Senin, 03 November 2014

The Cat Empire Australia dan Maliq & D'Essentials Gebrak Jakarta

The Cat Empire Australia dan Maliq & D'Essentials Gebrak Jakarta

Johannes Sutanto de Britto
The Cat Empire
The Cat Empire
The Cat Empire dikenal sebagai band yang mampu meraih pendengar di mana pun di dunia yang mengikuti nada-nadanya.
JAKARTA, Jaringnews.com - Kedutaan Besar Australia di Jakarta dengan bangga mempersembahkan salah satu band jazz Australia yang paling majemuk dan berbakat The Cat Empire, di The Foundry Jakarta pada Sabtu malam, 8 November 2014 sebagai pagelaran terakhir Program Seni dan Budaya 2014 Kedubes. Pagelaran mereka akan didukung oleh band musik jazz dan soul Indonesia, Maliq & D’Essentials.

Lagu-lagu aneka genre yang akan dibawakan oleh The Cat Empire, termasuk jazz, reggae, funki, latin, gypsy dan hip hop, pastilah menggugah penonton. Didirikan di Melbourne pada 1999, band ternama di dunia ini beranggotakan enam orang, Felix Riebl (perkusi dan vokal), Harry James Angus (terompet dan vokal), Will Hull-Brown (drum), Jamshid Khadilawa (dek dan perkusi), Ollie McGill (keyboard dan suara latar) serta Ryan Monro (bas dan suara latar).

The Cat Empire dikenal sebagai band yang mampu meraih pendengar di mana pun di dunia yang mengikuti nada-nadanya. Lagu-lagu yang akan dibawakan pada Sabtu malam termasuk “Hello”, yang merupakan lagu pertama dari album perdana “The Cat Empire”, untuk mana mereka dinominasikan untuk dua kategori di Australian Jazz Bell Awards pada 2003 dan diperdengarkan secara luas di manca negara.

Band jazz Indonesia Maliq & D’Essentials, beranggotakan delapan orang, juga akan memainkan campuran khas mereka antara jazz dan funki pada Sabtu malam. Maliq & D’Essentials memperoleh popularitas pada 2005 dan sejak saat itu telah dinominasikan serta menerima aneka penghargaan musik Indonesia termasuk Anugerah Musik Indonesia dan MTV Indonesia Music Awards.

Penggemar musik di Jakarta dapat mendengarkan lagu-lagu The Cat Empire di stasiun radio setempat seperti Thrax FM, Mustang FM, Hard Rock FM dan Global FM.

Program Seni dan Budaya 2014 Kedubes Australia telah berlangsung sejak Maret hingga saat ini serta mencakup musik, pameran seni visual, tari, kesusasteraan, tekstil, olahraga, seri seminar ilmu pengetahuan dan inovasi. Program ini juga mencakup pemondokan dan pertukaran seni yang melibatkan seniman dari kedua negara.

Program Seni dan Budaya 2014 didukung oleh Pemerintah Australia melalui Dewan Kebudayaan Internasional Australia, suatu prakarsa Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Program Seni dan Budaya 2014 didukung dengan murah hati oleh Bank ANZ, Lembaga Australia-Indonesia, Universitas Teknologi Queensland, Pemerintah Victoria, Universitas Curtin, Universitas Deakin, Ernst and Young, Universitas Flinders, Universitas Macquarie, Universitas New South Wales, Universitas Queensland dan Universitas Tasmania.
(Deb / Deb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar