita tertumbuk kembali pada tragedi kapal Titanic pada tahun 1912. Foto pada headline berita begitu mirip dengan gambaran tragedi Titanic pada film Titanic.
1327216189690158625 KISAH HEROIK CAPT. ABDUL RIVAI PADA TRAGEDI KAPAL TAMPOMAS II
Costa Concordia dan Titanic
Kisah Mengharukan
Kemudian ketika diberitakan adanya kisah mengharukan ketika karamnya kapal Concordia, lagi-lagi ingatan kita kembali tertaut pada kisah cinta pada film Titanic tersebut. Meskipun film Titanic hanya sebuah fiksi, tapi saya yakin kisah yang mengharukan pasti terjadi diantara kepanikan, kepasrahan maupun perjuangan menghadapi maut kala itu.
Salah satu kisah yang mengharukan dialami oleh Nicole Servel, 60. Kisahnya dalam drama penyelamatan tersebut hampir mirip dengan pengorbanan Jack Dawson demi menyelamatkan Rose DeWitt Bukater dalam film Titanic. Dia mengisahkan suaminya berkorban nyawa demi menyelamatkan dirinya. Suaminya, Francis, memberikan satu-satunya jaket penyelamat kepada servel sebelum kapal itu karam. “Suami saya menyuruh ‘Lompat, lompat!’, dan menambahkan ‘Jangan cemas, aku akan baik-baik saja’ pada saya,” tutur Nicole. Naas, suaminya tidak pernah terlihat lagi semenjak itu.
Liburan yang seharusnya menyenangkan hadiah dari anak-anak mereka harus berakhir menyedihkan hilangnya Francis. Dia termasuk dalam 29 orang hilang yang masih terus dicari oleh tim penyelamat di kapal Concordia dekat pulau Giglio Italia.
Costa Concordia vs Tampomas II (Kapten Francesco Schettino vs Kapten Abdul Rivai)
Tapi ketika muncul berita tentang kapten kapal Concordia yang berjiwa pengecut, justru saya teringat akan cerita yang sebaliknya, yaitu ketika tenggelamnya kapal Tampomas II, yang melahirkan sosok pahlawan Kapten Abdul Rivai.
Francesco Schettino sebagai kapten Costa Concordia telah bertindak ceroboh, bahkan boleh dibilang pengecut. Hal yang tidak selayaknya disandang oleh seorang kapten kapal, yang semestinya bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan kapal dan penumpangnya. Beberapa kesalahannya sebagaimana dilansir beberapa media :
  1. Sebagaimana kesaksian Monique Maurek (41) salah seorang penumpang, ia terlihat minum-minum di bar dan bermesaraan dengan seorang wanita tak lama sebelum kecelakaan terjadi.
  2. Ia menambahkan, tidak ada peringatan atau arahan mengenai evakuasi ketika kecelakaan bermula.
  3. Kapten kapal Costa Francesco Schettino terlihat terburu-buru meninggalkan kapal sesaat sebelum kapal itu karam. Schettino bahkan juga diduga mengabaikan keselamatan ribuan penumpang saat kapalnya keceakaan, termasuk mayoritas anak-anak dan perempuan.
  4. Schettino bahkan mengabaikan perintah ketika polisi meminta sang kapten ke kapalnya untuk tetap bertugas menyelamatkan para penumpang hingga proses evakuasi selesai. Apalagi, mayorits perempuan dan anak-anak belum dievakuasi dari kapal.
Ulah kapten Costa Concordia ini sangat bertolak belakang dengan sikap kepahlawanan yang telah ditunjukkan oleh nahkoda kapal Tampomas II Kapten Abdul Rivai. Berikut kisah-kisah heroik sang kapten tersebut:
  1. Dalam keterbatasannya, dialah yang paling sibuk menyelamatkan penumpang lain tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, saat ABK lain malah menyelamatkan diri pada saat-saat awal.
  2. Saat kapal sudah mulai miring, Kapten Abdul Rivai masih tampak sibuk membagikan pelampung ke para penumpang yang tidak berani terjun ke laut.
  3. Bahkan pada detik-detik terakhir saat kapal mulai tenggelam, Kapten Abdul Rivai masih terlihat  di anjungan kapal sambil berpegangan pada kusen jendela. Benar-benar seorang kapten kapal yang memegang teguh janjinya untuk menjadi orang terakhir yang meninggalkan kapal saat terjadi bencana.
  4. Namun malangnya, jenazah Kapten Abdul Rivai sempat dikuburkan sebagai orang tak dikenal. Untunglah dari tim penyelamat ada yang teringat akan cincin bertuliskan nama Hasanah, istri Kapten Abdul Rivai, yang dikenakan salah satu jenazah tak dikenal. Jasad Kapten Abdul Rivai akhirnya dimakamkan kembali di taman makam pahlawan Kalibata Jakarta.
Untuk memberikan gambaran visual tentang saat-saat tragedi dua kapal tersebut, berikut saya tampilkan foto-foto karamnya kapal Costa Concordia:
1327219449314328651 KISAH HEROIK CAPT. ABDUL RIVAI PADA TRAGEDI KAPAL TAMPOMAS II
Foto karamnya kapal Costa Concordia
Bandingkan dengan foto hitam putih tragedi tenggelamnya kapal Tampomas II. Foto hitam putih ini tentunya sekaligus menggambarkan tingkat kesulitan yang dihadapi Kapten Abdul Rivai jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Kapten Schettino, karena teknologi yang tidak secanggih sekarang.
1327219647519426923 KISAH HEROIK CAPT. ABDUL RIVAI PADA TRAGEDI KAPAL TAMPOMAS II
Foto hitam putih tragedi tenggelamnya kapal Tampomas II
Dan sekarang kita bandingkan foto kedua kapten tersebut:
13272199841442725093 KISAH HEROIK CAPT. ABDUL RIVAI PADA TRAGEDI KAPAL TAMPOMAS II
Foto  Kapten Schettino dan Foto Kapten Abdul Rivai
Penghargaan untuk Kapten Abdul Rivai
Pengorbanan heroik Kapten Abdul Rivai ini memberikan inspirasi kepada penyanyi dan penulis lagu terkenal Ebiet G. Ade untuk menulis sebuah lagu yang didedikasikan kepada sang Kapten. Dikemas dalam album kelima Ebiet G. Ade yang diluncurkan di tahun 1982 bertajuk “Langkah Berikutnya”. Lagu itu berjudul “Sebuah Tragedi 1981″.
13272203381648790861 KISAH HEROIK CAPT. ABDUL RIVAI PADA TRAGEDI KAPAL TAMPOMAS II
Album Ebiet G. Ade
Lirik Lagu Ebiet G. Ade ”Sebuah Tragedi 1981″ :
Dia nampak tegah berdiri, gagah perkasa
Berteriak tegas dan lantang, ia nakhoda
Sebentar gelap hendak turun
Asap tebal rapat mengurung
Jeritan yang panjang, rintihan yang dalam,
derak yang terbakar, dia tak diam
du du du du du du du du du du du du
Dia nampak sigap bergerak di balik api
Seperti ada yang berbisik, ia tersenyum
Bila bersandar kepadaNya
terasa ada tangan yang terulur
Bibirnya yang kering serentak membasah
Tangannya yang jantan tak kenal diam
Bertanya kepadaNya, “Mesti apalagi?”
Semua telah dikerjakan tak ada yang tertinggal
Geladak makin terbenam, ho harapan belum pudar
Masih ada yang ditunggu mukjizat dariNya
Atau bila segalanya harus selesai
Pasrah terserah kepadaNya
Dia nampak duduk terpekur tengah berdoa
Ia hadirkan semua putranya, ia pamitan
Tanggung jawab yang ia junjung dan rasa kemanusiaan
ia telah bersumpah selamatkan semua
ia rela berkorban jiwa dan raga
du du du du du du du du du du du du
Di tengah badai pusaran air tegak bendera
Ia t’lah gugur begitu jantan, ia pahlawan
Pengorbanannya patut dikenang, jasa-jasanya pantas dicatat
Taburkanlah kembang di atas kuburnya
Berbelasungkawa bagi pahlawan
Untuk mendengarkan lagunya, silakan download lagunya di:
http://www.4shared.com/mp3/0kUPdyK-/Ebiet_G_Ade_-_Sebuah_Tragedi_1.htm
Sumber 1
Sumber 2 
There are no posts related to KISAH HEROIK CAPT. ABDUL RIVAI PADA TRAGEDI KAPAL TAMPOMAS II.

Related Posts:

  • No Related Posts

Irman : Keunggulan Kompetitif Modal Saing Dengan Negara Lain



Irman : Keunggulan Kompetitif Modal Saing Dengan Negara Lain

Daerah harus mengandalkan keunggulan kompetitif sebagai modal untuk bersaing dengan negara lain. Hal ini dikatakan Ketua Senat (DPD RI) Irman Gusman dalam kuliah umum bertajuk “Peran Pendidikan dalam Pembangunan Daerah dan Pembangunan Demokrasi” di Politeknik Negeri Batam, di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (17/4).

Irman mengatakan, era globalisasi memaksa daerah untuk bersaing dengan memanfaatkan seluruh kekayaan alam, perdagangan barang dan jasa serta hubungan internasional pada umumnya. Daerah tidak dapat mengandalkan pembangunan berdasarkan keunggulan komparatif semata tetapi harus mengandalkan keunggulan kompetitif.

Pembangunan nasional menghadapi tantangan dan diskursus yang amat ketat dalam iklim globalisasi dan era otonomi daerah. "Otonomi daerah memberikan ruang yang lebih luas bagi daerah untuk membangun dirinya sendiri, potensi ini yang harus dikembangkan oleh daerah," ujar Irman.

Irman mengatakan kota Batam dapat tampil sebagai kawasan perdagangan yang terbuka. Namun yang pertama kali harus dimiliki adalah sumber daya manusia yang berkualitas. "SDMnya harus bertumbuh supaya bisa bersaing dgn Singapura, Malaysia maupun China," ujarnya.

Sejauh ini,  Irman menilai  otonomi daerah belum menunjukkan keberhasilan dalam mengarahkan dan memanfaatkan pembangunan potensi sumberdaya manusia. "Otonomi daerah tidak menghasilkan peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Pada akhirnya, pembangunan daerah secara resiprokal tidak didukung oleh sumberdaya manusia daerah yang berkualitas, "ungkapnya.

Menghadapi tantangan tersebut, Irman menilai perlu dilakukan desain ulang terhadap prioritas-prioritas pembangunan. Salah satunya fokus membangun sumberdaya manusia melalui pembangunan pendidikan.

"Pendidikan merupakan entry point untuk membangun bangsa secara keseluruhan. Indonesia memerlukan SDM yang secara teknis mumpuni dan secara personal mempunyai sensitifitas sosial yang baik. Semuanya hanya bisa dilakukan dengan melalui perbaikan kualitas pendidikan," jelasnya.

Irman Gusman Usulkan Partai Politik Jaring Capres Dengan Cara Konvensi


Irman Gusman Usulkan Partai Politik Jaring Capres Dengan Cara Konvensi

Ketua Senat (DPD RI) Irman Gusman mengusulkan agar partai-partai politik menerapkan pola konvensi dalam menjaring bakal calon presiden yang akan diusungnya pada pemilu presiden 2014.

"Dengan menerapkan pola konvensi dan membuka kesempatan pada putra terbaik bangsa maka akan didapatkan calon presiden terbaik," kata Irman Gusman di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.

Irman Gusman melakukan kunjungan kerja ke Batam, Kepulauan Riau, pada Senin hingga Rabu, 16-18 April 2012, yang didampingi sejumlah anggota DPD RI.

Menurut Irman, masih banyak putra terbaik bangsa tapi bukan merupakan kader partai politik, sehingga jika partai politik tidak menerapkan pola konvensi maka akan terakomodasi.

"Untuk membangun bangsa dan negara yang lebih baik ke depan dibutuhkan putra terbaik bangsa yang memiliki visi nusantara secara menyeluruh," katanya.

Ia mencontohkan, melihat wajah Indonesia jangan melihatnya dari Jakarta, tapi daerah-daerah terbelakang di Indonesia seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur, sehingga memiliki greget untuk melakukan percepatan pembangunan.

Irman menambahkan, soal pengusungan calon presiden adalah domainnya partai politik.

Namun, ia menilai partai politik saat ini lebih bersikap oligarki sehingga hanya figur tertentu yang memiliki kesempatan untuk tampil sebagai calon presiden.

"Bahkan, ada partai politik yang kader seniornya sendiri sampai berteriak karena tidak mendapat kesempatan  bakal calon presiden," katanya.


Capres Perseorangan Dimungkinkan UUD 45

Senator dari Provinsi Sumatera Barat ini menjelaskan, pada usulan amandemen kelima UUD 1945 yang diusulkan DPD RI, antara lain mengusulkan, dimungkinkannya calon presiden dari jalur perseorangan. Jika usulan tersebut diakomodasi, menurut dia, akan baik sekali karena lebih membuka ruang demokrasi.

"Dalam sistem demokrasi, adanya calon presiden dari jalur perseorangan akan lebih menguatkan penegakan demokrasi," katanya.

Ia menambahkan, jalur calon perseorangan ini sudah diakomodasi pada pemilukada bupati, walikota, dan gubernur, tapi belum pada pemilu presiden.  ****

Investasi Masih Terhambat Birokrasi



Investasi Masih Terhambat Birokrasi

Ketua Senat (DPD RI) Irman Gusman  didampinging Ketua Kadin Provinsi Kepri Johannes Kennedi dalam Forum Group Discussion Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Provinsi Kepulauan Riau di Harmoni One Convention Center, Batam





Ekonomi biaya tinggi masih menjadi hambatan dalam upaya peningkatan investasi  di  daerah. Hal ini dijelaskan Ketua Senat (DPD RI) Irman Gusman dalam Forum Group Discussion Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Provinsi Kepulauan Riau di Harmoni One Convention Center, Batam, Kepri, Rabu.

Diskusi bertajuk "Menuju Sistem Pengupahan yang Layak" ini dihadiri oleh Ketua KADIN Kepri, Johanes Kennedy Aritonang, Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Kepri, Suhajar Diantoro, Direktur Pengupahan dan Jaminan Sosial Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Wahyu Indarawati Wahyu dan kalangan pengusaha serta serikat pekerja di Prov. Kepri.

Irman mengatakan kemudahan peluang bisnis  di  Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Indonesia berada pada urutan 121 dari 183 negara, lebih rendah dari Malaysia, Thailand dan Singapura.

Daya saing Indonesia relatif juga menunjukkan penurunan setiap tahunnya, dimana menurut World Economic Forum, pada tahun 2011 rangking daya saing Indonesia berada di urutan 46 dari 142 negara.

"Daya saing Indonesia menurun jauh, artinya, lagi-lagi Indonesia rangkingnya lebih rendah dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura bahkan Thailand," ujarnya.

Persoalan ini menurutnya karena pemerintah belum mampu menyediakan birokrasi yang bersih dan kebijakan yang dapat menggerakkan aktivitas ekonomi  di daerah.

"Investasi masih sangat rendah karena negara kita cenderung high cost economy. Sistem birokrasi belum seperti negara-negara lain dan hal ini  menjadi persoalan kita bersama, "jelasnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang masa depan ekonomi yang baik dan menjanjikan. Indonesia dapat mencapai pendapatan per kapita 15.000 dollar dengan beberapa syarat seperti kondisi perekonomian yang stabil dan merata ke seluruh daerah, kebijakan pemerintah pusat yang memberikan kesempatan kepada daerah untuk memanfaatkan potensi lokalnya dan sinergi antara pengusaha dan pekerja.

Irman mengatakan untuk meningkatkan daya saing dengan negara-negara lain, faktor yang perlu mendapat perhatian serius adalah dukungan kebijakan ekonomi politik pemerintah.

Sementara itu Direktur Pengupahan dan Jaminan Sosial Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Wahyu Indarawati Wahyu mengatakan
daya saing ekonomi nasional dapat terwujud apabila didukung oleh kinerja para pekerja. Kesejahteraan akan menumbuhkan etos kerja yang menghasilkan produktivitas perusahaan.

Ia menambahkan, sistem pengupahan nasional kerap menjadi perdebatan antara tiga pihak yakni buruh, perusahaan dan pemerintah.

Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 pada pasal 90 menyatakan  pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum.

"Pemerintah telah menekankan perusahaan harus memberikan upah minimum bagi buruh yang ditetapkan di daerahnya masing-masing,"katanya.

Penentuan upah minimum, menurut Wahyu, prosesnya dilakukan melalui survei tripartit yang melibatkan pengusaha,  pekerja dan pemerintah melalui Dewan Pengupahan Daerah. Hasil survei nantinya dijadikan salah satu faktor pertimbangan oleh  Dewan Pengupahan dalam memberikan saran dan rekomendasi besaran upah minimum kepada gubernur di daerah masing-masing. ****

Rabu, 18 April 2012

PRESIDEN SENAT IRMAN GUSMAN : Kantor DPD RI Bagian dari Produk Reformasi

  • Beranda
  • Profil
  • Kegiatan
  • Pidato
  • Tulisan
    • Kontak
    Ulasan Berita
  • Galeri
  • Video


Foto bersama dan wawancara seusai meresmikan kantor semantara SenFoto bersama dan wawancara seusai meresmikan kantor semantara Senat (DPD) RI di Provinsi Kepulauan Riau (16/4)at (DPD) RI di Provinsi Kepulauan Riau (16/4)

Irman : Kantor DPD RI Bagian dari Produk Reformasi

Batam - irmangusman.com. Ketua Dewan Perwakilan Daerah Repulik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman mengatakan keberadaan kantor sementara daerah DPD RI merupakan amanah UUD sebagai hasil reformasi. Hal ini disampaikan Ketua DPD RI Irman Gusman ketika meresmikan kantor sementara DPD RI untuk Provinsi Kepulauan Riau, di Batam, Senin (16/4).
Peremian kantor sementara DPD RI Provinsi Riau dihadiri oleh Anggota DPD RI Provinsi Kepulauan Riau yakni Djasarmen Purba, Aida Ismeth, Zulbahri dan Hardi Slamet Hood. Selain itu hadir pula Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani dan jajarannya.
Lebih lanjut Irman mengatakan amanah UU No 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD, memberikan dampak pada perubahan tugas, fungsi, dan wewenang DPD.  “Perubahan tugas, fungsi, dan wewenang ini menyangkut  tiga hal pokok yakni, terkait dengan anggota, lembaga, dan sekretariat jenderal ," kata Irman.

Perubahan tugas, fungsi, dan wewenang yang terkait dengan anggota, menurut dia, adalah anggota DPD RI dpakan alam menjalankan tugas berdomisili di daerah pemilihannya dan mempunyai kantor di ibukota provinsi.
Irman Gusman menjelaskan DPD RI merupakan produksi reformasi yang lahir dari amandemen ketiga UUD 45. DPD RI dibentuk dalam fungsi utama untuk menguatkan demokrasi. Irman menilai demokrasi di Indonesia saat ini masih memerlukan penguatan. “Untuk itu, jika ada pihak-pihak yang bersikap miring terhadap DPD, maka dapat diartikan tidak mendukung penegakan demokrasi,” ujarnya.
Sedangkan yang terkait dengan lembaga, kata dia, adalah menjalankan tugas pengawasan serta anggota DPD RI melaksanakan rapat dengan pemerintah daerah, DPRD, dan unsur masyarakat di daerah pemilihannya. "Implikasi dari ketentuan ini adalah semakin meningkatnya aktivtas anggota DPD RI di daerah," katanya.

Menurut dia, anggota DPD dalam menjalankan tugas, fungsi, dan wewenannya ke depan tidak hanya berhubungan dengan Presiden dan DPR RI, juga dengan pemerintah daerah, DPRD, serta masyarakat di daerah pemilihannya.
Pada kesempatan tersebut Irman menyatakan harapannya agar institusi DPD RI menjadi lebih kuat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan daerah dan berperan serta dalam pengambilan keputusan baik di DPR maupun di daerah. "DPD RI sebagai lembaga negara yang mengemban harapan publik, memerlukan berbagai dukungan publik dalam menjalankan tugas dan fungsinya," katanya.

Kantor sementara daerah DPD RI di Provinsi Riau adalah milik Badan Pengelola Kawasan Batam yang dipinjampakaikan.***

SUMBER:  http://www.irmangusman.com/tulisan/read/kantor-dpd-bagian-dari-produk-reformasi
 https://www.facebook.com/media/set/?set=a.385631814810863.91662.100000921435749&type=1