Jumat, 29 Mei 2015

Pertamax Dalam Kemasan, Inovasi Pertamina Menyambut Arus Mudik



Pertamax dalam kaleng. Mirip kaleng cat ya :mrgreen: courtesy : antara
Kekhawatiran terkait keterbatasan bahan bakar sepanjang jalur arus mudik diantisipasi Pertamina dengan menyediakan bahan bakar dalam kemasan eceran, namun terbatas pada Pertamax dan Pertamax Plus.  Inovasi baru ini diakui Muhammad Iskandar selaku Vice President Retail Fuel Marketing PT. Pertamina (persero) dalam konferensi pers di Jakarta (9/7), sebagai salah satu upaya mengantisipasi kemacetan di SPBU seperti yang terjadi di beberapa daerah. Hal ini dikarenakan kebutuhan konsumen akan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai penunjang mobilitas saat musim arus mudik dan arus balik  nanti.
Harga bahan bakar kalengan ini menurut Iskandar sebagaimana dilansir opini, diperkirakan harga per kaleng lebih mahal Rp 500 dari harga di SPBU. “Selisih harga sekitar Rp 500 untuk ongkos angkut dari SPBU menuju tempat penjualan, juga untuk biaya produksi kemasan,” “Kami yakin, ini akan laris. Karena, tahun kemarin harga premium eceran bisa mencapai Rp20 ribu per liter, karena kemacetan parah dan masih banyak yang membeli,” katanya, sebagaimana dilansir vivanews. Hadir dalam kemasan 5, 10 , dan 20 liter, Bahan bakar eceran yang rencananya mulai dijual H-7 menjelang lebaran ini dikemas dalam kaleng dan drum yang dapat diisi ulang. Pertamina telah menyiapkan dengan jumlah lebih dari 20 ribu kaleng, namun belum diketahui apakah akan ada penambahan produksi bila ada kenaikan permintaan.
“Kemasannya memang beda dengan Pertadex yang pakai jerigen, karena kami mempertimbangkan unsur keamanan. Kemasan ini bisa diisi ulang (refill) untuk persediaan selama perjalanan mudik,” jelas Ali Mundakir, Vice President Corporate Communication Pertamina kepada Kompas Otomotif (16/7).
DSC06340
Pertamax dalam ‘kemasan’ ini oleh Pertamina diklaim aman karena kaleng terbuat dari bahan khusus. Penjualannya sendiri Pertamina menyediakan tenda-tenda resmi yang ditempatkan di lebih dari 1000 SPBU yang tersebar di 112 titik rawan kemacetan di Jawa dan Sumatera. Seperti jalur Cikampek-Cirebon-Brebes-Tegal-Guci-Purwokerto,Cikampek-Subang-Cirebon, Cikampek-Bandung-Tasik-Ciamis-Cilacap, Tangerang-Banten-Bakauheuni, Bandung-Sumedang, dan Mojokerto-Kediri-Madiun.
Selain fokus memberi pelayanan dengan menghadirkan Pertamax kalengan, Pertamina berkomitmen menjaga pasokan bahan bakar agar cukup selama musim lebaran nanti. Pertamina menjaga pasokan solar agar cukup untuk 21-23 hari, premium untuk 17 hari, dan avtur untuk 25-27 hari. Disamping itu, Pertamina semakin mengoptimalkan SPBU dalam musim mudik nanti, dengan menambah jam kerja pom bensin (non 24 jam) dari 13 jam menjadi 20 jam operasi. Serta tetap menyiagakan SPBU 24 jam. Kembali ke pertamax kalengan, menurut M. Iskandar Pertamina juga akan menyediakan alat ukur dilapangan agar konsumen semakin yakin takaran pertamax yang dibelinya memang ‘Pasti Pas!’. Jadi operasionalnya seperti kita beli bensin eceran dipinggir jalan, bukan kita yang beli kalengan terus bisa kita bawa seenaknya didalam kendaraan, karena menyangkut keselamatan . (mungkin gitu ya ? atau ada yang mau mengoreksi ? )
Kenapa hanya Pertamax saja yang dijual dalam ‘kemasan’ ? mungkin ini salah satu bentuk sosialisasi Pertamina kepada masyarakat agar mulai memakai BBM non-subsidi (cmiiw). Lagipula jika Pertamina mengikutsertakan bensin dan solar dalam bentuk eceran, pedagang eceran pinggir jalan merasakan dampaknya juga dong (?), bisa saja omset jualan mereka turun.  Hehe imho . .
(bfa)
Gambaran antrian di SPBU. Di pom bensin sepanjang jalur mudik yang rawan macet, Pertamina akan menempatkan stand penjualan Pertamax kalengan
Gambaran antrian di SPBU. Di pom bensin sepanjang jalur mudik yang rawan macet, Pertamina akan menempatkan stand penjualan Pertamax kalengan



SUMBER : http://aragani.com/2013/07/17/pertamax-dalam-kemasan-inovasi-pertamina-menyambut-arus-mudik/#more-2099

Tidak ada komentar:

Posting Komentar