Rabu, 28 November 2018

Indonesia's Economic and Political Outlook 2019

Selasa, 27 November 2018

Pergelaran Hip-Hip Hura di Livespace SCBD Jakarta



LiputanSatu.Com, Jakarta - Paguyuban muda-mudi, Swara Gembira, yang telah beberapa kali membuat pergelaran yang merayakan karya-karya Guruh Sukarno Putra, Candra Darusman & Yockie Suryaprayogo kali ini kembali dengan mempersembahkan Pergelaran Hip Hip hura yang terinspirasi oleh lagu-lagu yang dipopulerkan oleh Chrisye. Pergelaran Hip-Hip Hura adalah pergelaran keenam Swara Gembira yang akan dilaksanakan pada 8 Desember di Livespace, SCBD. Kabar ini dirilis pada Senin, 26 November 2018 saat Konferensi Pers Pergelaran Hip-Hip Hura yang diselenggarakan di Queenshead, Kemang.

Seperti yang diketahui, Chrisye merupakan salah satu penyanyi maestro di Indonesia. Walaupun Chrisye sudah tiada, tapi lagu-lagunya masih berjaya. Bahkan lagu Serasa dan Juwita adalah beberapa lagu yang sering ditunggu-tunggu di berbagai acara anak muda. Chrisye juga terus turut memperkenalkan kebudayaan Indonesia melalui videoklip lagu-lagu yang dia tenarkan seperti Kala Cinta Menggoda, Cintaku, dan Untukku. Hal-hal ini lah yang akhirnya menjadi alasan utama mengapa Swara Gembira ingin merayakan sosok Chrisye di Pergelaran Hip Hip Hura. Selain itu, alasan lainnya Swara Gembira memilih Chrisye sebagai sosok yang diangkat pada pergelaran kali ini, Oi sebagai pemrakarsa Swara Gembira menjawab bahwa semangat Chrisye dalam memperjuangkan seni budaya Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri dengan mengikuti perkembangan zaman semasa hidupnya adalah semangat yang dibutuhkan dan bahkan perlu ditiru anak muda di era globalisasi seperti saat ini.

Untuk itu, Swara Gembira akan memadukan para seniman muda dengan membawakan lagu-lagu Chrisye yang dikemas menjadi ragam pentas budaya Indonesia. Dimulai dari budaya Bali, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Melayu, Dayak, serta Sumba yang akan dipamerkan melalui latar dan dekorasi panggung, serta busana, tarian, tata rias wajah & rambut para penampil Pergelaran Hip Hip Hura.

Penampil dari Pergelaran Hip Hip Hura sendiri memiliki latar belakang seni yang beragam. Mementaskan penyanyi solo pop Kunto Aji dan biduanita indie Vira Talisa dalam satu panggung, ada juga Reza Chandika yang merupakan pemandu acara kondang dan selebritas dunia maya Cindercella yang akan bernyanyi dengan jenaka di pergelaran ini. Swara Gembira juga menggaet komunitas punk terbesar di Indonesia yaitu Marjinal serta Taring Babi dan penyanyi belia Nadin (Cakecaine). Fauzan Lubis (Sisitipsi) yang sedang laris manis di kalangan remaja akan kembali lagi mempersembahkan suaranya pada pergelaran kali ini. Bahkan Swara Gembira juga menggabungkan kelompok Reog Ponorogo Simo Giri Sampurno dan kelompok hip-hop Onar dalam satu panggung. Yang unik, akan ada aktivasi koran menarik hasil kolaborasi dengan Masdimboy, komikus yang tenar di Instagram. Selain itu, ada juga Elfa’s Choir, Kamila, dan Rishanda & The Rising yang akan turut menampilkan lagu-lagu populer Chrisye. Seperti biasa, ada Kinarya GSP yang akan mewarnai pergelaran dengan tarian-tarian meriah. Pergelaran ini akan dibuka oleh penampilan sekelompok musisi pendatang baru, Irama Pantai Selatan. Dan akan ditutup oleh disjoki kaset, Pemuda Sinarmas.

Pergelaran dengan kolaborasi seni dan budaya ini dapat dinikmati dengan kategori Tiket Pra-Acara seharga Rp. 300.000,00 dan Tiket Pas Acara seharga Rp. 400.000,00. Tiket Pra-Acara bisa dibeli melalui situs resmi Swara Gembira di www.swaragembira.com dan bagi kalian yang penasaran akan seperti apa Pergelaran Hip-Hip Hura langsung aja kunjungi instagram @swaragembira. Ingin tau seperti apa perpaduan budaya Indonesia yang beragam dengan lagu-lagu Chrisye? Sampai jumpa pada 8 Desember 2018 di Livespace, SCBD!

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Priscilla Siahaan (Patty)
Kepala Pemasaran & Komunikasi Swara Gembira
081219001996
prsclasiahaan@gmail.com


Tentang Swara Gembira:

Swara Gembira adalah sebuah paguyuban muda-mudi berdiri sejak Maret 2017. Berawal dari ketertarikan Oi dan Rifan terhadap warisan seni budaya Indonesia yang sangat kaya, Swara Gembira sadar bahwa Indonesia memiliki harta karun keindahan yang harus diperjuangkan untuk menjadi mercusuar dunia hiburan mancanegara. Maka dari itu, Swara Gembira selalu berusaha untuk menyajikan dan merevolusi keanekaragaman budaya tersebut dalam setiap pergelarannya. Seperti menyatukan generasi muda dengan generasi sebelumnya, musisi pendatang baru dengan para musisi ternama, bahkan menyatukan para seniman dari berbagai latar belakang seni yang berbeda pula.
Berangkat dari ketertarikan tersebut, Swara Gembira beberapa kali merayakan karya-karya maestro Indonesia. Seperti merayakan karya Guruh Sukarno Putra yang bertajuk “Pesta Dansa Untukmu Indonesiaku”, penggalangan dana persembahan untuk Yockie Suryo Prayogo pada “Pergelaran Sang Bahaduri”, dan pementasan karya Candra Darusman “Pesta Dara dan Pemuda”.

Selain merayakan karya-karya maestro Indonesia, Swara Gembira juga mengadakan pesta dengan lagu-lagu Indonesia yang pernah berjaya. Seperti festival yang mengangkat karya-karya pada tahun 50-60an di “Pesta Rakyat Jelata” dan pergelaran tembang-tembang asmara era 20-an hingga 2000-an Indonesia pada “Asmaradahana”.

Jumat, 23 November 2018

Peluncuran Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

LiputanSatu.Com, Jakarta - Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap
Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence)  merupakan kampanye
 internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap 
perempuan di seluruh dunia. Sejak tahun 2001, Komisi Nasional Anti Kekerasan
terhadap  Perempuan (Komnas Perempuan) bersama organisasi masyarakat sipil 
menggelar Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang setiap 
tahunnya diperingati mulai 25 November sampai 10 Desember.

Bertepatan dengan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 
pada tahun 2018 ini, Komnas Perempuan menemukan banyak pengaduan dan 
kasus kekerasan seksual yang tidak tertangani dan terlindungi, karena 
ketiadaan payung hukum yang dapat memahami dan memiliki substansi yang 
tepat tentang kekerasan seksual. Tren kekerasan seksual yang mencuat di 
media menjelang peringatan Kampanye Internasional 16 Hari Anti Kekerasan 
terhadap Perempuan adalah:

Pertama, kekerasan seksual yang terjadi di institusi pendidikan. 
Penyelesaian kasus yang dialami oleh seorang mahasiswi UGM, menunjukkan 
bahwa kekerasan seksual masih dianggap bukan pelanggaran berat di 
kalangan civitas akademik dan belum ada prioritas pemulihan bagi 
mahasiswi.

Kedua, tidak dikenalinya kekerasan seksual yang melatarbelakangi kasus 
pelanggaran Pasal 27 ayat(1) jo Pasal 45 UU ITE (dalam hal ini kasus Ibu 
Baiq Nuril di Mataram), sehingga perbuatan merekam dan dapat membuat 
akses orang lain atas dokumen elektronik yang dilakukan Ibu Baiq Nuril 
tidak dilihat sebagai  akibat upaya membela dirinya sendiri atas 
kekerasan seksual secara verbal yang dialaminya. Kondisi tersebut 
menggambarkan sistem hukum belum menjamin perlindungan bagi perempuan 
dari kekerasan seksual. Sistem hukum saat ini menunjukkan minimnya 
perlindungan terhadap korban dan pelanggengkan impunitas kepada pelaku.

Ketiga, tren kekerasan terhadap perempuan berbasis cyber. Akhir tahun 
2017 yang lalu, terdapat 65 kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia 
maya tercatat yang dilaporkan korban ke Unit Pengaduan untuk Rujukan 
(UPR) Komnas Perempuan. Bentuk kekerasan yang dilaporkan cukup beragam 
dan sebagian besar masih dilakukan oleh orang yang dekat dengan korban, 
seperti pacar, mantan pacar, dan suami korban sendiri. Luasnya akses 
dalam ranah dunia maya juga memungkinkan adanya pihak lain yang menjadi 
pelaku kekerasan, seperti kolega, supir transportasi online, bahkan 
orang yang belum dikenal sebelumnya (anonim). Umumnya, korban berasal 
dari Jabodetabek atau kota-kota besar di Indonesia dan pada beberapa 
kasus melibatkan pelaku dengan kewarganegaraan asing atau berlokasi di 
luar negeri. Hal ini menunjukkan kejahatan cyber bukanlah bentuk 
kekerasan terhadap perempuan biasa, namun juga kejahatan transnasional 
yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

Grafik dan diagram di bawah ini memperlihatkan bahwa pengaduan kasus 
kekerasan terhadap perempuan di dunia maya terbanyak dilaporkan pada 
bulan Februari hingga Desember, dengan jenis recruitment, malicious 
distribution, ilegal content dan cyber harrashment memiliki jumlah 
terbanyak kekerasan yang dialami perempuan korban.


Sumber: Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan 2018[1.Istilah-istilah 
kekerasan dalam cyber yang terdapat dalam tabel: (1)Cyber grooming: 
Pendekatan untuk Memperdaya;(2)Cyber harrashment:Pengiriman Teks untuk 
Menyakiti/Menakuti/Mengancam/Mengganggu; (3)Hacking: Peretasan; 
(4)Illegal Content: Konten Ilegal (5)Infringement of privacy: 
Pelanggaran Privasi; (6)Malicious distribution: Ancaman Distribusi 
Foto/Video Pribadi; (7)Online defamation: Penghinaan/Pencemaran Nama 
Baik; (8)Recruitment:Rekrutmen Online

]
Keempat, kekerasan seksual dialami Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan 
Pekerja Migran Perempuan. Pada tahun 2017, Komnas Perempuan menerima 10 
pengaduan kasus PRT dan pekerja migran perempuan yang menjadi korban 
perdagangan orang, dengan disertai kekerasan fisik, kekerasan seksual, 
dan kriminalisasi. Para korban diperdagangkan di dalam negeri (wilayah 
Indonesia) dan di luar negeri untuk tujuan eksploitasi tenaga kerja, 
eksploitasi seksual hingga dugaan penjualan organ tubuh. Data Badan 
Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) 
memperlihatkan pada 2015 terdapat 18 kasus pekerja migran yang mengalami 
pelecehan seksual. Data lain yang juga mengkawatirkan dapat dilihat dari 
Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang Tangerang yang mencatat bahwa 
kasus pelecehan seksual terhadap pekerja migran selama 2008-2014 
mencapai 11.343 kasus, dengan rincian 1.889 (2008), 2.518 (2009), 2.978 
(2010), 2.186 (2011), 1.202 (2012), 477 (2013), 93 (2014, hingga 
September).

Komnas Perempuan telah mendorong percepatan pembahasan dan pengesahan 
Rancangan Undang Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual, guna 
memutus mata rantai kekerasan seksual dan menghadirkan pemulihan korban. 
Namun, Panja Komisi 8 RUU Penghapusan Kekerasan Seksual DPR RI terkesan 
memperlambat pembahasan dan pengesahan di DPR.  Tidak sensitifnya Panja 
terkait kekosongan hukum dalam melindungi masyarakat khususnya perempuan 
dari kekerasan seksual ini mengakibatkan hingga saat ini proses hukum 
terhadap kasus-kasus kekerasan seksual hanya berpegang pada KUHP dan 
KUHAP, yang tidak mampu memberi perlindungan secara utuh bagi perempuan 
korban kekerasan seksual. Hal ini menjadi hambatan bagi akses keadilan 
korban, ditengah terus meningkatnya kasus-kasus kekerasan seksual yang 
dilaporkan.

Tren kekerasan seksual yang semakin hari semakin meningkat, meyakinkan 
kebutuhan payung hukum RUU Penghapusan Kekerasan Seksual untuk segera 
disahkan guna melindungi kelompok rentan dari kekerasan seksual, maka 
Kampanye Internasional 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan sebagai 
momentum penting dalam mengaktualisasikan jaminan perlindungan. Untuk 
itu Komnas Perempuan mendesak:

1.Eksekutif dan legalislatif untuk segera membahas dan mengesahkan RUU 
Penghapusan Kekerasan Seksual dengan tidak mengabaikan hal-hal prinsip 
terkait pencegahan, hukum acara pembuktian, pemulihan dan perlindungan 
hak-hak korban;
2.Presiden Republik Indonesia agar memberikan arahan kepada Pemerintah 
untuk memperhatikan kasus kekerasan seksual dalam proses penyusunan 
payung hukum agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang dibahas dan 
disahkan memiliki ketepatan substansi untuk membangun, menjaga, 
memelihara dan membantu ruang-ruang pengaduan untuk penanganan dan 
pendampingan korban kekerasan seksual dengan tenaga-tenaga ahli yang 
memiliki kapasitas yang memadai;
3.Masyarakat untuk secara terus menerus mengawal proses RUU Penghapusan 
Kekerasan Seksual termasuk juga melakukan kampanye #GerakBersama 
"Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan" termasuk terlibat dalam mencegah 
kekerasan pada orang-orang dekat di ranah personal, domestik, komunitas 
maupun Negara.
Untuk kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 
(K16HAKTP) tahun 2018, Komnas Perempuan telah menyusun sejumlah agenda. 
Sejak persiapan mengawali kampanye tahun ini, Komnas Perempuan telah 
melakukan audiensi dengan beberapa mitra agar terlibat, seperti: Grab, 
KBR 68 H, Goggle Indonesia, HelloMotion, Majalah Tempo, Komisi Penyiaran 
Indonesia Pusat, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo), 
@America, dan masih banyak lainnya. Terdapat tujuh (7) kegiatan yang 
diinisasi oleh Komnas Perempuan untuk tahun ini. Kegiatan ini dimulai 
dengan “Konferensi Pers Bersama” Komnas Perempuan bersama dengan 
jaringan (23 November 2018) di Komnas Perempuan dan diakhiri dengan 
“Karnaval Budaya:  Pawai Akbar Mendorong Pengesahan RUU Penghapusan 
Kekerasan Seksual” (8 Desember 2018). Agenda yang lebih rinci terdapat 
di Lampiran 1 Agenda Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 
(K16HAKTP) Komnas Perempuan

Selain itu, Komnas Perempuan turut menggalang gerakan kampanye bersama 
masyarakat sipil secara serentak melalui “Ayo Menjadi Bagian dari 
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (25 Nov-10 Desember)” 
dengan mendaftarkan melalui website Komnas Perempuan
(https://www.komnasperempuan.go.id/read-news-ayo-menjadi-bagian-dari-kampanye-16-hari-anti-kekerasan-terhadap-perempuan-25-nov-10-desember).


Sampai dengan tanggal 22 November sudah terdapat 80 mitra/lembaga yang 
terlibat mengadakan kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap 
Perempuan yang tersebar di berbagai daerah. Untuk mengetahui mitra yang 
melakukan kampanye dan kegiatan yang dilakukan dapat dilihat di Lampiran 
4 Agenda Kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Mitra Komnas 
Perempuan. Untuk ini, Komnas Perempuan juga telah merilis “Panduan 
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Tahun 
2018”(https://www.komnasperempuan.go.id/read-news-panduan-kampanye-16-hari-anti-kekerasan-terhadap-perempuan-tahun-2018)


Pada Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan tahun 2018 ini, 
jaringan masyarakat sipil yang tergabung dalam Jaringan #GerakBersama 
juga turut mengkampanyekan kampanye publik untuk mendukung RUU 
Penghapusan Kekerasan Seksual.

Mari bergerak bersama untuk hentikan kekerasan terhadap perempuan!

Kontak Narasumber:
Mariana Amiruddin (Komisioner Komnas Perempuan) (081210331189)
Masruchah (Komisioner Komnas Perempuan) (087887233388)
Magdalena Sitorus (Komisioner Komnas Perempuan) (0818727038)




Lampiran 1
Agenda Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (K16HAKTP) 
Komnas Perempuan

No      Kegiatan        Keterangan
1.      Konferensi Pers Bersama di Komnas Perempuan     Diselenggarakan pada:
Tanggal: 23 November 2018
Tempat: Ruang Persahabatan Lantai 1 Komnas Perempuan
Pukul : 14.00-16.00 WIB
2       Konferensi Pers dan Diskusi Publik:
Come Together to End Violence Against Women
#GerakBersama Memanusiakan Perempuan

        Diselenggarakan pada:
Tanggal: 27 November 2018
Tempat : @America, Pacific Place Mall
Pukul: 16.00-17.30 WIB
3.      16 Film Festival
#GerakBersama #HearMeToo        Diselenggarakan pada:
Tanggal: 25 November – 10 Desember 2018
4.      Diskusi Publik Perempuan dan Teknologi
Komnas Perempuan bersama Telkom Telstra
        Diselenggarakan pada:
Tanggal: 4 Desember 2018
Tempat : Ruang Rapat Lantai 1 Komnas Perempuan
Pukul: 10.00-13.00 WIB
5       Workshop Anti Kekerasan terhadap Perempuan
Komnas Perempuan dan Grab Indonesia

Grab bekerjasama dengan Komnas Perempuan dalam Kampanye 16 Hari Anti 
Kekerasan terhadap Perempuan, #GerakBersama. Dukungan Grab merupakan 
wujud komitmen dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan 
kepedulian untuk terus memberikan pelayanan yang aman dan nyaman selama 
berkendara bersama Grab. Hal ini sejalan dengan kampanye 
'#MajuLebihDekat' yang Grab luncurkan untuk menggarisbawahi inisiatif 
'Perjalanan Lebih Aman' bagi pelanggan di Indonesia. Grab percaya kerja 
sama yang berkesinambungan antara pemerintah dan sektor swasta berperan 
krusial dalam mendorong kepedulian masyarakat Indonesia, termasuk 
pengembangan layanan yang ramah terhadap perempuan melalui edukasi 
terkait kekerasan terhadap perempuan.   Diselenggarakan pada:
Tanggal: 1 Desember 2018
Tempat: Jakarta

6       Diskusi Publik
Perempuan, Pengungsi dan Kekerasan Seksual
Komnas Perempuan bersama Sandya Institute
        Diselenggarakan pada:
Tanggal: 5 Desember 2018
Tempat : Ruang Rapat Lantai 1 Komnas Perempuan
Pukul: 15.00-17.00 WIB
7       Karnaval Budaya :
Pawai Akbar Mendorong Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan 
Seksual Diselenggarakan pada:
Tanggal: 8 Desember 2018
Tempat: Rute Sarinah hingga Taman Aspirasi
Pukul : 09.00 – 12.00 WIB






Lampiran 2
Mitra Komnas Perempuan untuk Agenda Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan 
terhadap Perempuan (K16HAKTP)
No.     Kegiatan        Keterangan
1. Media dan Mitra:


        - Majalah Tempo
        Akan ada liputan khusus tentang pembahasan RUU Penghapusan  Kekerasan 
Seksual diantaranya wawancara Komnas Perempuan dan DPR RI.
        - KBR 68H
        Kerjasama liputan dan membuat produk Iklan Layanan Masyarakat (Public 
Service Announcemen/PSA) untuk ditayang commuterline.
        - Google Indonesia
        Google Add, dan workshop community creator (youtuber) dengan konten 
kampanye Penghapusan Kekerasan Seksual
        - HelloMotion (Komunitas Animasi Indonesia)
        Para animator membangun konten tentang Kekerasan Seksual untuk 
disebarkan di komunitas dan publik.
2. Mitra lembaga pemerintah

        Komisi Penyiaran Indonesia-Pusat        Menjadi mitra lembaga negara untuk 
kampanye, akan memberikan rekomendasi kepada seluruh stasiun televisi 
dan radio untuk menayangkan Iklan Layanan Masyarakat/ PSA Kampanye 
Penghapusan Kekerasan Seksual.






Lampiran 3
Penggalangan Dana Pundi Perempuan selama Kampanye 16 hari Anti Kekerasan 
terhadap Perempuan: 25 November – 10 Desember 2018


Dalam rangka Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, IKa 
(Indonesia untuk Kemanusiaan) bersama Komnas Perempuan akan mengadakan 
serangkaian acara pengalangan dana melalui Pundi Perempuan. Penggalangan 
ini dilakukan untuk membantu individu/ komunitas/ lembaga pengadalayanan 
(Women’s Crisis Center/ WCC) yang membantu perempuan dan anak korban 
kekerasan, perempuan pekerja kemanusiaan, dan komunitas/ organisasi 
perempuan di Indonesia.
Penggalangan dana ini akan dilakukan selama 16 Hari Anti Kekerasan 
terhadap Perempuan yaitu dari 25 November- 10 Desember 2018. Ada 3 macam 
penggalangan dana yang dilakukan yaitu:

1.Give Back Sale
Give Back Sale adalah event penjualan barang-barang yang dilakukan 
sebanyak 2 kali dalam setahun. Barang-barang yang dijual berupa: 
pakaian, sepatu, aksesories, dll. Event Give Back Sale akhir tahun  ini 
akan diadakan di Ke:Kini ruang bersama- Jl. Cikini Raya 45, Jakpus 
selama 3 hari yaitu pada tanggal 13-15 Desember 2018. Saat ini kami 
masih membuka donasi barang-barang dari masyarakat yang kami kumpulkan,  
kami jual dan donasikan melalui event Give Back Sale hingga tanggal 5 
Desember 2018.
Kontribusi untuk Give Back Sale bisa dilakukan melalui 2 hal yaitu 
dengan cara: menyumbang barang dalam call for donation (sebelum 
pelaksanaan Give Back Sale) atau membeli barang (pada saat pelaksanaan 
Give Back Sale).
Untuk call for donation, masyarakat bisa mengirimkan barang-barangnya 
(pakaian, assesories, buku, dll) dan mengirimkan ke Kantor IKa 
(Indonesia untuk Kemanusiaan) Jl. Cikini Raya 43, Jakpus, telp (021) 
3152726 dan melalui surel: info@indonesiauntukkemanusiaan.org
2.Penggalangan dana melalui rekening Pundi Perempuan
Kami juga membuka penggalangan dana melalui rekening Pundi Perempuan 
Rek. Mandiri: 123-000-529-000-4 atau Rek. BCA: 342-305-9008. Cara 
mengirimkannya: tambahkan kode nominal angka 1 di belakangnya. Misal: 
donasi Rp. 200.001 atau Rp. 250.001

3.Penggalangan dana melalui www.kitabisa.com

Semua penggalangan dana yang terkumpul selama 16 hari akan didonasikan 
melalui Pundi Perempuan. Pundi Perempuan merupakan women’s fund (dana 
hibah perempuan) pertama di Indonesia yang hadir dalam konteks persoalan 
kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dan dalam dinamika dana yang 
tersedia untuk perubahan sosial. Dengan berdonasi melalui Give Back 
Sale, maka kita akan membantu banyak perempuan dan lembaga pengada 
layanan perempuan untuk menuntaskan kasus-kasus kekerasan perempuan.
Digagas oleh Komnas Perempuan pada tahun 2001, dan mulai tahun 2003 
dikelola bersama IKa (Indonesia untuk Kemanusiaan). Pundi Perempuan 
menghadirkan model hibah yang memberdayakan, sesuai dengan nilai-nilai 
perubahan sosial yang diharapkan. Kegiatan dalam Pundi Perempuan 
antaralain melakukan penggalangan, pengelolaan, pengembangan dan 
pendistribusian sumber dana yang akuntabel, memberi dukungan dan 
mendorong keberlanjutan organisasi, komunitas atau individu yang 
memiliki inisiatif penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Memberikan 
dukungan bagi kesehatan, keselamatan, kesejahteraan dan kapasitas 
perempuan pembela HAM. Serta membangun dan mengembangkan jaringan baik 
di tingkat lokal, nasional dan internasional untuk memperkuat peran 
Pundi Perempuan.


































Dr.Dino Patti Djalal: ANTICIPATING THE G-20 SUMMIT, THE CASE FOR ADVANCING EFFECTIVE AND INCLUSIVE MULTILATERALISM


Series of International Summits has been concluded in the past 2 weeks. The two "giants" reached deadlock conclusion, a question arises — Whether multilateral forum can still produce definite solutions to answer current uncertainty? — With the G-20 Summit just around the corner, can the middle power countries contribute to the realization of an effective and inclusive multilateralism?

Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) has the pleasure to invite you to our public discussion,“Anticipating the G-20 Summit, the Case for Advancing Effective and Inclusive Multilateralism” featuring H. E. Jean-Baptiste LemoyneMinister of Stateattached to the Minister for Europe and Foreign AffairsFrench Republic.

Rabu, 21 November 2018

Tantra Tobing Menangkan Hadiah Tiket Gratis ke Oman

        
Penyerahan Tiket Oman Air  kepada Tantra Tobing dari Maskapai  Oman di Hotel Kempinski, Jakarta

LiputanSatu.Com, Jakarta - Tantra Tobing, salah seorang tamu undangan pada Rabu (21/11) berhasil memenangkan tiket gratis pesawat Oman Air ke Muskat, Kesultanan Oman. Acara tersebut adalah rangkaian dari memperingati Hari Nasional Kesultanan Oman ke-48 serta Ulang Tahun Sultan Qabus bin Said Al-Said.                                                                                                                   
Hadir pada acara kenegaraan dan jamuan makan malam serta memberikan pidato resminya di acara tersebut antara lain Duta besar Kesultanan Oman di Jakarta, Yang Mulia  Al Sayid Nazar Bin Al-Julanda Bin Majid Al Said. Yang mewakili pemerintah Indonesia,  Menteri Perhubungan RI Yang Terhormat Bapak Budi Karya Sumadi. Undangan yang memenuhi Ruang Oval Bali Room Hotel Kempinski tersebut dari berbagai negara, Baik Diplomat, pejabat negara dan masyarakat bisinis serta lembaga NGO.

Penyerahan tiket gratis tersebut  diserahkan oleh Pejabat Kedutaan Besar Oman di Jakarta. dan Imam Hartono selaku Country Manager Indonesia  Oman Air di Jakarta.

Ketika ditanya penulis kepada Tantra, mimpi apa tadi malam? Tantra mengatakan "biasa saja" sambil tersenyum ramah.  Tantra adalah Asistant Vice President Bank Asing. Menurut Tantra, dia pernah kuliah di Australia dan pernah tinggal di kota Melbourne selama 9 tahun. (Ruslan).

Dubes Al Sayid Nazar Gelar Acara Peringatan Hari Nasional Oman ke-48

         Suasana memperingati HUT Kesultanan Oman di Hotel Kempinski Jakarta bersama                      Pejabat Negara Indonesia para Dubes dari negara-negara sahabat.


LiputanSatu.Com, Jakarta – Duta Besar Kesultanan Oman di Jakarta, Rabu (21/11) mengadakan resepsi kenegaraan dalam rangka Hari Nasional yang ke-48. Acara berlangsung meriah di Ruang Oval Bali Room Hotel Kempinski yang dahulu dikenal dengan nama Hotel Indonesia, Jakarta.

Dalam Pidato resminya Dubes Oman, Al Sayid Nazar menyatakan rasa terima kasihnya pada para undangan yang telah hadir. Dubes Al Sayid Nazar juga gembira dengan hubungan bilateral yang baik dengan  Negara Indonesia serta Negara tetangga lainnya. Berkenaan dengan bencana alam dan kecelakan tehnis di Indonesia. Dubes juga secara khusus  mengucapkan dalam bahasa Indonesia “Turut berduka cita.”

Sementara itu yang mewakili Pemerintah Indonesia, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menyampaikan ucapan selamat Hari Nasional Kesultanan Oman ke-48 serta Ulang Tahun Sultan Qabus bin Said Al-Said. Menteri perhubungan Budi juga menyatakan hubungan bilateral antara Indonesia dan Oman terus semakin meningkat.

Undangan yang memenuhi Ruang Oval Bali Room Hotel Kempinski tersebut dari berbagai negara, Baik Diplomat seperti Dubes Osama dari Kerajaan Arab Saudi, pejabat negara seperti Wakil Menteri luar negeri Dr.H.Abdurrahman Mohammad Fachir (A.M. Fachir)  dan masyarakat bisnis serta lembaga NGO.

Selesai kedua pejabat yang memberikan sambutan resminya. Diadakan acara potong kue ulang tahun Kesultanan Oman ke-48 dan foto bersama dengan para pejabat tinggi Negara.. Selanjutnya jamuan makan malam ala Oman yang disajikan mengelilingi ruang oval,  Bali Room di Hotel yang penuh sejarah monumental dan sangat popular di Jakarta. Dubes Oman yang dikenal sangat familiar dengan Indonesia ini . Secara langsung mendatangi para undangan dan beramah-tamah. 


  

PUISI UNTUK KESULTANAN OMAN

Puisi Untuk Kesultanan Oman

Sebuah Negara yang terkenal stabil dan Aman
Muskat Ibukota Oman yang  terkenal nan tenteram
Disana ada Sultan Qabus bin Said Al-Said
Dengan Wakilnya PM Fahd bin Mahmoud Al-Said

Parlemen mu bernama Majlis ad-Dawlah
Sedangkan Majelis rendah mu bernama Majlis as-Syura
Oman memiliki luas sekitar 309.501 km2
Dengan Pendududuk disana sekitar  4, 5 Juta

Yang Mulia Bapak Duta Besar Oman di Jakarta
H.E Al Sayid Nazar Bin  Al-Julanda Bin Majid Al Said
Kami mengucapkan Selamat  Hari Kebangsaan Ke-48
Semoga Oman menjadi Negara yang berlimpah berkah

Amin Ya Allah

Jakarta, 19 Nopember 2018



Ruslan Andy Chandra
Petani Singkong
WA.081294004611

Selasa, 20 November 2018

Indonesia Gelar Pertemuan Pertama Kepala Badan Otoritas Obat Negara OKI

LiputanSatu.Com - Jakarta Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Pertama Kepala Badan Otoritas Obat dari Negara-Negara Anggota OKI

Indonesia akan menggelar pertemuan pertama bagi para kepala Badan Otoritas Obat di negara-negara anggota OKI pada tanggal 21-22 November 2018 di Jakarta. Pertemuan ini akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan realisasi kemandirian dalam produksi obat dan vaksin bagi negara-negara anggota OKI.

Pertemuan ini mengusung tema: "Penguatan Kerjasama antar Regulator Nasional di Negara-Negara Anggota OKI untuk Kemandirian dalam Produksi Obat-obatan dan Vaksin", dan diharapkan mampu membuka kesempatan tersendiri bagi otoritas badan nasional di setiap negara anggota OKI untuk bertukar pandangan, pengalaman dan praktik terbaiknya dalam menghadapi tantangan produksi obat.

Dubes Mohammad Naeem Khan, Asisten Sekretaris Jenderal OKI untuk Urusan Sains Dan Teknologi, menyatakan bahwa banyak dari negara berkembang, termasuk beberapa negara anggota OKI, mengeluhkan banyaknya penyakit yang diderita penduduknya, tapi tidak memiliki kapasitas produksi obat yang memadahi, ditambah dengan lemahnya sistem aturan perobat-obatan yang dimiliki. Oleh karena itu, OKI bekerjasama dengan instansi-instansi terkait ingin menunjukkan partisipasinya dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan perbaikan aturan perobat-obatan, serta kemandirian dalam produksi obat bagi negara-negara anggota OKI.

Pertemuan yang akan diadakan di Jakarta ini diharapkan akan memberikan rekomendasi tentang langkah terbaik dalam mengatasi permasalahan regulasi perobat-obatan di negara-negara anggota OKI, serta rekomendasi terkait langkah-langkah strategis untuk mempercepat pencapaian kemandirian produksi dan jaminan kualitas obat-obatan dan vaksin, serta keamanan dan efektivitasnya di negara-negara anggota OKI.
Pertemuan yang akan dihadiri juga oleh delegasi dari WHO, UNICEF dan Islamic Development Bank, serta para pelopor produksi vaksin dan manufaktur farmasi ini juga akan mengesahkan "rancangan kerja" OKI dalam rangka memperkuat kerjasama antar badan otoritas nasional di negara-negara anggota OKI dalam kemandirian produksi obat- obatan dan vaksin tahun 2019-2021.

Penghargaan Perbankan dari Economic Review

Katua Panitia Penyelenggara Irlisa (tengah) dan Para Pemenang Penghagaan kan


LiputanSatu.Com. Jakarta- Seruan terkait Digitalisasi Perbankan yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, memprediksi di tahun 2019, Indonesia akan menjadi the biggest digital economy di Asia Tenggara. Tak bias dipungkiri di era digitalisasi seperti sekarang ini, perubahan besar-besaran dialami banyak sektor karena kemajuan teknologi informasi (IT). Salah satunya di sektor perbankan.

Disrupsi digital adalah perubahan secara besar-besaran menandai perubahan era dari yang sifatnya offline ke online, perubahan ini juga mulai menjadi tantangan bagi industri perbankan dengan adanya pemain baru di industri Financial Technologi (Fintech). Perbankan akan mengalami disrupsi dalam skala besar. Di sinilah perbankan harus masuk produk digital menghadapi disrupsi digital tersebut. Untuk di Indonesia, beragam inovasi perbankan pun dilakukan untuk menghadapi era digitalisasi perbankan.

Era Disrupsi digital membuat bank harus mengubah cara berpikir, sehingga lebih dinamis dalam dan aktif mencari konsumen, untuk terus berinovasi dalam menghadapi disrupsi Digital. Inilah perusahaan Perbankan terbaik 2018, yang mempu menyiasati persaingan di tengah era dirupsi digital dengan tetap menunjukan kinerja positif di tahun 2017.

Terkait Inovasi serta berbagai prestasi perbankan dalam meghadapi era digitalisasa, kembali Di tahun 2018 ini Majalah Economic Review, Perbanas Institute, IPMI International Business School serta Indonesia-Asia Institute, NBO Group, Thomas International, PQI International, Frontliner Service, kembali menyelenggarakan malam Anugerah Perbankan Indonesia-VII-2018 (APBI-VII-2018) & ”Anugerah BPR Indonesia VI- 2018 (ABPRI-VI-2018).

Yakni sebuah Penghargaan bergengsi yang diterima oleh beberapa perusahaan perbankan yang telah disesuaikan dengan pengelompokan Perbankan berdasarkan :  Aset Perusahaan, Kelompok BUKU dan Kepemilikan Saham Perusahaan ( Pemerintah, BUMN, Anak Perusahaan BUMN, BUMD, Swasta). Dimana Nominator APBPI VII-2018 dan  ABPRI-VI-2018  ini telah diseleksi berdasarkan Penilaian Kinerja Keuangan perusahaan Desember 2017, dengan menggunakan metode perhitungan dan analisa data yang diperoleh dari berbagai sumber, data yang dipublikasi.

Disrupsi digital membuat bank harus mengubah cara berpikir mereka, dari yang selama ini hanya menunggu konsumen datang dan menyimpan uangnya. Kini harus lebih dinamis dan aktif. Dan dikarenakan hal itu pulalah Anugerah Perbankan Indonesia-VII-2018 (APBI-VII-2018) & ”Anugerah BPR Indonesia VI- 2018 (ABPRI-VI-2018). Penganugerahan ini menjadi salah satu penghargaan atas mereka perbankan yang telah mempu terus berinovasi dan menorehkan prestasi dalam menjalankan bisnisnya sepanjang 2017, papar Ketua Penyelenggara APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018 sekaligus Pendiri Indonesia-Asia Institute - Economic Review Hj.RAy. Irlisa Rachmadiana,S.Sn,MM.

Irlisa menambahkan, Penghargaan APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018 juga merupakan Penghargaan atas Kontribusi yang signifikan dari perusahaan bagi pengembangan perekonomian di Indonesia. Kini Perbankan harus mulai mengubah cara bisnisnya. Kalau dahulu, nasabah mencari kemudian mendatangi bank untuk menyimpan uangnya. Sekarang, bank harus dinamis dalam dan aktif mencari konsumen. Terlebih lagi saat ini konsumen atau nasabah ingin sesuatu yang lebih memudahkan mereka dalam bertransaksi perbankan. Oleh karena itu, ketika bank menerapkan digitalisasi, mereka juga melahirkan beragam pelayanan baru.

Dilaksanakan di Mawar I-  Ballroom, Lt.2, Balai Kartini, pada Senin, 19 November 2018, Penghargaan APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018 kali ini mengusung tema: Perbankan Indonesia, di Era Disrupsi Teknologi Informasi.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Juri-APBI-VII-2018 Prof.Dr.Ir.Marsudi Wahyu Kisworo,MSc. menambahkan Era disruptif mendorong persaingan makin ketat dan melebar dengan hadirnya pendatang baru bernama fintech. Bagi perbankan, itu bukanlah masalah besar karena kini bank juga ikut serta mengembangkan fintech.

Mereka Para peraih penghargaan ini merupakan para pelaku usaha di sektor perbankan terus yang terbukti mampu berinovasi dan mengembangkan usahanya di tengah ketatnya persaingan. Industri yang menjadi salah satu penopang perekonomian nasional ini. Yakni yang mampu terus mempersiapkan diri menuju perubahan dan menghadapi era, terang Marsudi.

Ditambahkannya, saat ini Generasi milenial lebih mengetahui Go-Pay yang bisa dipakai beli martabak misalnya, mungkin mereka tidak mengalami yang namanya buku tabungan. Hal ini turut menjadikan pentingnya transformasi industri perbankan terhadap revolusi teknologi digital.

Namun, Marsudi menekankan terkait digitalisasi perbankan, ada dua tantangan yang dihadapi kelompok besar, yaitu generasi milenial dengan sistem pembayaran online, dan kelompok baby boomers, yang juga harus diedukasi mendigitalkan produk perbankan yang tadinya offline seperti kartu kredit. Oleh karenannya para pemain perbankan yang tadinya offline akan muali beralih ke online e-cash dengan venture capital. Dan diprediksi suatu saat akan convert yang lebih unggul dan user friendly.


Sekilas tentang Majalah Economic Review

Majalah Economic Review adalah majalah nasional yang menyajikan berita dan informasi mengenai Ekonomi dan Bisnis terkini yang mencangkup Perusahaan Swasta, BUMN, BUMD dan anak-anak perusahaannya, yang dibaca oleh para Komisaris, Direktur & Manajer Perusahaan termasuk para pejabat pemerintahan, lembaga tinggi dan tertinggi negara, Gubernur, Bupati, Walikota, Pelaku Bisnis serta para pengamat, peneliti dan akademisi di Indonesia maupun masyarakat Indonesia di seluruh Kedubes RI di luar negeri.
 Majalah Economic Review hadir ditengah-tengah masyarakat Indonesia dengan harapan dapat menyajikan berita-berita terktual dan memberikan iut pengetahuna seputar ekonomi bagi para pembaca dan pelanggannya sehingga mempu memenuhi keingintahuan para pembaca setia majalah Economic Review. Majalah Business Review telah memasuki tahun ke delapan  penerbitannya, dan diterbitkan setiap bulan oleh PT Kencana Ungu Mulia yang tergabung dalam Ideku Group.




Dirut PD BPR Sukabumi Engkos Rosidin Terima Penghargaan Perbankan

Engkos Rosidin selaku Direktur Utama PD BPR Sukabumi
 Menerima Panghargaan Perbankan dari Dewan Juri di Jakarta
  
LiputanSatu.Com - Bank PD BPR Sukabumi  berhasil meraih salah satu penghargaan bergengsi tingkat nasional di Jakarta. Penghargaan diterima langsung oleh Dirut PD BPR Sukabumi Engkos Rasidin dari Dewan Juri. Acara tersebut berlangsung di Mawar I,  Ballroom, Lantai .2, Balai Kartini, pada Senin (19/11) dihadiri oleh para petinggi Perbankan, OJK dan tamu undangan lainnya.

Penghargaan APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018 kali ini mengusung tema: Perbankan Indonesia, di Era Disrupsi Teknologi Informasi.Terkait Inovasi serta berbagai prestasi perbankan dalam meghadapi era digitalisasa, kembali Di tahun 2018 ini Majalah Economic Review, Perbanas Institute, IPMI International Business School serta Indonesia-Asia Institute, NBO Group, Thomas International, PQI International, Frontliner Service, kembali menyelenggarakan malam Anugerah Perbankan Indonesia-VII-2018 (APBI-VII-2018) & ”Anugerah BPR Indonesia VI- 2018 (ABPRI-VI-2018).

Disrupsi digital membuat bank harus mengubah cara berpikir mereka, dari yang selama ini hanya menunggu konsumen datang dan menyimpan uangnya. Kini harus lebih dinamis dan aktif. Dan dikarenakan hal itu pulalah Anugerah Perbankan Indonesia-VII-2018 (APBI-VII-2018) & ”Anugerah BPR Indonesia VI- 2018 (ABPRI-VI-2018). Penganugerahan ini menjadi salah satu penghargaan atas mereka perbankan yang telah mempu terus berinovasi dan menorehkan prestasi dalam menjalankan bisnisnya sepanjang 2017, papar Ketua Penyelenggara APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018 sekaligus Pendiri Indonesia-Asia Institute - Economic Review Hj.RAy. Irlisa Rachmadiana,S.Sn,MM.

Irlisa menambahkan, Penghargaan APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018 juga merupakan Penghargaan atas Kontribusi yang signifikan dari perusahaan bagi pengembangan perekonomian di Indonesia. Kini Perbankan harus mulai mengubah cara bisnisnya. Kalau dahulu, nasabah mencari kemudian mendatangi bank untuk menyimpan uangnya. Sekarang, bank harus dinamis dalam dan aktif mencari konsumen. Terlebih lagi saat ini konsumen atau nasabah ingin sesuatu yang lebih memudahkan mereka dalam bertransaksi perbankan. Oleh karena itu, ketika bank menerapkan digitalisasi, mereka juga melahirkan beragam pelayanan baru.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Juri-APBI-VII-2018 Prof.Dr.Ir.Marsudi Wahyu Kisworo,MSc. menambahkan Era disruptif mendorong persaingan makin ketat dan melebar dengan hadirnya pendatang baru bernama fintech. Bagi perbankan, itu bukanlah masalah besar karena kini bank juga ikut serta mengembangkan fintech.

Mereka Para peraih penghargaan ini merupakan para pelaku usaha di sektor perbankan terus yang terbukti mampu berinovasi dan mengembangkan usahanya di tengah ketatnya persaingan. Industri yang menjadi salah satu penopang perekonomian nasional ini. Yakni yang mampu terus mempersiapkan diri menuju perubahan dan menghadapi era, terang Marsudi.

Saat diwawancarai LiputanSatu,  Engkos Rosidin selaku Dirut PD  BPR Sukabumi menyatakan BPR Sukabumi adalah sebuah lembaga kepercayaan. Banyaknya penabung di BPR Sukabumi adalah salah satu indikator kepercayaan masyarakat yang baik. Pelayanan yang baik dari BPR Sukabumi untuk nasabahnya. Membuat mereka semakin tertarik untuk menabung.  Engkos menambahkan  Tabungan masyarakat saat ini mencapai Rp.183 Miliar. Deposito Rp.53 Miliar sedangkan kredit yang disalurkan mencapai Rp.202 Miliar. Khusus untuk pelatihan SDM/staf, Engkos menggunakan sistem training internal dan juga dari luar BPR (Ruslan



Selasa, 13 November 2018

Pemimpin Masa Depan Mendapat Beasiswa untuk Belajar di Australia

LiputanSatu.Com, Jakarta - Pemerintah Australia telah memberikan beasiswa penuh kepada 250 mahasiswa paska sarjana untuk belajar di Australia pada 2019.
Beasiswa Australia Awards melengkapi para penerima dengan keterampilan dan pengetahuan untuk mendorong pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.
“Beasiswa ini akan mendukung generasi pemimpin baru untuk membuat dampak positif dalam bidang pilihan mereka,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan.
“Saat para mahasiswa lulus, mereka akan bergabung dalam sebuah jejaring alumni bergengsi di mana termasuk didalamnya ada para tokoh bisnis, pemerintah dan masyarakat madani Indonesia.”  
Lima kandidat yang luar biasa ini telah menerima Beasiswa Australia Awards ASEAN, prakarsa khusus yang diselenggarakan dalam rangka ASEAN-Australia Special Summit untuk mendukung para sarjana mencari cara untuk membangun perdamaian, kesejahteraan dan sosial ASEAN. Mereka adalah Ari Triono, Aditya Arnanda, Rocky Reynaldo, Nindy Silvie dan Lathifah Nazaruddin.
Tujuh orang sarjana Indonesia yang sedang belajar di Australia dengan beasiswa dari Pemerintah Australia juga telah menerima penghargaan untuk mendukuk pengembangan karir mereka.
Adrianus Hendrawan dan Deasy Damayanti Pane telah menerima Penghargaan Hadi Soesastro untuk para sarjana yang menyelesaikan doktorat dalam bidang ekonomi politik, hubungan ekonomi internasional dan pembangunan. Penghargaan ini untuk mengenang almarhum Profesor Soesastro, ekonom terkemuka Indonesia, akademisi  dan tokoh intelektual, serta sahabat dekat Australia.
Fransisco Fernando, I Gede Pandu Wirawan, Mersi Katrina Manurung, Sri Ita Alimena dan Faza Nabila Syahrul telah menerima Penghargaan Allison Sudradjat untuk beasiswa di bidang kesehatan. pendidikan atau pembangunan. Penghargaan ini didedkasikan untuk diplomat dan tokoh kemanusiaan Australia yang meninggal dalam kecelakaan pesawat di Yogyakarta pada 2007.
Australia adalah tujuan paling populer bagi warga Indonesia untuk belajar di luar negeri dan memiliki tujuh universitas masuk dalam daftar 100 universitas top dunia, menurut QS World University Rankings.
Pendaftaran Beasiswa Australia Awards dibuka mulai 1 Februari hingga 30 April setiap tahun. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.australiaawardsindonesia.org.