Selasa, 16 Desember 2014

IPC CabangCirebonGiatkan Sterilisasi Pelabuhan untuk Menertibkan Pengorek Batubara


 LIPUTANSATU - Cirebon, 17Desember 2014 – PT.Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menyatakan komitmennya untuk menggiatkan proses sterilisasi pelabuhan di seluruh cabang yang berada di lingkungan kerja perusahaan. Sterilisasi ini dilakukan sebagai bentuk dari implementasi ISPS(International Ship and Port Facility Security) Code. Ketentuan ISPS Code yang dikeluarkanoleh International Maritime Organization (IMO) inisecarategasmenyatakanbahwapelabuhanmerupakanwilayah yang sterildaripihak-pihak yang tidak berkepentingan langsung dengan kegiatan kepelabuhanan.

Kegiatansterilisasisaatinisedangdigalakkan di Pelabuhan Cirebon dimanakehadiran para penggorekbatubarasangatmengganggupelayanandanaktivitasbongkarmuat di pelabuhan.Keberadaanpenggorekbatubarasemakinmeresahkankarenamerekamelakukanpenjarahandengancaramengambilmuatanbatubarasecarapaksaterhadapsetiapkapaltongkang yang masukkepelabuhan.

ManajemenPelabuhan Cirebon telahmelakukanberbagaiupayapenertibanterhadappenggorekbatubaratersebut, mulaidarisosialisasiterhadapstakeholderterkait, sampaidenganpengetatankeamanan di wilayahkerjapelabuhan.Namun, dampakdaripenertibantersebutadalahterjadinyapemblokiran di pintumasukPelabuhan Cirebon oleh para penggorekbatubara yang telahberlangsungselamasatumingguterakhir.Aksipemblokiraninitelahmengganggupelayanandankegiatanbongkarmuat di pelabuhantidakhanyatrukbatubara, tetapitrukminyak, aspaldanlainnyajugatergangguaktivitasnyatidakbisakeluarmasukwilayahPelabuhan Cirebon.

“Aksipemblokiranpintumasukpelabuhanselamasatumingguterakhirinipraktissangatmengganggukegiatanbongkarmuat di pelabuhan.Penggorekbatubara yang berjumlahlebihdari 400 orang inijelas-jelastelahmenjarahmuatanbatubaradarisetiapkapaltongkangdanmerugikanpemilikbarangdalamjumlahmilyaran rupiah.DampakkerugianlebihjauhjugadialamiolehpelakuindustriakibatterhentinyadistribusibatubarasebagaikomoditasutamaPelabuhan Cirebon yang digunakanuntukbahanbakarberbagaiindustri di daerahJawa Barat,komentar General Manager IPC Cabang Cirebon, HudadiSoerjaDjanegara. 




Pelabuhan Cirebon merupakan pelabuhan yang memiliki peran strategis dalam menangani sekitar 90persen muatan curah dimana 80persennyacurahkeringberupa produk batu bara. Lokasinya yang strategis berada berdekatan dengan propinsi Jawa Tengah, menjadikan Pelabuhan Cirebon sebagai pelabuhan pengumpan atau feeder port.Olehkarenaitu, penegakkan ISPS Code di lingkungankerjapelabuhananmenjadiprioritasutama.Aksi penegakkan ISPS Codesecarategasmulaidilaksanakansejakawal 2014. Dimulaidengan dilaksanakannya sosialisasi tentang pas masuk Pelabuhan Cirebon, penyiapan fasilitas pengamanan dan operasional, koordinasi dengan para stakeholdersterkait, termasukOtoritasPelabuhan, APBMI (Asosiasi Perusahaan BongkarMuat Indonesia), INSA (Indonesian National Shipowners Association), pemerintahdaerah, danaparatkeamanansetempat.

“Sebagai bagian dari operator pelabuhan utama di Indonesia, IPC Cabang Cirebon terus berupaya melakukanpembenahankeamanandankualitas layanan kepelabuhanannya. Kedepannya, IPC Cabang Cirebon berharap dapatmeningkatkanproduktivitasmelaluijalannyaoperasionalpelabuhan 24/7.Lebihlanjut, kami akanterusberkoordinasidenganseluruhstakeholderterkait, terutamaaparatkeamananuntukmenertibkankembaliPelabuhan Cirebon. Sehinggadapatterciptakeselamatandankeamanansertakembalinyakepercayaanparapelakuusaha,tutupHudadiSoerjaDjanegara.







Tentang IPC:
PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC sebagai operator pelabuhanterbesar di Indonesia mempunyaimisiuntukselalumemberikanlayanankelasduniakepada para penggunajasanya. IPC memiliki 12 (duabelas) cabangpelabuhan yang tersebar di wilayahbagianbarat Indonesia, yakniPelabuhanTanjungPriok, SundaKelapa, Palembang, Pontianak, TelukBayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, PangkalBalamdanTanjungPandan.

Selainitu, IPC memiliki 16 (enambelas) anakperusahaan yang terdiriatas PT. PelabuhanTanjungPriok, PT. Jakarta International Container Terminal, PT. PengembangPelabuhan Indonesia, PT. Indonesia Kendaraan Terminal, PT. EnergiPelabuhan Indonesia, PT. IntegrasiLogistikCiptaSolusi, PT. JasaPeralatanPelabuhan Indonesia, PT. Pengerukan Indonesia, PT. Electronic Data Interchange Indonesia, PT. Terminal Petikemas Indonesia, PT. PendidikanMaritimdanLogistik Indonesia, PT. IPC Terminal Petikemas, PT. RumahSakitPelabuhan, PT. Multi Terminal Indonesia, PT. Jasa Armada Indonesia, serta KSO TPK Koja.


Untukinformasilebihlanjut, silakanmenghubungi:
Rima Novianti
Sekretaris Perusahaan
PT.Pelabuhan Indonesia II (Persero)
Telp      : +6221 4301080

Tidak ada komentar:

Posting Komentar