Jumat, 16 November 2012

Manusia berukuran Hobbit dulu berdiam di Pulau Flores

 Manusia berukuran Hobbit dulu berdiam di Pulau Flores

Para ilmuwan NZ dan Indonesia menjadi ujung tombak penelitian manusia berukuran Hobbit yang hidup di Indonesia di masa lampau. Orang-orang di Wellington dapat mengunjungi museum nasional NZ, Te Papa, pada hari Sabtu tanggal 1 Desember, untuk sebuah kesempatan unik untuk melihat dan mendengar dari para ilmuwan NZ dan Indonesia tentang penemuan yang menakjubkan dari spesies manusia baru ini, Homo floresiensis.

Ditemukan di sebuah gua yang menakjubkan di pulau Flores milik Indonesia pada tahun 2003, spesies baru ini telah dijuluki sebagai the “hobbit” karena ia hanya setinggi kurang lebih satu meter saja, memiliki telapak kaki yang besar dan mampu untuk melakukan berbagai aktivitas yang kompleks.

Bertepatan dengan berbagai perayaan di Wellington di akhir November untuk peluncuran perdana dunia dari film karya sutradara NZ Peter Jackson yang berjudul “The Hobbit: An Unexpected Journey”, Victoria University of Wellington (bersama denganDewan Kota Wellington, Te Papa dan Kedubes Republik Indonesia) menghadirkan dua arkeolog utama yang terlibat dalam penemuan spesies manusia baru ini ke NZ untuk sebuah acara yang terbuka untuk publik yang gratis. Untuk info lebih lengkap, tolong kunjungi http://www.nzembassy.com/indonesia/news/hobbit-sized-people-once-lived-in-indonesia%E2%80%99s-flores-island dan http://www.victoria.ac.nz/home/about/newspubs/news/newslatest/unravelling-the-legend-behind-homo-floresiensis#a125013


New Zealand and Indonesian scientists are at the forefront of research into real life “Hobbit”-sized people who lived in Indonesia in the past.  People in Wellington can go to New Zealand’s national museum, Te Papa on Saturday 1 December for the unique chance to see and hear from New Zealand and Indonesian scientists about the remarkable discovery of this new human species, Homo floresiensis.

Discovered in a magnificent cathedral-like cave on the Indonesian island of Flores in 2003, the new species has been nicknamed the ‘hobbit’ as it stood just over one metre tall, had large feet, and was capable of undertaking complex activities.

Coinciding with celebrations in Wellington in late November for the world premiere of Peter Jackson’s film "The Hobbit: An Unexpected Journey", Victoria University (together with Wellington City Council, Te Papa, and the Embassy of the Republic of Indonesia) is bringing two of the principal archaeologists involved in the discovery of the new human species to New Zealand for a one-off, free public event. For more info, please visit http://www.nzembassy.com/indonesia/news/hobbit-sized-people-once-lived-in-indonesia%E2%80%99s-flores-island and http://www.victoria.ac.nz/home/about/newspubs/news/newslatest/unravelling-the-legend-behind-homo-floresiensis#a125013

Photo credit: Victoria University of Wellington
 
New Zealand Embassy - Jakarta, Indonesia:  Manusia berukuran Hobbit dulu berdiam di Pulau Flores

Para ilmuwan NZ dan Indonesia menjadi ujung tombak penelitian manusia berukuran Hobbit yang hidup di Indonesia di masa lampau. Orang-orang di Wellington dapat mengunjungi museum nasional NZ, Te Papa, pada hari Sabtu tanggal 1 Desember, untuk sebuah kesempatan unik untuk melihat dan mendengar dari para ilmuwan NZ dan Indonesia tentang penemuan yang menakjubkan dari spesies manusia baru ini, Homo floresiensis.

Ditemukan di sebuah gua yang menakjubkan di pulau Flores milik Indonesia pada tahun 2003, spesies baru ini telah dijuluki sebagai the “hobbit” karena ia hanya setinggi kurang lebih satu meter saja, memiliki telapak kaki yang besar dan mampu untuk melakukan berbagai aktivitas yang kompleks.

Bertepatan dengan berbagai perayaan di Wellington di akhir November untuk peluncuran perdana dunia dari film karya sutradara NZ Peter Jackson yang berjudul “The Hobbit: An Unexpected Journey”, Victoria University of Wellington (bersama denganDewan Kota Wellington, Te Papa dan Kedubes Republik Indonesia) menghadirkan dua arkeolog utama yang terlibat dalam penemuan spesies manusia baru ini ke NZ untuk sebuah acara yang terbuka untuk publik yang gratis. Untuk info lebih lengkap, tolong kunjungi http://www.nzembassy.com/indonesia/news/hobbit-sized-people-once-lived-in-indonesia%E2%80%99s-flores-island dan http://www.victoria.ac.nz/home/about/newspubs/news/newslatest/unravelling-the-legend-behind-homo-floresiensis#a125013

New Zealand and Indonesian scientists are at the forefront of research into real life “Hobbit”-sized people who lived in Indonesia in the past. People in Wellington can go to New Zealand’s national museum, Te Papa on Saturday 1 December for the unique chance to see and hear from New Zealand and Indonesian scientists about the remarkable discovery of this new human species, Homo floresiensis.

Discovered in a magnificent cathedral-like cave on the Indonesian island of Flores in 2003, the new species has been nicknamed the ‘hobbit’ as it stood just over one metre tall, had large feet, and was capable of undertaking complex activities.

Coinciding with celebrations in Wellington in late November for the world premiere of Peter Jackson’s film "The Hobbit: An Unexpected Journey", Victoria University (together with Wellington City Council, Te Papa, and the Embassy of the Republic of Indonesia) is bringing two of the principal archaeologists involved in the discovery of the new human species to New Zealand for a one-off, free public event. For more info, please visit http://www.nzembassy.com/indonesia/news/hobbit-sized-people-once-lived-in-indonesia%E2%80%99s-flores-island and http://www.victoria.ac.nz/home/about/newspubs/news/newslatest/unravelling-the-legend-behind-homo-floresiensis#a125013

Photo credit: Victoria University of Wellington

Tidak ada komentar:

Posting Komentar