Jumat, 10 Februari 2012

IRAN MEMPERINGATI KE-33 HARI NASIONALNYA

·
Dubes Republik Islam Iran Mahmoud Farazandeh didampingiJuru Bicara Kedutaan, Ali Pahlevani Rad. Berdialog dengan insan pewarta dan pers di Jakarta kemarin.
 Pidato Duta Besar Iran pada Acara 

Hari Nasional Iran di Jakarta

بسم الله الرحمن الرحیم

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih atas kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya hormati pada acara peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran yang ke-33 (Tiga Puluh Tiga). Peringatan ini bertepatan dengan maulid nabi islam yang agung, orang yang menjadi ”Rahmat Lilalamin” dan menjadikan peningkatan martabat ahlak sebagai tugas utamanya, "انی بعث لاتمم مکارم الاخلاق". Saya ucapkan selamat atas maulid Nabi terakhir islam dan semoga Allah merahmati kita semua dalam mengikuti perintah dan pentunjuk-Nya.

Revolusi Islam Iran terbentuk dengan menerima inspirasi dari ajaran-ajaran Nabi Muhammad serta perintah-perintah Islam, dan bangsa Iran dengan kepemimpinan salah satu hamba Allah yang bernama ”Ruhullah Al-Mousavi Al-Khomeini” telah berhasil untuk mengalahkan salahsatu antek serta seluruh negara-negara adidaya yang mendukungnya dalam sebuah perang yang dipaksakan selama delapan tahun, bangsa Iran juga telah berhasil untuk melewati 33 (Tiga Puluh Tiga) tahun yang penuh dengan tekanan politik dan ekonomi serta ancaman militer, dengan bermartabat, tentu saja pengenalan tokoh yang agung ini mungkin saja dapat memperkenalkan kita pada dimensi-dimensi lain dari revolusi ini. Dari pandangan identitas, ideologi maupun kebudayaan, revolusi ini tidak memiliki contoh ke-dua di dunia, maka para musuh kemandirian bangsa kami, tidak berhasil untuk membungkamkannya pada awal perjalanan maupun mengarahkannya dengan sebuah proses tertentu, karena pemimpin spiritual dengan bijaksana mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan segala suatunya dengan perkembangan dan situasi zaman.

Berbagai fitnah yang telah dilancarkan dengan tujuan menghancurkan persatuan rakyat Iran, telah mengalami kegagalan dan seluruh sanksi ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi telah memperkuat rasa percaya diri dan kemandirian bangsa Iran. Dalam situasi seperti ini, bangsa kami lebih tegar dari sebelumnya dalam melanjutkan perjalanan agar berhasil memenuhi amanat terhadap sejarah perjalanannya maupun terhadap bangsa-bangsa lain didunia yang mencintai kemerdekaan.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan para tamu undangan yang terhormat,
Dengan penuh suka cita, saya dapat menyampaikan bahwa, walaupun terdapat begitu banyak keterbatasan, tetapi rakyat Iran telah berhasil untuk menduduki peringkat pertama di kawasan dan peringkat ke-17 (Ke-Tujuh Belas) di dunia dari segi ilmu pengetahuan. Maka terlihat jelas bahwa tujuan dari berbagai alasan seperti mempermasalahkan program nuklir Iran dan menuduhkan pembuatan senjata nuklir sebagai pemusnah massal yang sepanjang sejarah hanya satu pemerintah tertentu di dunia telah menunjukkan kemampuan mentalnya untuk mempergunakan persenjataan sedemikian, hanyalah untuk mencegah kemajuan bangsa Iran.

Sejak ribuan tahun yang lalu, para ilmuwan Iran seperti Ibnu Sina, Biruni, Zakaria Razi dan ratusan tokoh lainnya berjasa terhadap kehidupan umat manusia dan kini para ilmuwan kami yang hidup maupun yang telah mati syahid dan dibunuh oleh pemerintah-pemerintah pendukung terorisme, sedang berjalan ke arah yang sama dengan para pendahulunya. Dalam pertemuan saya di kota Tehran dengan keluarga para ilmuwan Iran yang mati syahid, saya mendengar bahwa para ibunda dari ilmuwan-ilmuwan tersebut mengatakan bahwa mereka akan mendidik anak-anak ilmuwan-ilmuwan ini lebih baik dari ayahnya dalam hal mendalami ilmu pengetahuan.

Bangsa Iran dengan penuh kesabaran dan keteguhan, berusaha untuk memperkenalkan kenyataan-kenyataan spiritual dan kemanusiaan dan revolusi ini kepada masyarakat internasional. Esok pada hari peringatan kemenangan revolusi Iran, puluhan juta dari masyarakat Iran akan berpawai untuk menunjukkan kesetiaan mereka terhadap pemimpin dan cita-cita mereka. Masyarakat Iran merupakan bagian dari masyarakat internasional yang begitu mencintai perdamaian dan menjadikan penyebarluasan perdamaian serta keadilan di dunia sebagai cita-citanya. Dalam peradaban Iran, budaya merupakan salah satu bentuk dari rasa kasih sayang dan persahabatan tetapi pada saat yang sama dan jika terjadi invasi apapun, masyarakat kami siap untuk memberikan jawaban yang lebih keras ketimbang apa yang mereka telah berikan kepada Saddam dan para pendukungnya

Lembaran-lembaran sejarah kehidupan manusia sedang bergantian dan pada era teknologi dan komunikasi yang canggih, tak lama lagi bangsa-bangsa kontemporer di dunia maupun yang akan datang dapat menyaksikan lembaran-lembaran tersebut dan menilainya. Kini para penguasa media internasional dan perusahaan-perusahaan industri perfilman serta industri persenjataan yang mematikan tidak dapat lagi untuk menguasai pandangan dan pikiran manusia.

Serangan terhadap Iraq dilancarkan dengan slogan ”mendapatkan hati dan pikiran rakyat” tetapi yang diraih oleh para agresor adalah hasil yang memalukan. Mungkin mereka dapat membunuh rakyat dengan persenjataan yang canggih tetapi mereka tidak dapat menakut-nakuti mereka. Hari ini kita dapat menyaksikan kebangkitan dan kesadaran islami bangsa-bangsa muslim yang ingin melepaskan diri dari hegemoni dan kebergantungan pikiran. Peristiwa internasional ini bukan hanya terbatas pada suatu daerah tertentu dari dunia yang bernama Arab, tetapi peristiwa ini telah mempengaruhi bumi dari timur ke barat dimana kebangkitan dan kesadaran yang terjadi bukan hanya berakar pada permasalahan ekonomi. Telah terancang sebuah rencana bagi Timur Tengah yang Agung dimana serangan atas Lebanon pada tahun 2006 didefinisikan sebagai rasa sakit pada saat melahirkan tetapi kebangkitan dan kesadaran islami melahirkan hal yang lain, dan pada perlombaan untuk menguasai timur tengah dan sumber daya energinya, umat muslim kawasan berhasil untuk melewati para musuh.

Kini era penyebarluasan fitnah di antara umat islam dan menciptakan perpecahan antara mereka atas nama mazhab, telah usai. Kini bangsa-bangsa muslim sedang mengambil langkah-langkah mendasar menuju penentuan masa depan mereka dan persatuan antara umat muslim serta kaum marjinal di dunia.

Saya percaya bahwa peningkatan tingkat pengetahuan manusia telah melancarkan perjalanan menuju kepada fitrah ilahi sebagai sebuah martabat yang dapat mendekatkan manusia pada nilai-nilai rohani serta tugas utamanya pada bumi ini.

Saya mendoakan agar Allah Yang Maha Esa memberikan saya kesempatan dan peluang untuk dapat berbuat lebih terhadap peningkatan hubungan bilateral antara kedua pemerintah dan bangsa besar Iran dan Indonesia . Tinggal dan bekerja di tengah masyarakat Indonesia yang begitu bersahabat, penyabar dan bijaksana merupakan lembaran dari kehidupan saya yang sangat mengesankan.

Terima kasih

Mahmoud Farazandeh
Duta Besar Republik Islam Iran

 
      
       Ucapan Selamat dari Ketua MPR RI




 

  Ucapan Selamat dari Menteri Koperasi




 
 
 Ucapan Selamat dari Menteri Kehutanan




 
       
          Ucapan Selamat dari GMIS



 
 
          Ucapan Selamat dari SCTV

 

Ucapan Selamat dari METRO TV

Ucapan Selamat dari TRANS 7



      
     

 

    Ucapan Selamat dari Bank Muamalat



 
   Ucapan Selamat dari Kedaung Group




 

    Ucapan Selamat dari Kedaung Group




 

Ucapan Selamat dari Ruslan Andy Chandra
                                 
                             Creator 

Satu Meter untuk Roda Dua - One for Two

                  www.satumeter.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar