Rabu, 07 Mei 2014

Cultural Trip to BAUBAU

Cultural Trip to BAUBAU
29 Mei – 1 Juni 2014

Perjalanan ke Kerajaan Penghasil Aspal
Buton adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Pulau Sulawesi. Nama ini selalu dihubungkan dengan pertambangan aspal alam. Tak banyak yang tahu, bahwa di pulau ini ada satu kesultanan, yang berperan mengisi sejarah Indonesia. Buton dikenal dalam Sejarah Indonesia karena telah tercatat dalam naskah Nagarakertagama karya Prapanca pada tahun 1365 Masehi dengan menyebut Buton atau Butuni sebagai negeri (desa) keresian atau tempat tinggal para resi dimana terbentang taman dan didirikan lingga serta saluran air. Rajanya bergelar Yang Mulia Mahaguru. Nama Pulau Buton juga telah dikenal sejak zaman pemerintahan Majapahit. Patih Gajah Mada dalam Sumpah Palapa, menyebut nama Pulau Buton.

Dalam periodisasi Sejarah Buton telah mencatat dua fase penting yaitu masa Pemerintahan Kerajaan sejak tahun 1332 sampai pertengahan abad ke – 16 dengan diperintah oleh 6 (enam) orang raja diantaranya 2 orang raja perempuan yaitu Wa Kaa Kaa dan Bulawambona. Kedua raja ini merupakan bukti bahwa sejak masa lalu derajat kaum perempuan sudah mendapat tempat yang istimewa dalam masyarakat Buton. Fase kedua adalah masa Pemerintahan Kesultanan sejak masuknya agama Islam di Kerajaan Buton pada tahun 948 Hijriah (1542 Masehi) bersamaan dilantiknya Laki La Ponto sebagai Sultan Buton I dengan Gelar Sultan Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis sampai pada Muhammad Falihi Kaimuddin sebagai Sultan Buton ke – 38 yang berakhir tahun 1960.

Kembali kita akan melihat beragam keunikan budaya dan sejarah yang kadang luput dari perhatian kita. Dengan didampingi kontributor dan narasumber ahli, peserta akan dibawa berkunjung menelusuri jejak kejayaan Kesultanan Buton serta melihat dari dekat pengaruh kerajaan dalam kehidupan keseharian masyarakat Baubau.

[ Program ini dipersembahkan oleh Gelar dan didukung oleh National Geographic Traveler ]

BIAYA :
Rp. 5.750.000,- /orang (1 kamar berdua)
Biaya sudah termasuk :
  • Transportasi Makassar-Baubau (pp)
  • Transportasi lokal
  • Akomodasi
  • Makan
  • Narasumber ahli/kontributor lokal
  • Donasi keberlanjutan seni budaya tradisi
  • Berlangganan majalah National Geographic Traveler selama 6 bulan.

Biaya tidak termasuk :
Tiket pesawat, transportasi dari tempat asal peserta ke
meeting point yang ditentukan, kargo, tur tambahan, kelebihan bagasi, laundry dan pengeluaran pribadi lainnya.

Meeting point : Bandara Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan pukul 13.30 WITA, untuk berangkat ke Baubau pukul 16.00 WITA.
**Penyelenggara Cultural Trip dapat melakukan pembatalan/penundaan trip apabila terkait dengan alasan keamanan dan keselamatan.

Batas akhir pendaftaran & pembayaran : 18 Mei 2014
*Pembayaran tidak dapat dikembalikan apabila calon peserta melakukan pembatalan.

INFORMASI PROGRAM & PENDAFTARAN :



Celebrating Diversity, Presenting Indonesia

GELAR – Sustainable Development Programs for Indonesian Art & Culture
[ E ] info@gelarculturaltrip.com   |   reservation@gelarculturaltrip.com
[ T ] 0812-90188682   |   pin 2310DC88
[ W ] www.gelarculturaltrip.com     |     www.gelar.co.id

Twitter : @gelar_nusantara
FB Groups : Friends of GELAR (2)
FB Fanpage : GELAR - Presenting Indonesia

The Information contained in this e-mail maybe privileged and confidential and is intended only for the use of the individual entity named above. If the reader of this message is not the intended recipient, or an employee or agent responsible for delivering this message to the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this communication is prohibited. If you have received this communication in error, please notify us immediately by telephone and return the original message to the above address via the postal service.
Thank you.
   
GELAR

__._,_.___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar